Head Office PT. Solid Gold Berjangka

Jl. KH. Mansyur Kav. 126, Jakarta Pusat 10220 Telp : 021-29675088 (Hunting), Fax : 021-29675089

PT. Solid Gold Berjangka Lampung

Jl. Ahmad Yani No. 55, Tanjung Karang - Bandar Lampung 35117 Telp : 0721-255038, Fax : 0721-255027

PT. Solid Gold Berjangka Palembang

Jl. Sumpah Pemuda Blok 1 No. 7 C-E, Lorok Pakjo, Palembang 30137 Tel : 0711-363300 Fax : 0711-363613

PT. Solid Gold Berjangka Makassar

Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 108 A-B, Makassar 90124 Telp : 0411-851010, Fax : 0411-851090

PT. Solid Gold Berjangka Semarang

Gedung Menara SUARA MERDEKA Lt. 3. Jl. Pandanaran No. 30 Semarang 50134 Telp : 024-3583979, 3583980 Fax : 024-3583978

Tampilkan postingan dengan label harga emas hari ini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label harga emas hari ini. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 April 2026

Solid Gold Berjangka | Emas Turun usai Trump Kirim Sinyal Campuran soal Iran

Solid Gold Berjangka | Emas Turun usai Trump Kirim Sinyal Campuran soal Iran

Harga Emas hari ini – Harga emas melemah setelah pidato Presiden AS Donald Trump tidak memberi kejelasan mengenai penyelesaian perang di Timur Tengah. Logam mulia sempat menguat, tetapi kemudian berbalik turun ketika pasar menilai pesan Trump membuka peluang eskalasi sekaligus de-eskalasi.

Bullion turun hingga 2,3% setelah Trump menyatakan konflik yang telah berlangsung sekitar sebulan “mendekati selesai”, namun pada saat yang sama menegaskan AS akan menyerang Iran “sangat keras” dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Trump juga menyebut operasi militer hampir mencapai target, serta meminta sekutu yang bergantung pada pasokan minyak Timur Tengah ikut membantu mengatasi kondisi Selat Hormuz yang nyaris tertutup.

Pergerakan lintas aset berlangsung serempak: ekuitas melemah, dolar AS menguat, dan harga minyak melonjak di tengah kekhawatiran soal arus energi melalui Selat Hormuz. Sebelum perang, jalur strategis ini menjadi rute transit sekitar seperlima minyak dunia dan LNG, sehingga gangguan berlarut membuat pasar sensitif terhadap setiap sinyal eskalasi.

Dalam situasi ini, daya tarik emas sebagai aset lindung nilai terlihat berkurang. Selama konflik, pola yang berulang adalah investor melepas posisi emas untuk menutup kerugian di aset lain, sehingga arus likuidasi kerap menekan harga meski ketidakpastian geopolitik meningkat.

Sejumlah analis menilai pidato Trump lebih menekankan narasi “keberhasilan militer” ketimbang sinyal gencatan senjata. Setelah reli tajam yang sempat membawa emas menyentuh area US$4.800 intraday, pasar mulai memperhitungkan momentum yang berpotensi melambat jika selera risiko menyusut akibat kekhawatiran operasi AS dapat melebar, termasuk risiko operasi darat.

Pada perdagangan Kamis pagi di Singapura, harga spot emas turun 1,2% ke US$4.703,18 per ons. Perak melemah 2,8% ke US$72,98, sementara platinum dan palladium juga turun. Di sisi lain, Bloomberg Dollar Spot Index naik sekitar 0,2%, menegaskan penguatan dolar yang turut membebani harga emas.

Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Rabu, 01 April 2026

PT Solid Gold | Emas Naik! Apa yang Mendorong Kenaikan Ini?

PT Solid Gold | Emas Naik! Apa yang Mendorong Kenaikan Ini?

Harga Emas hari ini – Harga emas pada sesi Asia hari ini mencatatkan lonjakan signifikan, diperdagangkan di kisaran $4537 per ounce. Kenaikan ini terutama dipicu oleh ketidakpastian geopolitik yang terus meningkat, dengan ketegangan di Selat Hormuz dan kebijakan moneter yang dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar dolar AS. Situasi ini mendorong investor untuk beralih ke emas sebagai aset aman, menciptakan permintaan yang kuat di pasar

Namun, meskipun harga emas menunjukkan tren positif, tantangan tetap ada. Kebijakan moneter ketat di beberapa negara besar, seperti Amerika Serikat, dapat menekan permintaan terhadap logam mulia ini. Dengan ketegangan politik yang terus berkembang dan prospek ekonomi yang berubah-ubah, pasar emas tetap penuh ketidakpastian, membuat banyak pihak bertanya-tanya apakah harga ini akan bertahan atau justru berbalik arah.

PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Selasa, 31 Maret 2026

Solid Gold | Emas Masih Rapuh, Arah Pekan Ini Ditentukan Dolar dan Minyak

Solid Gold | Emas Masih Rapuh, Arah Pekan Ini Ditentukan Dolar dan Minyak

Harga Emas hari ini – Emas bergerak dalam tekanan tinggi dengan volatilitas yang masih sangat ekstrem. Secara umum, arah harga emas tidak semata ditentukan oleh fungsi safe haven, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh penguatan dolar AS, pergerakan imbal hasil obligasi, serta kekhawatiran bahwa lonjakan harga energi dapat membuat suku bunga tetap tinggi lebih lama. Di satu sisi, ketegangan geopolitik dan belum selesainya konflik sempat memicu minat beli kembali. Namun di sisi lain, narasi inflasi energi dan potensi kebijakan moneter yang lebih hawkish terus menahan ruang penguatan emas. Akibatnya, emas bergerak fluktuatif: sempat tertekan tajam, lalu pulih saat harga minyak mereda dan harapan diplomasi muncul, kemudian kembali melemah saat dolar menguat, sebelum akhirnya rebound kuat karena aksi bargain hunting dan kembalinya premi risiko geopolitik.

