Head Office PT. Solid Gold Berjangka

Jl. KH. Mansyur Kav. 126, Jakarta Pusat 10220 Telp : 021-29675088 (Hunting), Fax : 021-29675089

PT. Solid Gold Berjangka Lampung

Jl. Ahmad Yani No. 55, Tanjung Karang - Bandar Lampung 35117 Telp : 0721-255038, Fax : 0721-255027

PT. Solid Gold Berjangka Palembang

Jl. Sumpah Pemuda Blok 1 No. 7 C-E, Lorok Pakjo, Palembang 30137 Tel : 0711-363300 Fax : 0711-363613

PT. Solid Gold Berjangka Makassar

Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 108 A-B, Makassar 90124 Telp : 0411-851010, Fax : 0411-851090

PT. Solid Gold Berjangka Semarang

Gedung Menara SUARA MERDEKA Lt. 3. Jl. Pandanaran No. 30 Semarang 50134 Telp : 024-3583979, 3583980 Fax : 024-3583978

Jumat, 30 Agustus 2019

SOLID BERJANGKA | Bertengger Disekitar $ 1,528

SOLID BERJANGKA - Emas Menunggu Petunjuk Baru, Bertengger Disekitar $ 1,528


SOLID BERJANGKA JAKARTA - Kesiapan Cina untuk menunggu sampai pembicaraan bulan September sebelum mengenakan tarif tambahan atas produk-produk Amerika Serikat, yang pada awalnya diskedulkan untuk dilaksanakan pada tanggal 1 September, memicu awal dari “risk-on” selama hari sebelumnya. Hal yang menambah kelemahan emas adalah kekuatan dari dollar Amerika Serikat dan Wall Street.

Namun, pernyataan resmi dari Customs Tariff Commission of the State Council Cina yang menyebutkan bahwa impor dari Amerika Serikat yang muncul lebih dari satu kali pada daftar kenaikan tarif Cina akan kena tingkat tarif yang digabungkan. Hal ini berarti tindakan Cina bukanlah dalam suatu kepercayaan yang baik. Dengan kegagalan pembicaraan bulan September dengan Amerika Serikat akan membuat Cina akan bertempur dengan kekuatan yang penuh.

Dipihak lain, Amerika Serikat baru-baru ini mengumumkan peluncuran Space Command untuk menghadapi ancaman dari Rusia dan Cina dimana protestan di Hong Kong masih bergolak setelah demonstrasi kekuatan Cina pada hari Kamis.

Dengan absennya berita penggerak pasar utama dan kurangnya data kunci selama sisa hari, para investor harus memasang mata atas berita-berita yang tiba-tiba.

Secara tehnikal, “support” terdekat menunggu di $ 1,520 sementara “resistance” terdekat berada di $ 1,532 yang apabila berhasil dilewati akan menantang $ 1,555.

Setelah kejatuhan ke kerendahan mingguan yang baru, emas kebanyakan tetap stabil di sekitar $ 1,528 selama perdagangan sesi Asia pada hari Jumat pagi.
SOLID BERJANGKA 

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

Kamis, 29 Agustus 2019

PT SOLID GOLD BERJANGKA | Untung Di Emas

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Pasar Yang Lebih Tenang Memicu Aksi Ambil Untung Di Emas


PT SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA - Emas berjangka bulan Desember terakhir turun $ 4.70 per ons pada $ 1,547.10. Sementara harga perak Comex bulan Desember terakhir naik $ 0.127 pada $ 18.425 per ons.

Tidak ada perkembangan baru yang utama yang dapat menggerakkan pasar pada hari Rabu kemarin. Namun, ada awan badai di horizon pasar, termasuk mengintainya perang dagang Amerika-Cina, keprihatinan Brexit dan melemahnya pertumbuhan ekonomi global.

Kurva imbal hasil treasury Amerika Serikat tetap sebagian berada pada posisi terbalik pada pertengahan minggu, dengan imbal hasil surat berharga 2 tahun diatas dari yang 10 tahun. Kurva yang terbalik kadang-kadang merupakan pertanda dari resesi yang mengancam ekonomi Amerika Serikat. Kurva yang terbalik adalah faktor bullish bagi metal “safe-haven”, secara psikologis hal itu merupakan faktor yang menakutkan bagi para trader dan investor.

Hal kunci diluar pasar metal berharga kemarin adalah naiknya harga minyak mentah Nymex dan diperdagangkan disekitar $ 55.75 per barel. Indeks dollar Amerika Serikat menguat.

Secara tehnikal, obyektif kenaikan harga emas adalah menembus “resistance” yang solid di $ 1,600.00 setelah melewati $ 1,556.60 dan kemudian $ 1,565,00. Sedangkan obyektif penurunan harga emas adalah menembus “support” yang solid di $ 1,500.00 setelah melewati $ 1,534.80 dan $ 1,523.00.

Harga emas turun moderat pada pertengahan perdagangan Amerika Serikat hari Rabu kemarin, karena sebagian aksi ambil untung yang normal oleh para trader berjangka “short-term”. Sementara pasar perak mengalami kenaikan dan menyentuh ketinggian lebih dari dua tahun semalam.

Kedua metal berharga ini terus mengalami dukungan mendasar karena kekuatiran mengenai pertumbuhan ekonomi global yang melambat ditengah jatuhnya imbal hasil obligasi pemerintah imbal hasil obligasi pemerintah yang memberikan semangat kepada para trader dan investor untuk mencari metal berharga yang “safe-haven”.
PT SOLID GOLD BERJANGKA 

Sumber : Vibiznews
Baca Juga :


Rabu, 28 Agustus 2019

PT SOLID GOLD | Turunnya Pasokan Amerika

PT SOLID GOLD - Harga Minyak Mentah Diperkuat Harapan Turunnya Pasokan Amerika Serikat 


PT SOLID GOLD JAKARTA - Harga minyak mentah Brent yang merupakan harga acuan internasional naik 2,16 % pada $ 59,97 per barel setelah sempat mencapai posisi tertinggi  di $ 60,23 dan terendah pada $ 58,39. Demikian harga minyak mentah antara West Texas Intermediate Amerika Serikat naik 3,58 % menjadi $ 55,58 per barel setelah sempat naik ke posisi $ 55.82 dan turun ke posisi terendah di $53.61.

Dalam sebuah jajak pendapat yang dilakukan suatu lembaga riset media, persediaan minyak mentah Amerika Serikat diperkirakan telah turun lebih dari 2 juta barel pada periode pekan lalu. Dimana pagi ini API akan melaporkan pasokan minyak di Amerika Serikat.

Perdagangan yang sempat fluktuatif di pasar minyak terjadi  sebagai tanggapan terhadap gelombang perdagangan saham di Wall Street, yang anjlok oleh jatuhnya saham keuangan, sementara itu menghidupkan kembali kekhawatiran tentang resesi Amerika Serikat dibayangi meningkatnya tensi perang dengan China.

Untuk perdagangan selanjutnya secara teknikal menurut analyst, harga minyak WTI diperkirakan berusaha mendaki ke posisi resisten 55.75 – 56.45. Namun jika terjadi pergerakan sebaliknya akan turun ke posisi support 54.18 – 53.00.

