Head Office PT. Solid Gold Berjangka

Jl. KH. Mansyur Kav. 126, Jakarta Pusat 10220 Telp : 021-29675088 (Hunting), Fax : 021-29675089

PT. Solid Gold Berjangka Lampung

Jl. Ahmad Yani No. 55, Tanjung Karang - Bandar Lampung 35117 Telp : 0721-255038, Fax : 0721-255027

PT. Solid Gold Berjangka Palembang

Jl. Sumpah Pemuda Blok 1 No. 7 C-E, Lorok Pakjo, Palembang 30137 Tel : 0711-363300 Fax : 0711-363613

PT. Solid Gold Berjangka Makassar

Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 108 A-B, Makassar 90124 Telp : 0411-851010, Fax : 0411-851090

PT. Solid Gold Berjangka Semarang

Gedung Menara SUARA MERDEKA Lt. 3. Jl. Pandanaran No. 30 Semarang 50134 Telp : 024-3583979, 3583980 Fax : 024-3583978

Selasa, 17 Maret 2026

Solid Gold | Dolar Perpanjang Pelemahan saat Brent Turun ke $100

 

Harga Emas hari ini - Dolar AS melemah dan harga minyak turun pada Senin (16/3), mencerminkan optimisme investor bahwa aktivitas pelayaran di Selat Hormuz akan meningkat seiring kembalinya minat terhadap asset berisiko (risk appetite) ke pasar. Kondisi ini memicu pergeseran dari mode defensif menuju risk-on, menekan dolar setelah reli kuat pada akhir pekan lalu.

Bloomberg Dollar Spot Index turun sekitar 0,7%—penurunan terbesar dalam hampir dua bulan—setelah sempat menyentuh level tertinggi tiga bulan pada Jumat. Valentin Marinov, Head of G-10 FX Research Credit Agricole, menilai rebound risk sentiment ini salah satunya dipicu seruan Presiden AS Donald Trump kepada NATO agar mendukung upaya AS membuka kembali Hormuz. Namun ia menambahkan respons sekutu masih “hangat-hangat kuku”, yang bisa menandakan opsi Trump untuk menahan lonjakan harga minyak semakin terbatas—terutama ketika reli energi mulai menekan elektabilitas Partai Republik menjelang pemilu paruh waktu.

Trump mengatakan ia “menuntut” negara-negara lain ikut berkontribusi dalam pertahanan Selat Hormuz. Sementara itu, Iran membantah klaim Trump bahwa Teheran ingin pembicaraan gencatan senjata, dan justru melancarkan serangan baru di kawasan Teluk Persia yang memaksa penghentian penerbangan di bandara utama Dubai—kembali mengingatkan pasar bahwa risiko geopolitik belum hilang meski risk-on mulai muncul.

Di pasar obligasi, yield Treasury AS 10 tahun turun 6 bps ke sekitar 4,22%, setelah naik total 14 bps pekan lalu. Turunnya yield memperkuat pelemahan dolar dan membantu mata uang utama lain menguat.

Pada pasangan USD/JPY, dolar sempat turun hingga 0,5% ke sekitar 158,99 setelah menyentuh 159,75 pada Jumat—level tertinggi sejak Juli 2024. Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan otoritas siap merespons pergerakan pasar valuta dengan langkah tegas bila diperlukan. ING menilai area mendekati 160 sudah berada dalam “wilayah intervensi”, meski peluang intervensi terkoordinasi dengan Washington dinilai kecil.

Di Eropa, EUR/USD melonjak sekitar 0,9% ke 1,1518. Di Kanada, USD/CAD turun sekitar 0,3% ke 1,3675 setelah inflasi Kanada melambat lebih besar dari perkiraan pada Februari. GBP/USD turut menguat sekitar 0,8% ke 1,3333. - Solid Gold

Sumber : Newsmaker.id

Senin, 16 Maret 2026

PT Solid | Nominasi Warsh Tertahan, Konflik Politik Bayangi Kursi The Fed

 

Harga Emas hari ini - Nominasi Presiden Donald Trump terhadap Kevin Warsh untuk menjadi ketua Federal Reserve masih tertahan, di tengah benturan berlanjut antara Senator Partai Republik Thom Tillis dan Jaksa AS untuk Distrik Columbia Jeanine Pirro, ketika masa jabatan Jerome Powell sebagai ketua The Fed tinggal hitungan minggu. Reuters melaporkan Pirro tetap melanjutkan upaya banding atas putusan hakim yang membatalkan subpoena grand jury dalam penyelidikan kriminal terhadap Powell terkait renovasi gedung The Fed.