Sementara itu, harga minyak sepanjang periode ini tetap didominasi oleh premi geopolitik yang tinggi akibat konflik Iran dan gangguan di Selat Hormuz. Pasar menilai risiko pasokan bukan lagi sekadar sentimen jangka pendek, melainkan sudah mengarah ke gangguan yang lebih struktural karena lalu lintas tanker terganggu, biaya logistik meningkat, dan kepastian jalur pelayaran belum pulih. Harapan diplomasi memang sempat menekan harga, tetapi sentimen itu berulang kali tertahan oleh belum jelasnya posisi kedua pihak serta berlanjutnya serangan di kawasan. Akibatnya, minyak tetap sensitif terhadap setiap perkembangan politik dan militer, dengan ayunan harga yang tajam dalam waktu singkat.

Secara keseluruhan, pasar berada dalam kondisi sangat rapuh dan bergantung pada dua faktor utama: arah konflik Timur Tengah dan dampaknya terhadap harga energi. Untuk emas, konflik bisa menjadi penopang lewat permintaan safe haven, tetapi kenaikan minyak juga bisa menjadi beban jika memicu ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama. Untuk minyak, fokus utama tetap pada risiko pasokan, jalur pelayaran Hormuz, dan kemungkinan deeskalasi atau justru eskalasi lanjutan. Intinya, kedua aset sama-sama bergerak di bawah bayang-bayang geopolitik, inflasi energi, dan ketidakpastian kebijakan global.

Prediksi pekan ini.

Dalam satu pekan ke depan, skenario emas masih terbagi ke tiga arah utama. Skenario bullish moderat bisa terbuka jika mulai muncul tanda de-eskalasi konflik dan harga minyak ikut mereda, karena itu akan membantu meredakan kekhawatiran inflasi serta menurunkan tekanan dari ekspektasi suku bunga tinggi. Dalam kondisi ini, emas berpeluang rebound dengan area penting di 4.500–4.555; jika mampu ditembus dengan kuat, kenaikan bisa berlanjut ke kisaran 4.620–4.700. Sebaliknya, skenario bearish lanjutan tetap perlu diwaspadai jika dolar AS bertahan kuat, minyak terus naik, dan pasar makin yakin The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Dalam situasi ini, emas berisiko turun ke area support 4.450–4.430, lalu menguji 4.380, bahkan membuka peluang ke 4.300–4.200 jika tekanan jual membesar.

Namun untuk saat ini, skenario yang paling realistis masih sideways volatile, yaitu emas bergerak fluktuatif di rentang 4.430–4.555 sambil menunggu arah baru dari perkembangan geopolitik dan respons pasar terhadap inflasi energi. Artinya, emas masih berada di tengah tarik-menarik antara fungsi safe haven di satu sisi dan tekanan dari dolar, yield, serta harga minyak di sisi lain. Karena itu, kesimpulan sederhananya adalah bias emas masih netral ke bearish ringan selama belum mampu kembali stabil di atas 4.500–4.555. Jika harga berhasil menembus 4.555, peluang pemulihan akan membaik, tetapi jika turun di bawah 4.430, risiko pelemahan lanjutan akan kembali dominan.

BCO yang saat ini bergerak di sekitar 108 masih menunjukkan kecenderungan bullish dengan volatilitas tinggi untuk satu pekan ke depan. Secara teknikal, tren naik masih terjaga selama harga mampu bertahan di atas area 105–103, yang menjadi support penting jangka pendek. Selama area itu tidak ditembus, minyak masih punya peluang melanjutkan kenaikan ke 110, lalu 112–115, bahkan membuka ruang menuju 118–120 jika tensi geopolitik kembali meningkat. Namun, jika harga turun di bawah 103, risiko koreksi akan membesar dengan target pelemahan ke 100 hingga 97–95.

Dari sisi fundamental, harga minyak tetap ditopang oleh premi geopolitik yang tinggi akibat konflik Iran dan gangguan jalur energi utama, terutama di sekitar Selat Hormuz. Pasar masih melihat risiko pasokan global belum benar-benar mereda, sehingga harga minyak cenderung tetap kuat meski sesekali terkoreksi karena aksi ambil untung. Artinya, untuk seminggu ke depan, skenario yang paling realistis adalah minyak tetap bergerak kuat namun dengan ayunan yang tajam, di mana arah harga akan sangat bergantung pada perkembangan konflik, jalur diplomasi, dan kondisi pasokan energi global.

Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Selasa, 17 Maret 2026

Solid Gold | Dolar Perpanjang Pelemahan saat Brent Turun ke $100

 

Harga Emas hari ini - Dolar AS melemah dan harga minyak turun pada Senin (16/3), mencerminkan optimisme investor bahwa aktivitas pelayaran di Selat Hormuz akan meningkat seiring kembalinya minat terhadap asset berisiko (risk appetite) ke pasar. Kondisi ini memicu pergeseran dari mode defensif menuju risk-on, menekan dolar setelah reli kuat pada akhir pekan lalu.

Bloomberg Dollar Spot Index turun sekitar 0,7%—penurunan terbesar dalam hampir dua bulan—setelah sempat menyentuh level tertinggi tiga bulan pada Jumat. Valentin Marinov, Head of G-10 FX Research Credit Agricole, menilai rebound risk sentiment ini salah satunya dipicu seruan Presiden AS Donald Trump kepada NATO agar mendukung upaya AS membuka kembali Hormuz. Namun ia menambahkan respons sekutu masih “hangat-hangat kuku”, yang bisa menandakan opsi Trump untuk menahan lonjakan harga minyak semakin terbatas—terutama ketika reli energi mulai menekan elektabilitas Partai Republik menjelang pemilu paruh waktu.

Trump mengatakan ia “menuntut” negara-negara lain ikut berkontribusi dalam pertahanan Selat Hormuz. Sementara itu, Iran membantah klaim Trump bahwa Teheran ingin pembicaraan gencatan senjata, dan justru melancarkan serangan baru di kawasan Teluk Persia yang memaksa penghentian penerbangan di bandara utama Dubai—kembali mengingatkan pasar bahwa risiko geopolitik belum hilang meski risk-on mulai muncul.