Mengakhiri perdagangan komoditas sesi Amerika Rabu dini hari tadi, harga minyak menguat sangat signifikan dalam perdagangan yang sangat fluktuatif  didukung oleh ekspektasi turunnya persediaan minyak mentah Amerika Serikat. Namun kenaikan harga dibatasi oleh kekhawatiran tentang resesi dan ketidakpastian atas China-Amerika.
PT SOLID GOLD 

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

Selasa, 27 Agustus 2019

SOLID GOLD BERJANGKA | Memulihkan Kerugian Pekan Lalu

SOLID GOLD BERJANGKA - Bursa Amerika Dapat Kekuatan Memulihkan Kerugian Pekan Lalu


SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA - Pada penutupan Wall Street, indeks Dow Jones naik 201,93 poin atau 0,8 % pada 25.830,83, indeks Nasdaq naik 70,78 poin atau 0,9 % pada 7.822,55 dan indeks S&P 500 naik 21,37 poin atau 0,8 % pada 2.868,48.

Presiden Trump mengatakan kepada wartawan di KTT G-7 di Prancis bahwa pejabat tinggi Cina telah menyerukan dimulainya kembali pembicaraan perdagangan. “Cina menelepon, tadi malam, orang-orang dagang terkemuka kita, dan berkata, ‘Mari kita kembali ke meja.’ Jadi, kita akan kembali ke meja. Dan saya pikir mereka ingin melakukan sesuatu, “kata Trump.

“Mereka terluka sangat parah, tetapi mereka mengerti ini adalah hal yang benar untuk dilakukan. Dan saya sangat menghormati itu. Saya sangat menghormati itu. Ini adalah perkembangan yang sangat positif bagi dunia,” tambahnya.

Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang mengatakan dia tidak mengetahui adanya panggilan antara Amerika Serikat dan pejabat China dan Trump menolak untuk memberikan rincian. Perlu dicatat bahwa Trump secara rutin membuat pernyataan optimis tentang pembicaraan perdagangan Amerika-Cina bahkan ketika ia terus meningkatkan perselisihan antara dua negara adidaya ekonomi.

Disisi lain Presiden Trump mengatakan di Twitter bahwa ia sedang memerintahkan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat untuk mulai mencari alternatif untuk melakukan bisnis dengan China dan telah menyarankan ia dapat mengumumkan keadaan darurat nasional untuk memaksa perusahaan mengubah praktik bisnis mereka.

Di sisi ekonomi Amerika Serikat, Departemen Perdagangan merilis laporan yang menunjukkan lonjakan pesanan untuk peralatan transportasi yang berkontribusi terhadap lonjakan pesanan barang tahan lama yang lebih besar dari yang diperkirakan di bulan Juli. Data pesanan barang tahan lama melonjak 2,1 % pada Juli menyusul kenaikan 1,8 % yang direvisi turun pada Juni.

Tidak termasuk lonjakan pesanan untuk peralatan transportasi, namun, pesanan barang tahan lama turun 0,4 % pada Juli setelah naik 0,8 % pada Juni. Kemunduran datang sebagai kejutan bagi para ekonom, yang telah memperkirakan pesanan tahan lama transportasi naik 0,1 %.

Melihat pergerakan saham secara sektoral, saham-saham tembakau berubah dalam beberapa kinerja pasar terbaik di perdagangan tengah hari, dengan NYSE Arca Tobacco Index naik 1,3 %.

Rebound moderat oleh harga minyak mentah juga berkontribusi terhadap kekuatan penting di antara stok energi,  NYSE Arca Natural Gas Index dan Philadelphia Oil Service Index masing-masing naik 1,2 % dan 1,3 %.

Saham-saham semikonduktor, emas, dan saham telekomunikasi juga alami kekuatan pada hari itu, meskipun sebagian besar sektor utama menunjukkan pergerakan yang lebih sederhana ke atas.

Bursa saham Amerika awal pekan berhasil memulihkan kerugian perdagangan akhir pekan lalu, dengan penutupan sesi beberapa saat lalu, Selasa pagi semua indeks utama masuk zona hijau. Kekuatan saham didorong oleh pernyataan optimis dari para pemimpin Amerika Serikat dan Perancis tentang perkembangan perdagangan Amerika-Cina.

Presiden Trump mengatakan prospek untuk kesepakatan sekarang lebih baik daripada kapan pun sejak perundingan dimulai tahun lalu dan menambahkan bahwa dia tidak mencari tarif otomatis untuk Jepang saat ini, sementara itu Presiden Macron mengatakan hal-hal yang bergerak maju antara ekonomi terbesar di dunia.
SOLID GOLD BERJANGKA 

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

Senin, 26 Agustus 2019

SOLID GOLD | Dipicu Perang Dagang Amerika Serikat & Cina

SOLID GOLD - Harga Biji-bijian Ditutup Mixed Minggu Lalu, Dipicu Perang Dagang Amerika Serikat & Cina


SOLID GOLD JAKARTA - Harga biji-bijian mixed, harga kedelai dan jagung turun sedangkan harga gandum naik dipicu perang dagang Amerika Serikat dan Cina.

Harga kedelai Nopember turun 12 ¼ sen menjadi $ 8.5650 per bushel.

Cina mengumumkan kenaikan tariff bea masuk untuk kedelai dari Amerika Serikat sebesar 5 % untuk 30 % ($ 250 milyar) pengiriman kedelai sejak 1 September. Sebagai respon terhadap pengenaan tariff bea masuk yang dikenakan Cina, Presiden Amerika Serikat Trump menaikkan bea masuk 10 % sampai 15 % terhadap $ 300 barang impor dari Cina mulai 1 September.

Laporan dari Pro Farmer Midwest Crop Tour memperkirakan produksi 3.497 bbu atau rata-rata hasil panen 46.1 bpa.

Analisa tehnikal untuk kedelai support pertama di $ 8.52 berikut ke $ 8.49 sedangkan support di $ 8.69 dan berikut ke $ 8.83.

Harga gandum September di CBOT ditutup naik 8 sen menjadi $ 4.7525 per bushel.

Perang dagang dengan Cina merupakan berita buruk bagi pasar biji-bijian ditambah dengan factor cuaca di daerah perkebunan biji-bijian dari Amerika Serikat.

Harga gandum meningkat karena permintaan ekspor meningkat dan harga di Eropa dan Rusia lebih stabil. Jumlah persediaan gandum stabil sehingga persediaan gandum untuk dijual sangat cukup. Kelebihan persediaan akan berefek pada melemahnya harga di Amerika Serikat.

Panen gandum musim semi berlangsung lambat, dan penanaman gandum musim dingin dimulai. Panen gandum musim semi sudah hampir berakhir dan para pedagang sudah menawarkan dengan harga yang lebih tinggi di Eropa dan Rusia.

Analisa tehnikal pada gandum support pertama $ 4.36 dan berikut $ 4.28 sedangkan resistant di $ 4.71 dan berikut $ 4.83.

Harga jagung September ditutup turun 3.5 sen menjadi $ 3.5975 perbushel.

