Harga Emas hari ini - Pasar saham Asia-Pasifik menguat pada hari Selasa, bergerak berlawanan arah dari Wall Street yang melemah sehari sebelumnya. Investor di Asia menimbang dua isu besar yang masih membayangi global: ancaman tarif baru Presiden AS Donald Trump dan kekhawatiran bahwa kecerdasan buatan (AI) dapat mengganggu model bisnis perangkat lunak perusahaan.
Trump menulis di Truth Social bahwa negara mana pun yang ingin “bermain-main” dengan keputusan Mahkamah Agung akan “dihadapi dengan tarif yang jauh lebih tinggi.” Pernyataan ini setelah keputusan pengadilan yang membatalkan tarif berbasis IEEPA, sementara Trump kemudian menyatakan akan menerapkan tarif global 15% melalui Section 122 Trade Act 1974.
Di Asia, fokus juga fokus pada keputusan Loan Prime Rate (LPR) China, dengan LPR 1 tahun menjadi acuan pinjaman komersial baru dan LPR 5 tahun sebagai referensi kredit properti. Bursa China daratan dijadwalkan kembali dibuka setelah libur Tahun Baru Imlek, sementara futures Hang Seng berada di 26.869, lebih rendah dari penutupan sebelumnya di 27.081,91.
Pergerakan indeks utama Asia cenderung positif: Kospi Korea Selatan melanjutkan tren rekor dengan kenaikan 0,24%, dan Kosdaq naik 0,56%. Nikkei 225 Jepang naik 0,23% sementara Topix datar. ASX 200 Australia juga menguat tipis 0,12%.
Sementara itu di AS, tekanan masih kuat di sektor teknologi dan keamanan siber seiring dengan “gangguan AI” menjadi tema utama. Saham-saham software seperti Microsoft turun 3% dan CrowdStrike melemah hampir 10%, setelah Anthropic memperkenalkan alat keamanan baru berdasarkan Claude yang diklaim mampu menyerap kerentanan kode dan memberi solusi menambah kekhawatiran bahwa AI dapat menggantikan layanan keamanan tradisional. - Solid Gold
Sumber : Newsmaker.id