Di pasar obligasi, yield Treasury AS 10 tahun turun 6 bps ke sekitar 4,22%, setelah naik total 14 bps pekan lalu. Turunnya yield memperkuat pelemahan dolar dan membantu mata uang utama lain menguat.

Pada pasangan USD/JPY, dolar sempat turun hingga 0,5% ke sekitar 158,99 setelah menyentuh 159,75 pada Jumat—level tertinggi sejak Juli 2024. Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan otoritas siap merespons pergerakan pasar valuta dengan langkah tegas bila diperlukan. ING menilai area mendekati 160 sudah berada dalam “wilayah intervensi”, meski peluang intervensi terkoordinasi dengan Washington dinilai kecil.

Di Eropa, EUR/USD melonjak sekitar 0,9% ke 1,1518. Di Kanada, USD/CAD turun sekitar 0,3% ke 1,3675 setelah inflasi Kanada melambat lebih besar dari perkiraan pada Februari. GBP/USD turut menguat sekitar 0,8% ke 1,3333. - Solid Gold

Sumber : Newsmaker.id

Senin, 16 Maret 2026

PT Solid | Nominasi Warsh Tertahan, Konflik Politik Bayangi Kursi The Fed

 

Harga Emas hari ini - Nominasi Presiden Donald Trump terhadap Kevin Warsh untuk menjadi ketua Federal Reserve masih tertahan, di tengah benturan berlanjut antara Senator Partai Republik Thom Tillis dan Jaksa AS untuk Distrik Columbia Jeanine Pirro, ketika masa jabatan Jerome Powell sebagai ketua The Fed tinggal hitungan minggu. Reuters melaporkan Pirro tetap melanjutkan upaya banding atas putusan hakim yang membatalkan subpoena grand jury dalam penyelidikan kriminal terhadap Powell terkait renovasi gedung The Fed.

Hakim Distrik AS James Boasberg menyatakan tidak ada bukti substansial bahwa Powell melakukan pelanggaran, dan menilai penyelidikan itu tampak sebagai dalih untuk menekan bank sentral agar menurunkan suku bunga atau mendorong Powell mundur. Putusan itu justru memperkuat tudingan campur tangan politik terhadap independensi The Fed, isu yang kini menjadi pusat tarik-menarik di Washington.

Secara praktis, keputusan Pirro untuk terus mengajukan banding ikut menahan proses Warsh. Tillis, yang duduk di komite Senat yang akan menilai nominasi tersebut, menegaskan tidak akan mendukung kemajuan kandidat The Fed mana pun selama penyelidikan terhadap Powell belum ditutup. Sikap ini membuat nasib Warsh kini sangat bergantung pada cepat atau lambatnya proses banding berjalan.

Masa jabatan Powell sebagai ketua The Fed berakhir pada 15 Mei, tetapi masa jabatannya sebagai gubernur masih berlanjut. Itu berarti jika Senat belum mengonfirmasi Warsh sebelum rapat FOMC 16–17 Juni, Powell tetap dapat memimpin pertemuan penetapan suku bunga—sebuah ironi politik yang berpotensi menggagalkan tujuan lama Trump untuk segera mengganti pucuk pimpinan bank sentral.

Kasus ini menambah tekanan pada isu independensi Federal Reserve, di saat Trump terus mendorong perubahan arah kebijakan moneter dan komposisi pimpinan bank sentral. Dengan banding masih berjalan dan resistensi di Senat belum surut, proses pergantian ketua The Fed kini bukan hanya soal nominasi, tetapi juga soal seberapa jauh tekanan politik dapat menembus pagar kelembagaan bank sentral AS. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Kamis, 12 Maret 2026

Solid Gold Berjangka | Data Inflasi Redam Pemangkasan, Emas Tertahan di Tengah Perang Iran

 

Harga Emas hari ini - Harga emas bergerak melemah setelah rilis inflasi bulanan AS mengurangi peluang Federal Reserve memangkas suku bunga, di saat perang di Timur Tengah masih berlarut-larut. Bullion bertahan di sekitar $5.160 per ons pada perdagangan awal setelah turun tipis pada sesi sebelumnya.

Meski inflasi inti AS terpantau relatif jinak pada awal tahun sebelum konflik pecah pasar kini lebih fokus pada risiko inflasi ke depan. Kekhawatiran “berwawasan ke depan” meningkat seiring dengan mengalirnya energi dan menjalankan rantai pasok, sehingga kemungkinan The Fed menurunkan biaya pinjaman yang dinilai semakin kecil. Di Eropa, Uni Eropa juga mengurangi tingkat inflasi yang berpotensi menembus 3% tahun ini.

Konflik AS–Israel vs Iran kini memasuki hari ke-13 dan terus mengganggu produksi minyak serta aktivitas pengilangan di Timur Tengah. Harga minyak naik untuk hari kedua karena pasar menilai risiko jangka panjang perang masih lebih dominan dibandingkan rilis cadangan darurat terbesar sepanjang sejarah oleh negara-negara maju. Presiden Donald Trump juga mengindikasikan AS dapat menggunakan Strategic Petroleum Reserve (SPR) untuk membantu menekan harga.

Bagi emas, prospek suku bunga yang lebih tinggi lebih lama menjadi hambatan karena emas batangan tidak memberikan hasil yang tidak seimbang. Di saat yang sama, emas juga sering dipakai sebagai sumber likuiditas ketika investor perlu memperkuat bagian lain dari portofolionya. Sejak perang pecah, kepemilikan emas di ETF cenderung menurun, meski pada Selasa sempat tercatat arus masuk setelah pekan lalu terjadi penurunan terbesar dalam lebih dari dua tahun.

Meskipun pergerakan belakangan berombak dan momentum kenaikan tertahan sejak perang dimulai pada 28 Februari, emas masih mencatat kenaikan yang kuat sepanjang tahun ini karena diperkirakan sebagai aset lindung nilai ketika geopolitik meningkat.