Harga dari jagung tertekan karena keputusan Trump untuk mengijinkan hanya produsen etanol hanya 31 pabrik kecil. Jadi para produsen etanol langsung menghentikan produksi karena berita itu sehingga permintaan jagung berkurang.

Keadaan tanaman di pertanian terlihat lebih baik dan siap untuk produksi. Hujan turun dan badai terjadi di daerah pertanian tengah dan timur Midwest pada minggu ini. Cuaca baik yang baik penting untuk hasil yang baik, tapi cuaca sulit diperkirakan.

Analisa tehnikal support pertama di $ 3.57 dan berikut ke $ 3.50 sedangkan resistant di $ 3.70 dan berikut ke $ 3.79.
SOLID GOLD 

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

Jumat, 23 Agustus 2019

SOLID BERJANGKA | Pulihnya Minat Resiko

SOLID BERJANGKA - Emas Tetap Berada Dibawah Tekanan Ditengah Kuatnya USD & Pulihnya Minat Resiko


SOLID BERJANGKA JAKARTA - Dengan sentimen pasar yang berbalik kepada pemulihan minat terhadap resiko, harga emas turun ke $ 1,497 pada perdagangan sesi Asia Jumat pagi.

Bullion telah berada dibawah tekanan pada akhir sesi perdagangan hari Kamis kemarin ditengah menguatnya dollar Amerika Serikat dan pendekatan para investor yang “wait and see” menjelang pidato kunci dari Simposium Jackson Hole.

Pernyataan yang memberi semangat yang dipublikasikan baru-baru ini mengenai kesepakatan perdagangan Amerika-Cina oleh Presiden Donald Trump dan Penasehat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow, juga membuat tekanan turun terhadap harga emas.

Komentar dari Gubernur Reserve Bank of New Zealand (RBNZ), Adrian Orr yang mengurangi prospek penggunaan peralatan kebijakan moneter yang tidak konvensional oleh bank sentral Selandia Baru, bisa juga menjadi faktor yang membebani harga metal berharga.

Nada resiko telah mengalamai pemulihan setelah turun pada hari sebelumnya. Imbal hasil treasury Amerika Serikat 10 tahun sekali lagi melewati imbal hasil surat berharga 2 tahun sementara berada disekitar 1.622%.

Para trader sangat ingin menerima petunjuk baru untuk kebijakan moneter Federal Reserve ke depannya, melalui berbagai pembicara dari the Fed, termasuk dari Gubernur the Fed dari Simposium Jackson Hole.

Penurunan jangka pendek dibatasi oleh “support” awal di $ 1,480 yang apabila berhasil ditembus akan lanjut ke $ 1,452 dan kemudian $ 1,397. Sementara kenaikan jangka pendek akan berhadapan dengan “resistance” awal di $ 1,510 yang apabila berhasil ditembus akan lanjut ke $ 1,528 dan kemudian $ 1,534.
SOLID BERJANGKA 

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

Kamis, 22 Agustus 2019

PT SOLID GOLD BERJANGKA | Saham 2 Raksasa Ritel

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Keuntungan Bursa Amerika Disumbang Lonjakan Saham 2 Raksasa Ritel


PT SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA - Indeks Dow Jones melonjak 240,29 poin atau 0,9 % menjadi 26.202,73, indeks Nasdaq naik 71,65 poin atau 0,9 % menjadi 8.020,21 dan indeks S & P 500 naik 23,92 poin atau 0,8 % menjadi 2.924,43. Ketiga indeks ini sempat mencapai posisi lebih tinggi pada awal sesi.

Kekuatan awal di bursa Wall Street merupakan  reaksi positif terhadap berita laporan laba yang optimis dari raksasa ritel Target dan Lowe’s. Saham Target melonjak sebesar 20,4 % setelah  melaporkan hasil kuartal kedua yang lebih baik dari yang diharapkan dan meningkatkan proyeksi pendapatan setahun penuh.

Demikian juga perusahaan ritel spesialis perbaikan rumah –  Lowe’s  melonjak sebesar 10,3 % setelah melaporkan keuangan sepanjang  kuartal kedua yang melampaui perkiraan analis dan ekonom. Berita gembira dari kedua perusahaan ini menambah optimisme bahwa kekuatan dalam pengeluaran konsumen akan terus mendukung ekonomi Amerika Serikat meskipun ada indikator awal dari resesi yang terus membayangi.

Kekuatan saham juga sebagian besar disupport rilis risalah pertemuan kebijakan moneter terbaru Federal Reserve, yang menunjukkan bank sentral berniat untuk tetap fleksibel mengenai perubahan suku bunga di masa depan. The Fed mengatakan para anggota berencana untuk memperhatikan dengan seksama implikasi data yang masuk untuk prospek ekonomi.

Bank sentral berada di bawah tekanan yang meningkat untuk memotong suku bunga dari Presiden Donald Trump, yang telah berulang kali mengecam pendekatan Ketua Fed Jerome Powell terhadap kebijakan moneter dalam postingannya di Twitter.

Dari laporan rilis ekonomi lainnya, National Association of Realtors merilis laporan yang menunjukkan rebound penting dalam penjualan rumah yang ada di bulan Juli melonjak 2,5 % ke tingkat tahunan 5,42 juta pada Juli setelah merosot 1,3 % ke tingkat revisi 5,29 juta pada Juni.

Untuk pergerakan secara sektoral, saham ritel menghasilkan beberapa kinerja terbaik dengan Dow Jones Amerika Serikat Retail Index  melonjak 1,8 %, terus pulih dari penutupan terendah dua bulan yang ditetapkan seminggu yang lalu.

Kekuatan yang signifikan juga terlihat di antara saham-saham perangkat lunak, sebagaimana tercermin oleh kenaikan 1,3 % Dow Jones Amerika Serikat Software Index. Saham-saham jaringan, perangkat keras komputer, dan bioteknologi juga naik cukup signifikan, bergerak lebih tinggi bersama dengan sebagian besar sektor utama lainnya.

Bursa saham Amerika kembali menunjukkan performa yang lumayan setelah perdagangan sebelumnya mundur dari rally 3 hari, pada akhir sesi beberapa saat lalu indeks utamanya ditutup lebih tinggi. Keuntungan perdagangan kali ini disupport oleh laporan  laba yang lebih kuat dari yang diharapkan 2 perusahaan ritel besar.

Target dan Lowe dan besar lainnya Setelah menunjukkan langkah awal ke atas, saham tetap kuat positif selama sesi perdagangan pada hari Rabu kemarin. Dengan gerakan ke atas pada hari itu, rata-rata utama lebih dari mengimbangi mundurnya terlihat pada sesi sebelumnya.
PT SOLID GOLD BERJANGKA 

Sumber : Vibiznews

Baca Juga :

Rabu, 21 Agustus 2019

PT SOLID GOLD | Emas Minggu Ini

PT SOLID GOLD - Kemana Arah Harga Emas Minggu Ini


PT SOLID GOLD JAKARTA - Hampir semua di pasar bekerja mendukung emas, termasuk keprihatinan perdagangan Amerika-Cina, eskalasi protes di Hong Kong, volatilitas pasar saham, membengkaknya secara negatif imbal hasil hutang dan terbaliknya grafik surat berharga Treasury Amerika Serikat 2 tahun dan 10 tahun.