Hakim Distrik AS James Boasberg menyatakan tidak ada bukti substansial bahwa Powell melakukan pelanggaran, dan menilai penyelidikan itu tampak sebagai dalih untuk menekan bank sentral agar menurunkan suku bunga atau mendorong Powell mundur. Putusan itu justru memperkuat tudingan campur tangan politik terhadap independensi The Fed, isu yang kini menjadi pusat tarik-menarik di Washington.

Secara praktis, keputusan Pirro untuk terus mengajukan banding ikut menahan proses Warsh. Tillis, yang duduk di komite Senat yang akan menilai nominasi tersebut, menegaskan tidak akan mendukung kemajuan kandidat The Fed mana pun selama penyelidikan terhadap Powell belum ditutup. Sikap ini membuat nasib Warsh kini sangat bergantung pada cepat atau lambatnya proses banding berjalan.

Masa jabatan Powell sebagai ketua The Fed berakhir pada 15 Mei, tetapi masa jabatannya sebagai gubernur masih berlanjut. Itu berarti jika Senat belum mengonfirmasi Warsh sebelum rapat FOMC 16–17 Juni, Powell tetap dapat memimpin pertemuan penetapan suku bunga—sebuah ironi politik yang berpotensi menggagalkan tujuan lama Trump untuk segera mengganti pucuk pimpinan bank sentral.

Kasus ini menambah tekanan pada isu independensi Federal Reserve, di saat Trump terus mendorong perubahan arah kebijakan moneter dan komposisi pimpinan bank sentral. Dengan banding masih berjalan dan resistensi di Senat belum surut, proses pergantian ketua The Fed kini bukan hanya soal nominasi, tetapi juga soal seberapa jauh tekanan politik dapat menembus pagar kelembagaan bank sentral AS. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Kamis, 12 Maret 2026

Solid Gold Berjangka | Data Inflasi Redam Pemangkasan, Emas Tertahan di Tengah Perang Iran

 

Harga Emas hari ini - Harga emas bergerak melemah setelah rilis inflasi bulanan AS mengurangi peluang Federal Reserve memangkas suku bunga, di saat perang di Timur Tengah masih berlarut-larut. Bullion bertahan di sekitar $5.160 per ons pada perdagangan awal setelah turun tipis pada sesi sebelumnya.

Meski inflasi inti AS terpantau relatif jinak pada awal tahun sebelum konflik pecah pasar kini lebih fokus pada risiko inflasi ke depan. Kekhawatiran “berwawasan ke depan” meningkat seiring dengan mengalirnya energi dan menjalankan rantai pasok, sehingga kemungkinan The Fed menurunkan biaya pinjaman yang dinilai semakin kecil. Di Eropa, Uni Eropa juga mengurangi tingkat inflasi yang berpotensi menembus 3% tahun ini.

Konflik AS–Israel vs Iran kini memasuki hari ke-13 dan terus mengganggu produksi minyak serta aktivitas pengilangan di Timur Tengah. Harga minyak naik untuk hari kedua karena pasar menilai risiko jangka panjang perang masih lebih dominan dibandingkan rilis cadangan darurat terbesar sepanjang sejarah oleh negara-negara maju. Presiden Donald Trump juga mengindikasikan AS dapat menggunakan Strategic Petroleum Reserve (SPR) untuk membantu menekan harga.

Bagi emas, prospek suku bunga yang lebih tinggi lebih lama menjadi hambatan karena emas batangan tidak memberikan hasil yang tidak seimbang. Di saat yang sama, emas juga sering dipakai sebagai sumber likuiditas ketika investor perlu memperkuat bagian lain dari portofolionya. Sejak perang pecah, kepemilikan emas di ETF cenderung menurun, meski pada Selasa sempat tercatat arus masuk setelah pekan lalu terjadi penurunan terbesar dalam lebih dari dua tahun.

Meskipun pergerakan belakangan berombak dan momentum kenaikan tertahan sejak perang dimulai pada 28 Februari, emas masih mencatat kenaikan yang kuat sepanjang tahun ini karena diperkirakan sebagai aset lindung nilai ketika geopolitik meningkat.

Pada pembaruan terakhir di Asia, emas spot turun tipis, sementara perak melemah dan platinum serta paladium ikut turun. Indeks dolar Bloomberg menguat tipis, menambah tekanan pada logam mulia. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmasker.id

Selasa, 10 Maret 2026

Solid Gold | Emas Stabil Pasca Trump Isyaratkan Perang Iran Mendekati Akhir

 

Harga Emas hari ini - Harga emas cenderung stabil setelah dolar AS melemah menyusul komentar Presiden AS Donald Trump yang mengisyaratkan perang Iran bisa segera berakhir. Bullion bertahan di sekitar US$5.135 per troy ounce, setelah turun 0,6% pada sesi sebelumnya.