Pada pembaruan terakhir di Asia, emas spot turun tipis, sementara perak melemah dan platinum serta paladium ikut turun. Indeks dolar Bloomberg menguat tipis, menambah tekanan pada logam mulia. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmasker.id

Senin, 09 Maret 2026

PT Solid Gold | Nikkei Anjlok 6% karena Saham Chip dan Keuangan Tertekan

 

Harga Emas hari ini - Indeks Saham Nikkei turun tajam sebesar 6,0% pada hari Senin, 9 Maret, menjadi 52.270,16. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran tentang kenaikan harga energi di tengah konflik Timur Tengah, serta tanda-tanda baru melemahnya pasar tenaga kerja AS, yang membebani sentimen risiko.

Saham sektor chip dan keuangan memimpin penurunan. Kioxia Holdings anjlok 10%, SoftBank Group turun 10%, sementara Mizuho Financial Group turun 7,4% di tengah aksi jual yang meluas.

Di pasar valuta asing, dolar AS berada di 158,39 yen, dibandingkan dengan 157,82 yen pada penutupan pasar saham Tokyo Jumat lalu. Pergerakan yen dan dolar menjadi fokus karena berpotensi memengaruhi prospek pendapatan emiten, terutama yang sensitif terhadap nilai tukar.

Investor kini memantau dengan cermat perkembangan di Iran, dinamika harga minyak, dan langkah-langkah kebijakan pemerintah Jepang untuk menanggapi kenaikan biaya energi. Arah pasar diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh apakah tekanan harga energi akan berlanjut dan bagaimana pemerintah menanggapi risiko inflasi dan daya beli domestik. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Jumat, 06 Maret 2026

PT Solid Gold Berjangka | Saham Asia Terseret Perang Iran!

 

Harga Emas hari ini - Saham Asia melemah pada Jumat, memperpanjang aksi jual aset berisiko seiring konflik Timur Tengah yang berkepanjangan dan gelombang serangan terbaru dari Iran. Pelemahan ini menempatkan pasar regional di jalur penurunan mingguan terdalam dalam enam tahun, sementara harga minyak justru terkoreksi tipis di awal perdagangan.

Bursa Jepang dan Australia turun, menekan MSCI Asia Pacific Index sekitar 0,5%. Indeks tersebut telah merosot kira-kira 7% sejak perang dimulai, mencerminkan pergeseran cepat sentimen investor dari risiko ke aset defensif di tengah ketidakpastian durasi konflik.

Di pasar global, obligasi AS kembali tertekan dan dolar menguat pada sesi AS, menempatkan mata uang tersebut menuju pekan terbaik sejak 2024. Indeks saham AS juga turun pada Kamis, meski sempat memangkas penurunan dari level terendah intraday, menggarisbawahi rapuhnya kepercayaan pasar saat volatilitas meningkat.

Perhatian utama masih tertuju pada energi. West Texas Intermediate (WTI) turun hingga 2,5% mendekati $79 per barel pada Jumat, setelah pemerintah AS mempertimbangkan berbagai opsi untuk meredam lonjakan harga minyak dan bensin di tengah perang, menurut pernyataan pejabat terkait. Meski melemah di pembukaan, minyak masih menuju kenaikan mingguan terbesar sejak 2022, ditopang kekhawatiran gangguan pasokan.

Serangan AS–Israel terhadap Iran telah mengguncang pasar energi global dan mendorong minyak AS ke level tertinggi multi-tahun, terutama karena risiko hambatan pasokan melalui Selat Hormuz. Ketidakpastian ini mulai mengganggu arus ke pembeli utama, dengan China sebagai importir terbesar disebut berupaya menghemat konsumsi bahan bakar, yang pada gilirannya memperbesar risiko inflasi dan volatilitas pasar bila konflik berlanjut.

Fokus pasar berikutnya beralih ke rilis data tenaga kerja AS, terutama laporan payrolls, setelah data awal menunjukkan klaim pengangguran berada dekat level terendah dalam setahun di tengah rendahnya pemutusan hubungan kerja. Data payrolls diperkirakan menunjukkan laju perekrutan melambat dibanding bulan sebelumnya dengan tingkat pengangguran stabil, sementara pasar menimbang dua arah risiko: angka kuat berpotensi meredam spekulasi pelonggaran suku bunga, namun angka lemah dapat menaikkan ekspektasi pemangkasan dengan bayang-bayang risiko stagflasi jika guncangan energi bertahan. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Senin, 02 Maret 2026

PT Solid | Premi Geopolitik Kembali Dominan, Minyak Menguat

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak menguat tajam pada hari Jumat (27/2) seiring pasar kembali memasang premi risiko geopolitik setelah pembicaraan nuklir AS–Iran diperpanjang tanpa terobosan. Kekhawatiran potensi gangguan pasokan di Timur Tengah—terutama risiko di jalur strategis seperti Selat Hormuz—membuat trader tetap waspada meski jalur diplomasi masih berjalan.

Pada update terbaru, Brent diperdagangkan di sekitar $73,14/barel (+3,24%), sementara WTI berada di $67,06/barel (+2,83%). Kenaikan ini mempertegas reli harian di tengah perubahan headline negosiasi, yang membuat harga bergerak cepat mengikuti persepsi risiko pasokan.

Dari sisi headline, pasar menilai putaran pembicaraan di Jenewa masih rapuh: sempat muncul laporan kebuntuan terkait isu pengayaan uranium, sebelum mediator Oman menyampaikan ada kemajuan dan menyebut pembahasan akan berlanjut pekan depan di Wina pada level teknis. Ketidakpastian inilah yang menjaga risk premium tetap “nempel” pada harga minyak.

Di sisi suplai, pelaku pasar juga menunggu rapat OPEC+ terkait kebijakan produksi April, dengan ekspektasi kenaikan output yang moderat. Namun, survei ekonom yang dikutip Reuters menunjukkan meski premi risiko bisa mengangkat harga dalam jangka pendek, kekhawatiran oversupply global berpotensi membatasi kenaikan lebih lanjut pada paruh berikutnya tahun ini. 