Ross Strachan, ekonom komoditi senior dari Capital Economics memberitahukan Kitco News bahwa meningkatnya imbal hasil hutang secara negatif sangat mengubah dinamika. Banyak investor melihat kurangnya imbal hasil sebagai daya tarik bagi emas, namun sekarang mereka melihat kurangnya imbal hasil sebagai hal yang positip.”

Para analis mengatakan kepada Kitco News bahwa setelah badai minggu lalu, sentimen “risk-on” sewajarnya mulai kembali ke pasar, yang berarti konsolidasi bagi emas.

Analis tehnikal senior di Kitco, Jim Wyckoff mengatakan,”Permintaan safe-haven telah meredup sedikit dengan pasar saham Amerika Serikat dan dunia mengalami rally sampai akhir minggu perdagangan Jumat lalu. Meskipun demikian, dari perspektif tehnikal dan trader, pergerakan harga emas pada hari Jumat lalu adalah hal yang normal.”

Powell & Risalah FOMC

Event utama minggu ini adalah kata sambutan dari Gubernur Federal Reserve Jerome Powell di Jackson Hole Symposium pada hari Jumat.

Daniel Ghali, ahli strategi komoditi dari TD Securities mengatakan,”Powell mendapatkan sorotan pada minggu ini. Setiap global asset manager sedang memperhatikan untuk mendengar suatu signal dari dia mengenai apakah the Fed rela memangkas kembali tingkat suku bunganya setelah apa yang dia sebut sebagai penyesuaian pertengahan siklus sebelumnya.”

Namun, para analis yakin bahwa Powell akan kedengaran “hawkish” dibandingkan dengan apa yang pasar sedang perkirakan disebabkan data makro ekonomi Amerika Serikat yang kuat.

Andrew Hunter, ekonom dari Capital Economics Amerika Serikat mengatakan,”Dengan apa yang terjadi di pasar selama beberapa hari yang lalu, dengan pasti ada tekanan yang memuncak terhadap Powell untuk memberikan signal yang kuat bahwa the Fed sedang merencanakan memangkas tingkat suku bunga kembali pada bulan depan. Ada potensi resiko dimana pasar akan kecewa karena selain kelemahan di pasar saham dan kekuatiran sehubungan dengan kurva imbal hasil yang terbali, kita juga mempelajari bahwa belanja konsumen masih kuat secara luarbiasa dan bahwa inflasi inti mulai naik.”

Skenario yang lainnya adalah Powell bahkan tidak menyebut kebijakan moneter samasekali, yang bisa mengirim signal yang sangat “hawkish” ke pasar, tambah Ghali.

Hunter menambahkan juga penting untuk ditunjukkan bahwa jika the Fed berakhir mengecewakan pasar pada bulan September, reaksi saham itu sendiri yang buruk bisa berakhir dengan memberikan keyakinan kepada the Fed bahwa mereka memang perlu untuk memangkas tingkat suku bunga lebih banyak.

Risalah pertemuan FOMC bulan Juli yang akan keluar pada hari Rabu, bisa kedengaran basi dan berperan di panggung belakang.

Ghali menyatakan,”Risalah FOMC akan sedikit basi. Dan alasannya adalah isinya akan merefleksikan pemikiran dari the Fed sebelum pengumuman Donald Trump mengenai tambahan tarif atas Cina. Mereka akan sedikit bernada hawkish. Namun, pasar akan dengan cepat melewatinya karena mereka akan mengenalinya bahwa itu adalah informasi yang basi.”

Sekarang ini, partisipan pasar memperhitungkan dalam harga kemungkinan 78.8 % pemangkasan 25 basis poin pada bulan September dan 21.2 % kemungkinan pemangkasan 50 basis poin, menurut CME FedWatch Tool.

Risalah ECB & Data Makro

Bagian lain yang penting di dalam agenda minggu ini adalah risalah dari European Central Bankk (ECB) yang diskedulkan untuk dirilis pada hari Kamis.

Ini bisa menjadi event kunci untuk dimonitor karena laporan bahwa ECB bisa jadi akan mengeluarkan paket stimulus yang “berdampak dan signifikan” pada pertemuan kebijakan berikutnya pada bulan September, menurut gubernur bank sentral Finlandia Olli Rehn.

Dalam interviewnya dengan Wall Street Journal pada hari Kamis minggu lalu, Rehn mengatakan, ”Penting bagi kita untuk muncul dengan paket kebijakan yang berdampak dan signifikan di bulan September.”

Hal lain yang perlu diamati adalah data manufaktur regional dan penjualan perumahan Amerika Serikat. Presiden Blue Line Futures, Bill Baruch mengatakan,”NY Empire dan Philly Fed manufacturing bagus pada bulan Juli dan Agustus. Namun, pada bulan Juli regional Kansas City dan Dallas buruk. Kali ini, kita tidak akan mengamati angka regional.”

Wall Street & Main Street

Pasar tetap “bullish” atas emas. Namun, melampaui berita-berita, metal kuning mulai kelihatan “overbought” menurut sebagian analis.

Pasar emas sedang pada jalurnya melihat keuntungan mingguan terbesar di dalam lebih dari tiga tahun dengan harga diperdagangkan mendekati ketinggian enam tahun yang baru. Walaupun ketidakpastian ekonomi dan geopolitik terus mendominasi pasar, sebagian analis berpikir pasar bisa ditutup mendekati puncak jangka pendek dan siap untuk berkonsolidasi.

Namun, sentimen tetap jelas “bullish” dengan para analis enggan untuk langsung memasang posisi jual atas emas.

Dari 16 profesional pasar yang mengambil bagian di dalam survey Wall Street, sebanyak 12 suara atau 75 % memandang emas naik minggu ini. Suara ‘bearish” dan netral masing-masing 2 suara atau 13 %.

Sementara itu, dari 910 responden yang mengambil bagian di dalam polling Main Street online Kitco, sebanyak 599 suara atau 65 % memandang emas naik lagi. 187 partisipan atau 21 % memprediksi emas turun dan sisanya 124 suara atau 14 % memandang pasar emas “sideways”.

Level Tehnikal

Gambaran tehnikal masih tetap bullish bagi emas. Ghali dari TD berkata bahwa dia cenderung melihat harga emas naik dengan “resistance” pertama berada pada $ 1,535 dan kemudian $ 1,568. Untuk arah turun, Ghali memperhatikan $ 1,470.

Baruch berkata bahwa dia melihat emas banyak berada di $ 1,480 – $ 1,500 sementara menambahkan bahwa emas akan bergerak “sideways” ke sedikit turun pada minggu ini.

Sebagian analis lebih “bullish” dan tidak mengabaikan pergerakan kearah $ 1,600 pada bulan Agustus. Charlie Nedoss ahli strategi pasar senior dari La Salle Futures Group mengatakan,”Secara tehnikal tidak ada banyak resistance disini. Ketinggian berikutnya yang bisa bermain adalah disekitar $ 1,600.”

