Harga Emas hari ini - Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran $4.707/oz (turun sekitar 1,4%) saat tekanan risk-off makin menyebar lintas aset.
Pemicu utamanya: Bitcoin jatuh tajam dan bikin sentimen pasar makin “tegang”. BTC terakhir tertekan ke sekitar $61.350 (turun ~15,7%), dengan volatilitas yang masih tinggi setelah pergerakan ekstrem dalam sehari.
Menurut analis pasar IG Chris Beauchamp, pelemahan kripto yang tadinya terlihat seperti “bear market” berubah jadi rout yang menular ke aset lain—termasuk komoditas. Intinya: ketika kripto panik, pasar sering ikut mengurangi risiko di mana-mana, bukan cuma di satu tempat.
Efek rambatnya terasa karena banyak pelaku pasar lagi “ngelock” posisi dan ngejar likuiditas. Saat arus keluar terjadi serentak (margin call, stop-loss, deleveraging), aset yang biasanya dianggap defensif seperti emas pun bisa ikut dijual sementara—bukan karena fundamental emas jelek, tapi karena pasar butuh cash cepat.
Di sisi makro, mood risk-off biasanya makin keras kalau dolar dan yield ikut menguat, karena itu bikin biaya peluang pegang emas (yang tidak ber-bunga) terasa lebih berat. Jadi, walaupun emas punya cerita safe-haven, dalam fase “panic selling” logikanya sering kebalik: yang penting likuid dulu.
Untuk jangka pendek, pasar emas jadi sensitif ke dua hal: apakah kripto masih lanjut jebol (memperpanjang efek domino), dan apakah dolar/yield lanjut menekan. Kalau tekanan mereda, emas bisa cepat balik rebound—tapi kalau panic berlanjut, emas masih rawan “diguncang” lagi.
Kesimpulannya: pelemahan emas pagi ini lebih terlihat sebagai spillover risk-off dari kripto dan sentimen global yang sedang rapuh, bukan perubahan fundamental besar pada emas itu sendiri—setidaknya untuk fase awal sesi Asia hari ini. - PT Solid Gold Berjangka
Sumber: Newsmaker.id