Sumber : Newsmaker.id

Kamis, 26 Februari 2026

Solid Gold Berjangka | Emas Stabil Sanksi Iran dan Isu Tarif AS Jadi Fokus

 

Harga Emas hari ini - Harga emas bergerak stabil pada perdagangan awal, ketika pelaku pasar menimbang ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta dampak kebijakan tarif AS terhadap perdagangan global. Emas bertahan di sekitar $5.170 per ons setelah mengakhiri sesi sebelumnya dengan kenaikan 0,4%, menandakan minat defensif masih terjaga di tengah volatilitas headline.

Sentimen safe haven mendapat dukungan setelah AS menjatuhkan sanksi terhadap lebih dari 30 entitas yang dituding mendukung penjualan minyak dan pasokan senjata Iran. Langkah ini meningkatkan tekanan terhadap Teheran menjelang putaran terbaru pembicaraan nuklir yang dijadwalkan berlangsung Kamis sore di Jenewa, sehingga risiko geopolitik tetap menjadi faktor utama yang dipantau pelaku pasar.

Di sisi kebijakan perdagangan, pemerintahan Presiden Donald Trump disebut terus mendorong langkah untuk mempertahankan agenda tarifnya. Ketidakpastian meningkat setelah Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menyatakan Trump akan menandatangani arahan untuk menaikkan tarif global menjadi 15% “jika sesuai”. Pernyataan ini memperkuat persepsi bahwa arah kebijakan tarif masih bisa berubah cepat, yang berpotensi menambah ketegangan dengan mitra dagang dan menjaga volatilitas pasar global.

Pada pukul 07.29 waktu Singapura, harga emas spot naik tipis 0,1% ke $5.170,75/oz. Perak relatif stabil di $89,16, sementara platinum dan paladium mencatat kenaikan. Di pasar mata uang, Bloomberg Dollar Spot Index menutup sesi sebelumnya turun 0,2%, turut membantu menopang harga logam mulia. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Selasa, 24 Februari 2026

Solid Gold | Bursa Asia Menguat, Wall Street Jatuh Tak Menular

 

Harga Emas hari ini - Pasar saham Asia-Pasifik menguat pada hari Selasa, bergerak berlawanan arah dari Wall Street yang melemah sehari sebelumnya. Investor di Asia menimbang dua isu besar yang masih membayangi global: ancaman tarif baru Presiden AS Donald Trump dan kekhawatiran bahwa kecerdasan buatan (AI) dapat mengganggu model bisnis perangkat lunak perusahaan.

Trump menulis di Truth Social bahwa negara mana pun yang ingin “bermain-main” dengan keputusan Mahkamah Agung akan “dihadapi dengan tarif yang jauh lebih tinggi.” Pernyataan ini setelah keputusan pengadilan yang membatalkan tarif berbasis IEEPA, sementara Trump kemudian menyatakan akan menerapkan tarif global 15% melalui Section 122 Trade Act 1974.

Di Asia, fokus juga fokus pada keputusan Loan Prime Rate (LPR) China, dengan LPR 1 tahun menjadi acuan pinjaman komersial baru dan LPR 5 tahun sebagai referensi kredit properti. Bursa China daratan dijadwalkan kembali dibuka setelah libur Tahun Baru Imlek, sementara futures Hang Seng berada di 26.869, lebih rendah dari penutupan sebelumnya di 27.081,91.

Pergerakan indeks utama Asia cenderung positif: Kospi Korea Selatan melanjutkan tren rekor dengan kenaikan 0,24%, dan Kosdaq naik 0,56%. Nikkei 225 Jepang naik 0,23% sementara Topix datar. ASX 200 Australia juga menguat tipis 0,12%.

Sementara itu di AS, tekanan masih kuat di sektor teknologi dan keamanan siber seiring dengan “gangguan AI” menjadi tema utama. Saham-saham software seperti Microsoft turun 3% dan CrowdStrike melemah hampir 10%, setelah Anthropic memperkenalkan alat keamanan baru berdasarkan Claude yang diklaim mampu menyerap kerentanan kode dan memberi solusi menambah kekhawatiran bahwa AI dapat menggantikan layanan keamanan tradisional. - Solid Gold

Sumber : Newsmaker.id

Kamis, 19 Februari 2026

Solid Gold Berjangka | Wall Street Ditutup Lebih Tinggi, Asia Naik Serentak

 

Harga Emas hari ini - Saham-saham Asia menguat sejak pembukaan perdagangan setelah rebound di sektor teknologi dan data ekonomi AS yang solid mendorong Wall Street lebih tinggi. Dolar AS juga mengurangi sebagian keuntungannya setelah sesi perdagangan Amerika.

Indeks MSCI Asia Pasifik naik untuk hari kedua, didukung oleh reli di saham Australia dan Jepang. Saham Korea Selatan bahkan menyentuh rekor tertinggi, sementara sentimen terbawa dari AS, di mana S&P 500 naik 0,6% dan Nasdaq 100 menguat 0,8%. Pasar di Tiongkok daratan, Hong Kong, dan Taiwan tetap tutup karena liburan Tahun Baru Imlek.

Kenaikan di New York menandakan bahwa kekhawatiran tentang "gangguan" di sektor AI mulai mereda, dan beberapa investor mulai mencari peluang pembelian setelah koreksi. Beberapa pelaku pasar menganggap aksi jual sebelumnya di saham perangkat lunak berlebihan dan lebih merupakan reaksi spontan.

Di pasar mata uang, dolar sedikit melemah terhadap sebagian besar mata uang utama G-10 dalam perdagangan Asia, setelah indikator dolar Bloomberg sempat naik 0,5% pada hari Rabu. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tetap relatif datar setelah turun pada sesi New York, ketika lelang obligasi AS 20 tahun senilai US$16 miliar mendapat permintaan yang lemah.

Pasar juga mengawasi agenda Asia pada hari Kamis, termasuk data tenaga kerja Australia dan keputusan suku bunga di Filipina dan Indonesia. Dari AS, sentimen didukung oleh data yang menunjukkan produksi industri mencatat peningkatan terbesar dalam hampir satu tahun, pesanan peralatan bisnis meningkat lebih dari yang diperkirakan, dan pembangunan perumahan mencapai level tertinggi dalam lima bulan.