Akan natural bagi emas untuk mengambil napas minggu ini kata kepala riset London Capital Group Jasper Lawler. “Sekarang waktunya untuk mengambil napas – $ 1,535 – $ 1,540 adalah “support” kunci diantara 2011-2013. Secara natural, kita akan melihat sedikit peristirahatan disana.” Kata Lawler.

Kenaikan harga emas masih kuat pada musim panas ini, namun pasar harus siap untuk konsolidasi yang sehat pada minggu ini dengan harga kemungkinan tetap tinggal di dekat level $ 1,500 per ons, menurut para analis.

Metal kuning naik sekitar 1 % dengan basis mingguan pada hari Jumat minggu lalu, menandakan kenaikan selama tiga minggu berturut-turut dengan emas Comex bulan Desember ditradingkan di $ 1,523.60. Minggu lalu menandakan batu loncatan dengan harga emas memanjat ke ketinggian enam tahun yang baru dan hampir menyentuh $ 1,545 pada hari Selasa.
PT SOLID GOLD 

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

Selasa, 20 Agustus 2019

SOLID GOLD BERJANGKA | Cetak Keuntungan Lanjutan

SOLID GOLD BERJANGKA - Bursa Amerika Awal Pekan Cetak Keuntungan Lanjutan


SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA - Kekuatan harga saham di bursa Wall Street datang di tengah rebound lanjutan pada imbal hasil obligasi Amerika Serikat yang menunjukkan optimisme tentang stimulus global baru. Bank Rakyat Tiongkok mengatakan akan menggunakan metode reformasi berbasis pasar untuk membantu menurunkan suku bunga kredit riil dan menopang perlambatan ekonomi di negerinya.

Minat beli saham juga bertambah dengan berita bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump sekali lagi menunda pembatasan raksasa teknologi Cina, Huawei. Dimana Sekretaris Perdagangan Wilbur Ross  dalam sebuah acara di Fox Business Network, mengumumkan lisensi umum sementara yang akan berakhir pada hari Senin akan diperpanjang selama 90 hari. Langkah ini akan memungkinkan Huawei untuk terus membeli persediaan dari perusahaan-perusahaan Amerika Serikat meskipun telah dimasukkan dalam daftar hitam ekonomi pada bulan Mei.

Rebound yang berkelanjutan di Wall Street juga terjadi setelah penasihat ekonomi Trump menghadiri acara talk show hari Minggu dengan topik mengecilkan kekhawatiran tentang kemungkinan resesi. Trump sendiri mengatakan kepada wartawan bahwa ia tidak melihat penurunan ekonomi pada Amerika meskipun pekan lalu terpantau imbal hasil obligasi anjlok parah sebagai indikator resesi awal.

Adapun pergerakan saham secara sektoral, saham-saham layanan minyak membalikkan beberapa kinerja terbaik pasar pada hari itu, memperpanjang rebound yang terlihat pada sesi sebelumnya dengan Philadelphia Oil Service Index melonjak 4,4 %, naik lebih lanjut dari penutupan terendah delapan belas tahun Kamis lalu.

Kekuatan yang signifikan juga terlihat di antara saham gas alam, sebagaimana tercermin pada lonjakan 3,6 % oleh NYSE Arca Natural Gas Index.

Berita tentang penangguhan hukuman untuk Huawei juga berkontribusi terhadap kekuatan yang cukup besar di antara saham semikonduktor, mendorong Philadelphia Semiconductor Index naik 1,9 %. Demikian juga saham jaringan, perangkat keras komputer dan ritel juga bergerak sangat signifikan bersama dengan sebagian besar sektor utama lainnya.

Bursa saham Amerika Serikat awal pekan yang ditutup beberapa saat lalu, kembali mencetak keuntungan lanjutan perdagangan akhir pekan lalu dengan pergerakan harian indeks utama menguat secara signifikan. Mayoritas indeks bergerak semakin menjauhi  posisi terendah dua bulan yang terjadi pekan lalu.

Indeks Dow Jones naik 249,78 poin atau 1 % menjadi 26.135,79, indeks Nasdaq melonjak 106,82 poin atau 1,4 % menjadi 8,002.81 dan S & P 500 melonjak 34,97 poin atau 1,2 % menjadi 2.923,65.
SOLID GOLD BERJANGKA 

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

Senin, 19 Agustus 2019

SOLID GOLD | Ditutup Di Zona Merah

SOLID GOLD - IHSG Tak Dapat Bertahan, Sesi I Ditutup Di Zona Merah


SOLID GOLD JAKARTA - Namun Indeks saham-saham unggulan LQ45 bisa bertahan dan ditutup naik tipis 0.07 % atau 0.68 poin ke level 980.98.

Ada sebanyak 10.46 miliar saham yang diperjual belikan pada sesi I ini dengan nilai transaksi sebesar Rp. 3.69 triliun. Sebanyak 203 saham yang harganya turun sementara hanya 184 saham yang harganya naik serta ada 123 saham yang stagnan.

Bursa-bursa utama Asia menunjukkan kemajuan pada siang hari ini, indeks Jepang, Nikkei225 naik 0.80 % atau 162.58 poin ke level 20.581.84. Demikian juga dengan indeks Hongkong yang masih menunjukkan kekuatannya ditengah kerusuhan yang masih berlangsung dengan hari ini, naik 2.18 % atau 557.68 poin ke level 26290.34.

IHSG yang tadi pagi ditutup menguat di level 6310.63 tidak mampu menutup Sesi I perdagangan di zona hijau, ditutup turun tipis 0.01 % atau 0.611 poin ke level 6286.05. Pasar mendapatkan tekanan yang cukup kuat dari 7 indeks sektoral yang merona merah siang hari ini, dipimpin oleh sektor perkebunan yang anjlok sebesar 0.90 %.

Sementara 3 indeks sektoral yang menguat dipimpin oleh infrastruktur yang naik sebesar 0.72 %.
SOLID GOLD 

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

Jumat, 16 Agustus 2019

SOLID BERJANGKA | Diuntungkan Data Ritel Amerika

SOLID BERJANGKA - Kenaikan Harga Minyak di Asia Diuntungkan Data Ritel Amerika Serikat 


SOLID BERJANGKA JAKARTA - Harga minyak mentah Brent yang merupakan acuan harga minyak internasional naik 31 sen atau 0,5 %  pada $ 58,54 per barel, setelah jatuh 2,1 % pada hari Kamis dan 3 % pada hari sebelumnya. Demikian juga harga minyak mentah Amerika Serikat naik 43 sen  atau 0,8 % pada $ 54,90 per barel, setelah turun 1,4 % pada sesi sebelumnya dan 3,3 % pada hari Rabu.

Data ekonomi Amerika Serikat yang kuat dirilis semalam seperti kenaikan data ritel memberikan beberapa tingkat kenyamanan karena menunjukkan prospek domestik Amerika Serikat yang kurang suram dan mengurangi kekhawatiran masalah resesi. Data penjualan ritel Amerika Serikat naik 0,7 % pada bulan Juli karena konsumen membeli berbagai barang  ketika mereka mengurangi pembelian kendaraan bermotor.