Trump mengatakan kepada CBS News bahwa konflik tersebut “sangat lengkap, kurang lebih.” Setelah pernyataan itu, indeks dolar turun sekitar 0,2%, membalikkan penguatan yang sempat terjadi lebih awal. Di saat yang sama, harga minyak terkoreksi setelah sesi yang sangat volatil, meredakan sebagian tekanan inflasi yang sebelumnya membebani pasar.

Emas berada di bawah tekanan sejak konflik Timur Tengah pecah karena lonjakan harga energi memicu kekhawatiran inflasi. Kondisi itu mendorong pasar memperkirakan Federal Reserve dan bank sentral lain akan menahan suku bunga lebih lama, atau bahkan menaikkannya, yang biasanya menjadi hambatan bagi aset tanpa imbal hasil seperti emas.

Meski demikian, emas masih mencatat kenaikan hampir seperlima sepanjang tahun ini. Permintaan aset aman tetap mendapat dukungan dari ketidakpastian perdagangan dan geopolitik global, sementara emas juga menjadi sumber likuiditas ketika pasar ekuitas global mengalami tekanan.

Pada 06.15 waktu Singapura, spot gold turun tipis 0,1% ke US$5.135,95 per ounce. Perak naik 0,1% ke US$86,99. Platinum melemah tipis, sementara palladium menguat. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Senin, 09 Maret 2026

PT Solid Gold | Nikkei Anjlok 6% karena Saham Chip dan Keuangan Tertekan

 

Harga Emas hari ini - Indeks Saham Nikkei turun tajam sebesar 6,0% pada hari Senin, 9 Maret, menjadi 52.270,16. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran tentang kenaikan harga energi di tengah konflik Timur Tengah, serta tanda-tanda baru melemahnya pasar tenaga kerja AS, yang membebani sentimen risiko.

Saham sektor chip dan keuangan memimpin penurunan. Kioxia Holdings anjlok 10%, SoftBank Group turun 10%, sementara Mizuho Financial Group turun 7,4% di tengah aksi jual yang meluas.

Di pasar valuta asing, dolar AS berada di 158,39 yen, dibandingkan dengan 157,82 yen pada penutupan pasar saham Tokyo Jumat lalu. Pergerakan yen dan dolar menjadi fokus karena berpotensi memengaruhi prospek pendapatan emiten, terutama yang sensitif terhadap nilai tukar.

Investor kini memantau dengan cermat perkembangan di Iran, dinamika harga minyak, dan langkah-langkah kebijakan pemerintah Jepang untuk menanggapi kenaikan biaya energi. Arah pasar diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh apakah tekanan harga energi akan berlanjut dan bagaimana pemerintah menanggapi risiko inflasi dan daya beli domestik. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Jumat, 06 Maret 2026

PT Solid Gold Berjangka | Saham Asia Terseret Perang Iran!

 

Harga Emas hari ini - Saham Asia melemah pada Jumat, memperpanjang aksi jual aset berisiko seiring konflik Timur Tengah yang berkepanjangan dan gelombang serangan terbaru dari Iran. Pelemahan ini menempatkan pasar regional di jalur penurunan mingguan terdalam dalam enam tahun, sementara harga minyak justru terkoreksi tipis di awal perdagangan.

Bursa Jepang dan Australia turun, menekan MSCI Asia Pacific Index sekitar 0,5%. Indeks tersebut telah merosot kira-kira 7% sejak perang dimulai, mencerminkan pergeseran cepat sentimen investor dari risiko ke aset defensif di tengah ketidakpastian durasi konflik.

Di pasar global, obligasi AS kembali tertekan dan dolar menguat pada sesi AS, menempatkan mata uang tersebut menuju pekan terbaik sejak 2024. Indeks saham AS juga turun pada Kamis, meski sempat memangkas penurunan dari level terendah intraday, menggarisbawahi rapuhnya kepercayaan pasar saat volatilitas meningkat.

Perhatian utama masih tertuju pada energi. West Texas Intermediate (WTI) turun hingga 2,5% mendekati $79 per barel pada Jumat, setelah pemerintah AS mempertimbangkan berbagai opsi untuk meredam lonjakan harga minyak dan bensin di tengah perang, menurut pernyataan pejabat terkait. Meski melemah di pembukaan, minyak masih menuju kenaikan mingguan terbesar sejak 2022, ditopang kekhawatiran gangguan pasokan.