Namun, risalah rapat Fed menunjukkan beberapa pejabat menginginkan pernyataan yang lebih agresif, membuka kemungkinan kenaikan suku bunga jika inflasi tetap tinggi. Harga kontrak berjangka Fed Funds menunjukkan bahwa pasar sedikit menurunkan ekspektasi terhadap penurunan suku bunga, tetapi masih memperkirakan dua penurunan sebesar 25 bps pada tahun 2026. Di pasar komoditas, harga minyak stabil setelah lonjakan harian terbesar sejak Oktober di tengah spekulasi tentang risiko Iran, sementara harga emas sedikit turun setelah melonjak 2% pada hari sebelumnya karena pasar menunggu arahan suku bunga dari The Fed. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Jumat, 13 Februari 2026

PT Solid Gold Berjangka | Perak Terancam Turun Lagi, CPI Jadi Penentu

 

Harga Emas hari ini - Harga perak bergerak stabil di sekitar US$76 per ons pada Jumat (13/2), namun masih mencatat penurunan untuk pekan ketiga berturut-turut. Tekanan terjadi setelah aksi jual besar pada hari Kamis, ketika volatilitas kembali meningkat dan mendorong pelemahan di sejumlah aset berisiko.

Penurunan pada Kamis tidak dipicu oleh katalis yang jelas, tetapi pelemahan yang terjadi secara bersamaan pada saham dan aset kripto mengindikasikan adanya likuidasi paksa lintas kelas aset. Kondisi ini diduga diperkuat oleh transaksi sistematis dan algoritmik yang cenderung mempercepat aksi penjualan saat pasar bergejolak.

Perhatian investor kini terdengar pada rilis data inflasi Amerika Serikat terbaru, yang berpotensi mempengaruhi ekspektasi ekspektasi suku bunga Federal Reserve. Data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan pada awal pekan menurunkan peluang penghematan suku bunga dalam waktu dekat. Pasar kini lebih banyak pemangkasan pertama terjadi pada Juli, bukan Juni, meski masih ada perkiraan total sekitar dua kali pemangkasan 25 basis poin hingga akhir tahun.

Di sisi lain, perak dan logam mulia lainnya berpotensi memperoleh dukungan dari kekhawatiran penurunan nilai mata uang (debasement). Dalam situasi tersebut, sebagian investor cenderung mengalihkan dana dari mata uang fiat dan obligasi pemerintah ke aset riil seperti logam mulia, yang dinilai lebih mampu menjaga nilai dalam jangka panjang. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Senin, 09 Februari 2026

PT Solid | Minyak Turun… Tapi Ada 1 Hal yang Bikin Pasar Belum Tenang

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak turun lagi seiring ketegangan di Timur Tengah mulai mereda. Saat peluang gangguan pasokan dinilai mengecil, pasar langsung melepas “premium” risiko yang sempat ngangkat harga dalam beberapa waktu terakhir.

Brent turun mendekati $67 per barel setelah minggu lalu sudah merosot hampir 4%, sementara WTI bertahan di sekitar $63. Penurunan ini muncul setelah Iran dan AS menggelar pembicaraan di Oman pada Jumat untuk meredakan konflik terkait program nuklir Iran. Teheran menyebut pertemuan itu sebagai “langkah maju”, dan Donald Trump bilang bakal ada pertemuan lanjutan awal pekan ini.

Meski begitu, cerita besarnya masih campur. Sepanjang awal 2026, harga minyak sebenarnya sempat terdorong naik walau pasar khawatir pasokan bakal melimpah. Faktor geopolitik dan beberapa gangguan aliran—termasuk dari Kazakhstan—jadi penahan harga. Tapi tanda-tanda kemajuan dialog AS–Iran minggu lalu bikin pasar menilai risiko aksi militer dalam waktu dekat jadi lebih kecil, sehingga harga ikut melemah.

Pelaku pasar juga menyorot arus pasokan ke India. Trump menyebut India setuju menghentikan impor minyak dari Rusia sebagai bagian dari kesepakatan dagang, tapi New Delhi belum memberi konfirmasi langsung dan menegaskan keamanan energi tetap prioritas utama. Pada perdagangan pagi di Asia, Brent turun sekitar 1% ke $67,35 per barel, sedangkan WTI turun sekitar 1% ke $62,92. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Rabu, 04 Februari 2026

PT Solid Gold | Minyak Menguat Lagi, Ada Sinyal “Panas” dari Iran?

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak naik untuk hari kedua berturut-turut setelah ketegangan AS–Iran kembali muncul. Pemicunya: AS dilaporkan menembak jatuh drone Iran di dekat kapal induk Amerika di Laut Arab—kejadian yang langsung bikin pasar waspada.

Kontrak West Texas Intermediate bergerak naik mendekati $64 per barel, setelah melonjak 1,7% pada Selasa. Sementara Brent Crude ditutup di atas $67, menandakan sentimen pasar mulai condong ke skenario risiko.

Meski sempat bikin pasar “kaget”, tensi itu belum sepenuhnya berubah jadi eskalasi besar. Donald Trump menegaskan diplomasi masih berjalan, dan pihak White House—melalui juru bicara Karoline Leavitt—mengonfirmasi pembicaraan AS–Iran masih dijadwalkan berlangsung Jumat.

Dari sisi fundamental, pasar juga mendapat “bahan bakar” lain: persediaan minyak mentah AS turun tajam. American Petroleum Institute melaporkan stok minyak AS turun 11,1 juta barel pekan lalu—jika dikonfirmasi data resmi, ini bisa jadi penurunan terbesar sejak Juni.

Kekhawatiran konflik di Middle East—wilayah yang menyumbang sekitar sepertiga pasokan minyak dunia—ikut mengangkat harga sejak bulan lalu, meski di saat yang sama ada tanda-tanda pasokan global mulai berlebih. Minyak juga terseret arus volatilitas komoditas yang sempat menekan emas dan perak, sebelum keduanya rebound di sesi Selasa.