Sentimen yang membantu juga adalah komentar dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa negosiasi dengan China tentang perdagangan adalah  produktif, menunjukkan kemungkinan pelonggaran friksi perdagangan yang telah mengguncang pasar.

Untuk perdagangan selanjutnya secara teknikal menurut analyst, harga minyak WTI diperkirakan berusaha mendaki ke posisi resisten 55.30 – 56.25. Namun jika terjadi pergerakan sebaliknya akan turun ke posisi support 53.75 – 51.80.

Harga minyak mentah berjangka akhir pekan di tengah perdagangan sesi Asia hari Jumat pagi naik  setelah dua hari alami penurunan. Kenaikan harga didukung  data yang menunjukkan kenaikan penjualan ritel Amerika Serikat yang membantu meredakan kekhawatiran tentang resesi di ekonomi terbesar dunia.
SOLID BERJANGKA 

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

Kamis, 15 Agustus 2019

PT SOLID GOLD BERJANGKA | Meredanya Perang Dagang

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Turun Ke Bawah 1.1150 Dengan Bertumbuhnya Ketakutan Atas Resesi Jerman & Meredanya Perang Dagang


PT SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA - Kanselir Angela Merkel mengatakan bahwa ekonomi Jerman sedang memasuki fase yang sulit, menambahkan bahwa,”Kami akan bereaksi bergantung kepada situasi”. Perkataannya kelihatannya membuka pintu buat stimulus fiskal – meninggalkan kebijakan yang hemat dan perjuangan untuk “balance budget”.

Malapetaka ekonomi Jerman bisa disalahkan kepada perlambatan global dan jatuhnya permintaan dari Cina. Negara dengan perekonomian kedua terbesar di dunia ini telah melaporkan pertumbuhan hasil industri yang mengecewakan pada bulan Juli sebesar 4.8 % YoY – terendah dalam lebih dari satu dekade. Sementara perlambatan pertumbuhan ekonomi Cina sebagian disebabkan oleh perang dagang dengan Amerika Serikat.

Gedung Putih mengumumkan penundaan dari sebagian tarif baru atas impor barang-barang Cina dari tanggal 1 September ke 15 Desember – untuk melonggarkan penderitaan bagi para pembelanja (shoppers) Amerika Serikat menjelang Natal – di dalam pemutaran balik dari pengenaan pajak yang dramatis kurang dari dua minggu yang lalu. Presiden Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa kebijakan tarif nya hanya menyakiti Cina.

Pembalikan yang dilakukan oleh Trump ini telah mendorong naik saham-saham dan mengirim dollar Amerika Serikat ke tempat yang lebih tinggi karena kemungkinan untuk the Fed memangkas tingkat suku bunga telah jatuh. Di Eropa, Senat Itali bersiap untuk mengadakan pemungutan suara mosi tidak percaya pada tanggal 20 Agustus dengan prospek akan pemilihan yang baru. Politik di Itali kemungkinan akan menjadi penggerak utama sementara spekulasi mengenai resesi di zona Euro dan ketegangan perdagangan tetap menjadi sorotan.

Secara tehnikal, apabila turun terus maka pasangan matauang ini akan berhadapand dengan “support” terdekat di 1.1135 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1101 dan kemudian 1.1027. Sebaliknya apabila berbalik naik akan bertemu dengan “resistance” terdekat di 1.1200 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1225 dan kemudian 1.1250.

Ketika stagnasi dianggap kabar baik – hal ini menumpahkan masalah bagi ekonomi – dan bagi matauang. Jerman telah melaporkan ekonominya mengalami stagnasi selama 12 bulan sampai dengan bulan Juni setelah berkontraksi 0.1 % di kuartal kedua. Survei yang memprediksi ke depan dan dianggap sebagai “soft data” sekarang telah dikonfirmasi oleh bukti-bukti dari aktifitas yang telah terjadi (“Hard data”).

Melihat kepada survey saat ini dan angka-angka pada kuartal berjalan, ekonomi dari negara dengan perekonomian terbesar di zona euro kemungkinan sedang menuju ke resesi yang didepan mata – didefinisikan sebagai kontraksi selama dua kuartal berturut-turut.
PT SOLID GOLD BERJANGKA 

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

Rabu, 14 Agustus 2019

PT SOLID GOLD | Berita Bagus Dari Perdagangan

PT SOLID GOLD - Kenaikan GBP/USD Menjadi Terbatas Dengan Munculnya Berita Bagus Dari Perdagangan


PT SOLID GOLD JAKARTA - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Cina telah meningkat setelah Mitch McConnel, pemimpin dari Senat Amerika Serikat telah menyatakan dukungan bagi rakyat Hong Kong. Perkataannya datang setelah otoritas di negara-kota ini membatalkan penerbangan keluar dan media Cina melaporkan bahwa polisi bersenjata di tetangga Shenzhen berkumpul dalam jumlah yang banyak.

Intervensi Cina untuk membubarkan demonstrasi pro-Demokrasi di koneksi keuangan ini bisa memanaskan ketegangan lebih jauh diantara kedua negara dengan perekonomian terbesar di dunia ini. Para investor telah masuk dan berkumpul ke obligasi yang aman dan saham-saham jatuh. Sementara tindakan Beijing menetapkan Yuan diatas level yang diperkirakan oleh pasar, dan usaha untuk terus mendevaluasi matauangnya secara bertahap, membangkitkan kemarahan Washington.

Namun, pada Selasa malam muncul laporan baru mengenai rencana Amerika Serikat untuk menunda mengenakan tarif tambahan yang baru atas barang-barang impor dari Cina. Pejabat perdagangan Amerika Serikat mengatakan bahwa beberapa dari tarif yang baru tidak akan berlaku efektif sampai pertengahan bulan Desember, menambahkan bahwa kedua belah pihak akan menyelesaikan negosiasi perdagangan di dalam beberapa minggu yang akan datang.

Membaiknya sentimen pasar karena optimisme perdagangan yang baru menyebabkan imbal hasil obligasi treasury 10 tahun naik dengan tajam dan mendukung pemulihan USD. Terlebih lagi, probabilita dari Federal Reserve untuk membuat pemangkasan tingkat bunga yang agresif sebesar 50 basis poin pada bulan September melemah sehingga memberikan dorongan tambahan terhadap matauang Amerika Serikat ini. Indeks dollar Amerika Serikat menghapus semua kerugian pada hari sebelumnya dan naik ke ketinggian selama enam hari di 97.80.

Secara tehnikal, “support” awal menunggu di 1.2015 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2000 yang sangat penting secara psikologis dan kemudian diikuti secara dekat dengan 1.1985 kerendahan pada awal 2017. Sedangkan “resistance” awal menunggu di 1.2075, yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2130 yang merupakan tahanan pada minggu lalu dan kemudian 1.2210.

GBP/USD diperdagangkan diatas 1.2050. Amerika Serikat telah mengumumkan bahwa pengenaan tarif tambahan akan ditunda sampai pertengahan bulan Desember. Sebelumnya, upah Inggris mengatasi dari yang diperkirakan sementara tingkat pengangguran mengalami kenaikan.