Serangan AS–Israel terhadap Iran telah mengguncang pasar energi global dan mendorong minyak AS ke level tertinggi multi-tahun, terutama karena risiko hambatan pasokan melalui Selat Hormuz. Ketidakpastian ini mulai mengganggu arus ke pembeli utama, dengan China sebagai importir terbesar disebut berupaya menghemat konsumsi bahan bakar, yang pada gilirannya memperbesar risiko inflasi dan volatilitas pasar bila konflik berlanjut.

Fokus pasar berikutnya beralih ke rilis data tenaga kerja AS, terutama laporan payrolls, setelah data awal menunjukkan klaim pengangguran berada dekat level terendah dalam setahun di tengah rendahnya pemutusan hubungan kerja. Data payrolls diperkirakan menunjukkan laju perekrutan melambat dibanding bulan sebelumnya dengan tingkat pengangguran stabil, sementara pasar menimbang dua arah risiko: angka kuat berpotensi meredam spekulasi pelonggaran suku bunga, namun angka lemah dapat menaikkan ekspektasi pemangkasan dengan bayang-bayang risiko stagflasi jika guncangan energi bertahan. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Senin, 02 Maret 2026

PT Solid | Premi Geopolitik Kembali Dominan, Minyak Menguat

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak menguat tajam pada hari Jumat (27/2) seiring pasar kembali memasang premi risiko geopolitik setelah pembicaraan nuklir AS–Iran diperpanjang tanpa terobosan. Kekhawatiran potensi gangguan pasokan di Timur Tengah—terutama risiko di jalur strategis seperti Selat Hormuz—membuat trader tetap waspada meski jalur diplomasi masih berjalan.

Pada update terbaru, Brent diperdagangkan di sekitar $73,14/barel (+3,24%), sementara WTI berada di $67,06/barel (+2,83%). Kenaikan ini mempertegas reli harian di tengah perubahan headline negosiasi, yang membuat harga bergerak cepat mengikuti persepsi risiko pasokan.

Dari sisi headline, pasar menilai putaran pembicaraan di Jenewa masih rapuh: sempat muncul laporan kebuntuan terkait isu pengayaan uranium, sebelum mediator Oman menyampaikan ada kemajuan dan menyebut pembahasan akan berlanjut pekan depan di Wina pada level teknis. Ketidakpastian inilah yang menjaga risk premium tetap “nempel” pada harga minyak.

Di sisi suplai, pelaku pasar juga menunggu rapat OPEC+ terkait kebijakan produksi April, dengan ekspektasi kenaikan output yang moderat. Namun, survei ekonom yang dikutip Reuters menunjukkan meski premi risiko bisa mengangkat harga dalam jangka pendek, kekhawatiran oversupply global berpotensi membatasi kenaikan lebih lanjut pada paruh berikutnya tahun ini. 

Sumber : Newsmaker.id

Kamis, 26 Februari 2026

Solid Gold Berjangka | Emas Stabil Sanksi Iran dan Isu Tarif AS Jadi Fokus

 

Harga Emas hari ini - Harga emas bergerak stabil pada perdagangan awal, ketika pelaku pasar menimbang ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta dampak kebijakan tarif AS terhadap perdagangan global. Emas bertahan di sekitar $5.170 per ons setelah mengakhiri sesi sebelumnya dengan kenaikan 0,4%, menandakan minat defensif masih terjaga di tengah volatilitas headline.

Sentimen safe haven mendapat dukungan setelah AS menjatuhkan sanksi terhadap lebih dari 30 entitas yang dituding mendukung penjualan minyak dan pasokan senjata Iran. Langkah ini meningkatkan tekanan terhadap Teheran menjelang putaran terbaru pembicaraan nuklir yang dijadwalkan berlangsung Kamis sore di Jenewa, sehingga risiko geopolitik tetap menjadi faktor utama yang dipantau pelaku pasar.

Di sisi kebijakan perdagangan, pemerintahan Presiden Donald Trump disebut terus mendorong langkah untuk mempertahankan agenda tarifnya. Ketidakpastian meningkat setelah Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menyatakan Trump akan menandatangani arahan untuk menaikkan tarif global menjadi 15% “jika sesuai”. Pernyataan ini memperkuat persepsi bahwa arah kebijakan tarif masih bisa berubah cepat, yang berpotensi menambah ketegangan dengan mitra dagang dan menjaga volatilitas pasar global.

Pada pukul 07.29 waktu Singapura, harga emas spot naik tipis 0,1% ke $5.170,75/oz. Perak relatif stabil di $89,16, sementara platinum dan paladium mencatat kenaikan. Di pasar mata uang, Bloomberg Dollar Spot Index menutup sesi sebelumnya turun 0,2%, turut membantu menopang harga logam mulia. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id