Pada pagi hari di Singapore, WTI untuk pengiriman Maret naik 0,9% ke $63,80 per barel (pukul 07:22). Brent untuk penyelesaian April ditutup naik 1,6% di $67,33 per barel—dan pasar sekarang menunggu: ini cuma “kaget sesaat”, atau awal babak baru?. - PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Selasa, 03 Februari 2026

Solid Gold | Emas Rebound Usai Reli “Patah” Dua Hari

 

Harga Emas hari ini - Emas naik lagi dan memangkas sebagian kerugian, setelah reli besar yang sebelumnya pecah secara tiba-tiba dan membuat harga jatuh tajam dalam waktu singkat. Perak ikut menguat, menandakan pasar mulai “tenang” setelah beberapa sesi terakhir penuh guncangan.

Pada perdagangan terbaru, spot emas sempat naik hingga sekitar 2,9% mendekati $4.800/ons, sementara perak melonjak hingga sekitar 5% dan sempat menembus $83. Rebound ini terjadi setelah emas sempat turun hampir 5% pada sesi sebelumnya dan mencatat penurunan tajam dalam dua hari terakhir.

Sebelumnya, logam mulia sempat terbang ke rekor bulan lalu karena investor memburu aset aman: kekhawatiran geopolitik, isu “pelemahan nilai mata uang”, dan kekhawatiran soal independensi bank sentral ikut jadi bensin reli. Namun, reli yang terlalu cepat juga membuat posisi pasar “kepenuhan” (ramai), jadi saat dolar AS menguat—aksi ambil untung dan likuidasi posisi semakin memperparah koreksi.

Salah satu kunci arah berikutnya adalah: apakah investor Tiongkok memilih “buy the dip”. Laporan menyebutkan ramainya pembeli mengunjungi bursa emas terbesar di Shenzhen untuk membeli perhiasan dan batangan menjelang libur Tahun Baru Imlek. Pasar domestik China juga akan libur lebih dari seminggu mulai 16 Februari.

Dari sisi proyeksi bank, sebagian masih optimistis. Deutsche Bank AG misalnya tetap mempertahankan pandangan bahwa emas berpotensi menuju $6.000/ons pada tahun 2026. JP Morgan juga memproyeksikan emas bisa naik ke $6.300/ons pada akhir 2026, dengan alasan dukungan permintaan investor dan bank sentral masih kuat meskipun volatilitas meningkat.

Sementara itu, dolar AS sedikit melemah setelah sempat menguat, yang biasanya memberi nafas bagi komoditas berdenominasi USD. Di Asia, harga emas dilaporkan berada di sekitar $4.778/ons pada pagi hari Singapura, sedangkan perak sekitar $82–83—dengan platinum dan paladium juga ikut naik.

Intinya, pergerakan kali ini lebih mirip “bersih-bersih posisi” daripada perubahan total cerita fundamental. Arah selanjutnya kemungkinan ditentukan oleh tiga hal: kekuatan dolar, keputusan pelaku pasar (terutama Tiongkok) untuk membeli saat turun, dan apakah volatilitas mereda menjelang libur Imlek.

5 poin inti :

- Emas rebound hingga mendekati $4.800/ons, perak sempat menembus $83.

- Sebelumnya harga turun tajam karena reli “overcrowded” berputar + likuidasi posisi.

- Permintaan China (buy the dip) jadi penentu arah berikutnya; pasar China libur mulai 16 Feb.

- Bank besar masih bullish: Deutsche Bank $6.000, JP Morgan $6.300 (akhir 2026).

- Dolar yang melemah sedikit membantu pemulihan logam mulia, namun volatilitas masih tinggi. - Solid Gold

Sumber : Newsmaker.id

Senin, 02 Februari 2026

PT Solid | Setelah Naik 16%, Minyak Mendadak Terjun

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak jatuh tajam setelah mencatat kenaikan bulanan terbesar sejak 2022. Pasar yang sebelumnya “ngegas” karena ketegangan geopolitik, kini mendadak mengerem—karena trader mulai menilai risiko gangguan pasokan tidak jadi terjadi dalam waktu dekat.

Brent bergerak di kisaran $68/barel setelah naik sekitar 16% bulan lalu, sementara WTI bertahan di atas $63/barel. Arah turun ini terjadi saat pelaku pasar memantau langkah lanjutan Donald Trump terkait Timur Tengah, sekaligus perkembangan pembicaraan damai konflik Eropa Timur.

Dari sisi geopolitik, Trump meredakan tensi dengan mengecilkan ancaman perang regional yang disuarakan Ayatollah Ali Khamenei, dan kembali menegaskan harapannya agar kesepakatan masih bisa tercapai dengan Iran. Nada yang lebih “soft” ini bikin pasar melepas sebagian premi risiko yang sempat nempel di harga minyak.

Menurut Haris Khurshid dari Karobaar Capital LP, penurunan kali ini lebih mirip “reset positioning” ketimbang perubahan fundamental. Logikanya simpel: tanpa kejutan pasokan baru, minyak hanya mengembalikan premi risiko karena skenario gangguan yang sebelumnya dipricing pasar ternyata belum kejadian.

Sementara itu, fokus pasar juga mengarah ke proses diplomasi: pertemuan trilateral berikutnya antara AS, Russia, dan Ukraine dijadwalkan pada 4–5 Februari di Abu Dhabi, menurut Volodymyr Zelenskiy. Namun terobosan masih minim, dan perang yang mendekati tahun kelima tetap menjadi faktor besar karena sanksi terhadap perdagangan minyak Rusia belum benar-benar hilang dari radar.

Sebelumnya, minyak sempat reli berminggu-minggu karena eskalasi yang mendorong Iran dan AS “nyaris bentrok,” terutama setelah ancaman Trump pada Januari. Ketegangan itu membuat pasar kembali takut pasokan di kawasan penghasil sekitar sepertiga minyak dunia bisa terganggu—padahal di sisi lain dunia juga sedang menghadapi cerita berbeda: ancaman surplus pasokan global.

Di luar geopolitik, sentimen juga dipengaruhi langkah OPEC+ yang mempertahankan rencana produksi tetap pada Maret (bagian terakhir dari “freeze” tiga bulan), meski harga sempat naik kencang. Trader juga mencermati koreksi tajam logam mulia (emas dan perak) yang ikut memicu mode “recalibrate risk”. Pada pukul 08:07 waktu Singapore, Brent turun sekitar 2,4% ke $67,64, sementara WTI turun 2,6% ke $63,54—tanda pasar mulai buang premi risiko dan balik ke mode hitung-hitungan ulang. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Jumat, 30 Januari 2026

PT Solid Gold Berjangka | Minyak Panas, Pasar Cemas: Hormuz Jadi Sorotan

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak cenderung stabil setelah lonjak lebih dari 3% pada Kamis, saat pelaku pasar menimbang ancaman terbaru Presiden AS Donald Trump terhadap Iran dan risiko eskalasi konflik di Timur Tengah.

West Texas Intermediate (WTI) bertahan di sekitar $66 per barel, melanjutkan reli tiga hari yang juga terbantu pelemahan dolar AS. Sementara Brent bertahan di atas $70, pertama kalinya sejak Juli, setelah premi risiko geopolitik kembali “disuntikkan” ke harga.

Pemicu utamanya datang dari peringatan Trump: jika Iran tidak mau mencapai kesepakatan nuklir, opsi serangan militer tetap ada. Nada keras ini membuat pasar kembali menghitung skenario terburuk, terutama jika situasi berubah jadi konfrontasi terbuka.

Fokus terbesar pasar ada di Selat Hormuz, jalur sempit yang memisahkan Iran dan Semenanjung Arab. Ini adalah rute vital tempat tanker minyak mentah dan LNG lalu-lalang setiap hari untuk memasok pasar global—sehingga sedikit gangguan saja bisa langsung memicu lonjakan harga.

Ketegangan makin terasa setelah Associated Press melaporkan Iran memperingatkan kapal-kapal di laut bahwa mereka akan menggelar latihan pada Minggu–Senin, termasuk penembakan langsung di Selat Hormuz, mengutip dua pejabat keamanan Pakistan. Pasar kini menunggu apakah latihan ini hanya “show of force” atau sinyal eskalasi berikutnya. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Kamis, 29 Januari 2026

Solid Gold Berjangka | Emas Tembus $5.500, Bursa Asia Campur Aduk Usai The Fed

 

Harga Emas hari ini - Harga emas melonjak lebih dari 3% dan mencetak rekor baru pada Kamis, setelah Federal Reserve AS mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75%. Emas spot melesat hingga menembus $5.500 per ons untuk pertama kalinya, mempertegas gelombang beli aset safe haven yang masih kencang.

Di Asia-Pasifik, pergerakan bursa tidak kompak. Australia (S&P/ASX 200) turun 0,69%. Jepang juga campur: Nikkei 225 naik 0,18% tetapi Topix turun 0,57%. Di Korea Selatan, sentimen lebih cerah—Kospi naik 1,09% dan Kosdaq melesat 2,69%.

Salah satu motor penggerak datang dari Samsung Electronics yang naik 1,6% setelah melaporkan lonjakan laba kuartal keempat lebih dari tiga kali lipat dan melampaui perkiraan. Pasar menilai permintaan server AI dan kondisi chip memori yang ketat ikut mendorong kinerja perusahaan. Sementara itu, kontrak berjangka Hang Seng berada di 27.565, lebih rendah dari penutupan indeks terakhir di 27.826,91.

Investor juga menyorot Indonesia setelah IHSG anjlok lebih dari 8% pada Rabu, menyusul peringatan MSCI soal potensi penurunan peringkat Indonesia dari status pasar berkembang. Goldman Sachs disebut menurunkan peringkat Indonesia menjadi underweight, dengan alasan potensi lanjutan arus jual pasif dan efeknya yang bisa menjadi hambatan kinerja pasar.

Di Wall Street, S&P 500 sempat mencetak momen bersejarah dengan menyentuh 7.000 untuk pertama kali, namun kemudian berbalik turun setelah The Fed menahan bunga dan menilai pertumbuhan ekonomi tetap “solid”. S&P 500 berakhir nyaris datar di 6.978,03, Dow ditutup sedikit naik, dan Nasdaq menguat tipis. Yield obligasi AS naik setelah pernyataan The Fed menyinggung ekonomi yang masih kuat dan pengangguran yang mulai stabil, sementara Jerome Powell menilai sulit menyimpulkan kebijakan saat ini “terlalu ketat” dari data yang masuk.- Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Selasa, 27 Januari 2026

Solid Gold | Pound Menyentuh 1,37, Dolar Masih Tertekan

 

Harga Emas hari ini - GBP/USD naik tipis di awal pekan dan sempat mengetes area 1,37 untuk pertama kalinya sejak September. Dolar AS masih berada dalam posisi defensif karena sentimen pasar cenderung “jual dolar”, sehingga pound tetap ditopang.

Pasar juga masih menilai ancaman tarif baru dari pemerintahan Trump sebagai “gertak dulu” yang sering berakhir melunak. Kali ini, isu tarif kembali muncul setelah AS mengancam tambahan bea masuk ke beberapa negara Eropa bila tidak mengikuti keinginan Washington terkait Greenland. Ketidakpastian ini membuat investor berhati-hati, tetapi justru menekan greenback.

Fokus terbesar minggu ini ada di The Fed. Suku bunga diperkirakan tetap, namun investor akan mengamati nada pernyataan bank sentral: apakah memberi sinyal pemangkasan suku bunga lebih cepat atau tidak. Pasar juga menunggu kabar soal calon pengganti Jerome Powell (masa jabatan berakhir Mei), karena sosok baru bisa memengaruhi arah kebijakan—dan jika lebih dovish, peluang pemangkasan suku bunga bisa makin besar. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id