Federal Reserve memangkas tingkat suku bunga karena dua hal yaitu ketegangan perdagangan dan inflasi yang rendah. Angka inflasi yang dihitung oleh Consumer Price Index (CPI) mengejutkan pasar dengan kenaikannya, menunjukkan harga konsumen umum naik 0.3 % MoM selama bulan lalu dan 1.8 % dari tahun yang lalu. Harga-harga inti juga muncul diatas daripada yang diperkirakan, naik 0.3% MoM dan 2.2 % YoY.
PT SOLID GOLD 

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

Selasa, 13 Agustus 2019

SOLID GOLD BERJANGKA | Kombinasi Dua Serum Sekaligus

SOLID GOLD BERJANGKA - Bolehkah Pakai Kombinasi Dua Serum Sekaligus Pada Wajah


SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA - Serum termasuk salah satu produk perawatan yang bisa menjaga kecantikan dan kesehatan kulit wajah. Tiap jenis serum memiliki bahan aktif berbeda dengan kegunaannya masing-masing. Ketika Anda memiliki masalah kulit yang beragam, serum yang digunakan pun sebenarnya bisa lebih dari satu macam. Namun, bolehkah pakai kombinasi dua atau lebih serum sekaligus?

Bolehkah pakai kombinasi dua serum wajah sekaligus?

Serum berbeda dengan pelembap. Menurut Dr. Abigail Waldman, dosen dermatologi di Harvard Medical School, formulasi serum sangat terkonsentrasi dan dirancang untuk meresap ke dalam kulit dengan cepat.

Hal ini membuat serum bisa bekerja secara cepat dan maksimal untuk mengatasi masalah kulit yang Anda alami. Lantas, bolehkah pakai kombinasi dua serum dalam satu waktu?

Sebenarnya hal ini boleh-boleh saja. Namun, pemakaiannya tak bisa sembarangan. Pasalnya setiap serum mengandung bahan aktif, formulasi, dan reaksi yang berbeda pada kulit.

Sembarangan mencampur dua atau lebih serum, yang juga disebut layering, bisa membuat kulit yang sensitif mengalami iritasi.

Oleh sebab itu, Anda harus tahu betul produk yang akan digunakan. Kunci untuk menggunakan lebih dari satu serum sekaligus adalah dengan mengombinasikan bahan aktif di dalamnya.

Cara aman mengombinasikan serum untuk banyak masalah kulit
Tidak semua serum bisa dipakai berbarengan. Misalnya, dua produk yang mengandung asam tidak boleh digabung karena pemakaiannya akan meningkatkan risiko iritasi kulit.

Selain bahan aktif, hal lain yang perlu diperhatikan adalah formulasinya. Serum yang lebih cair harus digunakan terlebih dahulu agar penyerapannya sempurna. Sementara serum yang lebih kental atau mengandung minyak sebaiknya digunakan setelahnya.

Anda juga sebaiknya tidak menggunakan lebih dari 3 produk serum setiap pemakaian. Pasalnya, terlalu banyak produk juga bisa membuat penyerapannya tidak maksimal dan risiko iritasi lebih tinggi.

Kombinasi dua serum yang sebaiknya dihindari

Serum yang dikombinasikan haruslah yang sesuai dengan permasalahan kulit Anda. Namun prinsipnya, perhatikan betul kandungan bahan aktifnya. Bahan-bahan tertentu bisa menimbulkan masalah jika digunakan secara berbarengan, seperti:

Vitamin C dan retinol
Serum vitamin C berfungsi sebagai antioksidan yang bisa membantu melawan kerusakan kulit akibat matahari dan polutan. Selain itu, vitamin C juga membantu menyamarkan bintik gelap dan merangsang produksi kolagen untuk mengurangi garis halus.

Sementara itu, retinol dan retinoid merupakan turunan vitamin A yang bisa menyamarkan bintik cokelat dan garis halus. Akan tetapi, bahan aktif ini bisa membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap cahaya.

Vitamin C dan retinol hanya bekerja secara optimal di kadar pH yang berbeda. Vitamin C diformulasikan berada di pH kurang dari 3,5 sementara retinol bekerja paling maksimal di pH 5,5 sampai 6.

Oleh karena itu, sebaiknya gunakan vitamin C dan retinol di waktu terpisah misal, pagi dan malam hari. Jangan pakai kombinasi dua serum ini dalam satu waktu.

AHA atau BHA dan retinol
Alpha hydroxy acid (AHA) dan beta hydroxy acid (BHA) adalah senyawa yang digunakan untuk mengeksfoliasi. Kedua bahan aktif ini juga digunakan untuk meratakan warna kulit wajah.

Sementara retinol digunakan untuk mengobati jerawat dan mengurangi bintik cokelat, garis halus, serta kerutan.

Ketika digunakan sekaligus, kedua jenis bahan aktif ini bisa menyebabkan kulit sangat kekeringan. Kulit yang sangat kering tidak hanya rentan mengelupas, tapi juga mengalami kemerahan dan iritasi.

Oleh karena itu, kombinasi dua serum antara AHA dan retinol atau BHA dan retinol tidak direkomendasikan dipakai bersamaan. Gunakan salah satunya saja bergantian di pagi atau malam hari.

Benzoil peroksida dan retinol
Serum yang mengandung benzoil peroksida dan retinol sebaiknya tidak digunakan secara bersamaan. Ini karena kombinasi kedua produk ini bisa menghilangkan efek satu sama lain.

Selain itu, retinol juga tidak boleh digunakan dengan produk yang mengandung asam seperti vitamin C karena bisa mengiritasi kulit.
SOLID GOLD BERJANGKA 

Sumber : Hellosehat


Baca Juga :

Senin, 12 Agustus 2019

SOLID GOLD | Meningkat $ 80 Pada Minggu Lalu

SOLID GOLD - Emas Tinggal Tenang Di $ 1,500, Meningkat $ 80 Pada Minggu Lalu


SOLID GOLD JAKARTA - Indeks saham global yang utama menderita kerugian yang besar, permintaan yang kuat untuk obligasi Treasury membebani imbal hasil, dan metal berharga mengkapitalisir atmosfir yang “risk-off” sebagai “safe-haven” yang tradisional.

Berkomentar mengenai kondisi pasar, analis dari ANZ mengatakan,”Kami percaya emas tetap relevan dengan meningkatnya resiko geopolitik dan ekonomi. Investor akan terus menggeser posisi portofolio strategis mereka ke emas.”

Diatas dari meningkatnya permintaan akan emas, lemahnya USD secara meluas pada minggu lalu mendukung rally dari metal berharga kuning. Dengan Presiden Amerika Serikat Trump secara agresif meminta the Fed untuk memangkas tingkat suku bunga dan imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun Amerika Serikat jatuh ke level terendah sejak bulan Oktober 2016, indeks dollar Amerika Serikat sedang  membukukan kerugian mingguan sekitar 0.6 %.

Secara tehnikal, “support” awal menunggu di $ 1,491 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $ 1,481dan kemudian $ 1,472. Sedangkan “resistance” awal menunggu di $ 1,510 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $ 1,519 dan kemudian $1,529.

Setelah memulai minggu lalu di $ 1,412, metal berharga naik ke level tertinggi sejak bulan April 2013 pada $ 1,510 sebelum menghabiskan hari perdagangan terakhir di dalam fase konsolidasi. Pada saat ini emas berjangka diperdagangkan disekitar $ 1,500.

Pemangkasan tingkat suku bunga yang mengejutkan dari Reserve Bank of India dan Reserve Bank of New Zealand karena keprihatinan atas dampak potensial dari perang dagang Amerika-Cina yang berkepanjangan terhadap ekonomi global dan ketakutan akan perang matauang habis-habisan memaksa para investor untuk mencari tempat pengungsian sepanjang minggu yang lalu.
SOLID GOLD 

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

Jumat, 09 Agustus 2019

SOLID BERJANGKA | AMD Sumbang Keuntungan

SOLID BERJANGKA - Bursa Amerika Rally Kuat Merespon Data Ekspor China, AMD Sumbang Keuntungan


SOLID BERJANGKA JAKARTA - Data diatas meredakan kekhawatiran tentang dampak dari sengketa perdagangan Amerika-China meskipun itu mencerminkan periode sebelum eskalasi terbaru dalam perang perdagangan. Sementara itu, bank sentral China menetapkan titik tengah untuk yuan di atas 7,00 per dollar untuk pertama kalinya dalam satu dekade, tetapi tidak selemah yang diperkirakan banyak orang.

Melihat pergerakan secara sektoral, saham-saham perangkat lunak bergerak naik tajam selama sesi perdagangan, mendorong Dow Jones U.S. Software Index naik 2,9 %. Kekuatan signifikan juga terlihat di antara saham semikonduktor, sebagaimana tercermin oleh lonjakan 2,7 % oleh Philadelphia Semiconductor Index.

Saham Advanced Micro Devices (AMD) membukukan keuntungan yang signifikan setelah meluncurkan chip server generasi kedua dengan Google dan Twitter sebagai pelanggan. Saham energi, bioteknologi, dan bahan kimia juga melihat kekuatan yang cukup besar pada hari itu, bergerak lebih tinggi bersama dengan sebagian besar sektor utama lainnya.

Dari sisi ekonomi Amerika Serikat, Departemen Tenaga Kerja merilis laporan yang secara tak terduga menunjukkan penurunan moderat dalam klaim pertama kali untuk tunjangan pengangguran pada minggu yang berakhir 3 Agustus. Laporan itu mengatakan klaim pengangguran awal merosot ke 209.000, penurunan 8.000 dari level revisi pekan sebelumnya 217.000.

Bursa saham Amerika berhasil mencetak keuntungan yang merata di semua indeksnya pada akhir perdagangan sesi Jumat dini hari tadisetelah perdagangan sebelumnya mixed dengan Dow Jones masih di zona merah. Semua indeks bergerak rally merespon positif terhadap laporan  pertumbuhan tahunan ekspor China yang tak terduga.

Indeks Dow Jones naik 371.12 poin atau 1,4 % menjadi 26.378,19, Nasdaq melonjak 176,33 poin atau 2,2 % menjadi 8.039,16 dan S&P 500 melonjak 54,11 poin atau 1,9 % menjadi 2.938,09.

Laporan kantor Bea dan Cukai China menunjukkan ekspor China pada bulan Juli naik 3,3 % dibandingkan bulan yang sama tahun lalu, padahal sebelumnya diperkirakan terjadi penurunan 2 %. Demikian secara tahunan  menunjukkan penurunan 5,6 %, yang lebih kecil dari penurunan 8,3 % yang diperkirakan.
SOLID BERJANGKA 

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

Kamis, 08 Agustus 2019

PT SOLID GOLD BERJANGKA | Lawan Profit Taking

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Keuntungan Bursa Amerika Mixed, Dow Jones Tidak Kuat Lawan Profit Taking


PT SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA - Tekanan jual awal di bursa Wall Street terjadi ketika meningkatnya tensi perang perdagangan Amerika-China membuat para investor kini memperhatikan perkembangan forex global. Bank Rakyat China menetapkan titik tengah untuk perdagangan yuan pada 6,9996 per dollar, sedikit lebih kuat dari level utama 7,00 per dollar, tetapi 0,4 % lebih lemah dari 6,9683 pada hari Selasa.

Sentimen negatif juga merespon terhadap pendapatan mengecewakan dari Disney, dengan saham raksasa hiburan tersebut merosot sebesar 4,9 %. Disney melaporkan hasil kuartal ketiga fiskal yang meleset dari estimasi analis.

Investor juga mengkhawatirkan mencerna pemotongan suku bunga yang agresif oleh bank sentral di India, Selandia Baru dan Thailand di tengah kekhawatiran tentang dampak global perang perdagangan Amerika-China.

Mengutip penurunan suku bunga luar negeri, Presiden Donald Trump mengklaim dalam serangkaian posting di Twitter bahwa masalahnya adalah “bukan China” melainkan Federal Reserve yang “terlalu bangga untuk mengakui kesalahan mereka bertindak terlalu cepat dan terlalu ketat”

“Mereka harus memotong suku bunga lebih besar dan lebih cepat, dan menghentikan pengetatan kuantitatif konyol mereka SEKARANG,” tweeted Trump. “Kurva imbal hasil terlalu tinggi, dan tidak ada inflasi!”

Melihat pergerakan secara sektoral, saham emas menunjukkan pergerakan signifikan ke atas yang mendorong Indeks Emas dan Perak Philadelphia naik 1,8 %. Dengan lompatan tersebut, indeks mengakhiri sesi pada level penutupan terbaik dalam lebih dari setahun.

Kekuatan yang cukup besar juga muncul  pada saham bahan kimia, sebagaimana tercermin oleh kenaikan 1,4 % yang diposting oleh Indeks Sektor Kimia S&P. Indeks rebound setelah mengakhiri sesi sebelumnya pada penutupan terendah dua bulan.

Demikian juga saham real estate perumahan dan komersial juga bergerak lebih tinggi selama sesi, namun ada 3 sektor yang bergerak sebaliknya seperti  saham keuangan, layanan minyak, dan telekomunikasi.

Aksi profit taking menekan perdagangan bursa saham Amerika Serikat setelah perdagangan sebelumnya alami kekuatan yang signifikan, namun 2 indeks utama berhasil kuat hingga penutupan sesi  Kamis pagi. Hanya Dow Jones yang kembali masuk zona merah.

Setelah anjlok hampir 600 poin pada awal perdagangan hingga mencapai level terendah dua bulan, indeks Dow Jones sempat rebound signifikan tetapi mengakhiri sesi turun 22,45 poin atau 0,1 % pada 26.007,07. Sementara itu, indeks Nasdaq  naik 29,56 poin atau 0,3 % menjadi 7.862,83 dan indeks S&P 500 naik tipis 2,21 poin atau 0,1 % menjadi 2.883,98.
PT SOLID GOLD BERJANGKA 

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :