Head Office PT. Solid Gold Berjangka

Jl. KH. Mansyur Kav. 126, Jakarta Pusat 10220 Telp : 021-29675088 (Hunting), Fax : 021-29675089

PT. Solid Gold Berjangka Lampung

Jl. Ahmad Yani No. 55, Tanjung Karang - Bandar Lampung 35117 Telp : 0721-255038, Fax : 0721-255027

PT. Solid Gold Berjangka Palembang

Jl. Sumpah Pemuda Blok 1 No. 7 C-E, Lorok Pakjo, Palembang 30137 Tel : 0711-363300 Fax : 0711-363613

PT. Solid Gold Berjangka Makassar

Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 108 A-B, Makassar 90124 Telp : 0411-851010, Fax : 0411-851090

PT. Solid Gold Berjangka Semarang

Gedung Menara SUARA MERDEKA Lt. 3. Jl. Pandanaran No. 30 Semarang 50134 Telp : 024-3583979, 3583980 Fax : 024-3583978

Kamis, 02 April 2026

Solid Gold Berjangka | Emas Turun usai Trump Kirim Sinyal Campuran soal Iran

Solid Gold Berjangka | Emas Turun usai Trump Kirim Sinyal Campuran soal Iran

Harga Emas hari ini – Harga emas melemah setelah pidato Presiden AS Donald Trump tidak memberi kejelasan mengenai penyelesaian perang di Timur Tengah. Logam mulia sempat menguat, tetapi kemudian berbalik turun ketika pasar menilai pesan Trump membuka peluang eskalasi sekaligus de-eskalasi.

Bullion turun hingga 2,3% setelah Trump menyatakan konflik yang telah berlangsung sekitar sebulan “mendekati selesai”, namun pada saat yang sama menegaskan AS akan menyerang Iran “sangat keras” dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Trump juga menyebut operasi militer hampir mencapai target, serta meminta sekutu yang bergantung pada pasokan minyak Timur Tengah ikut membantu mengatasi kondisi Selat Hormuz yang nyaris tertutup.

Pergerakan lintas aset berlangsung serempak: ekuitas melemah, dolar AS menguat, dan harga minyak melonjak di tengah kekhawatiran soal arus energi melalui Selat Hormuz. Sebelum perang, jalur strategis ini menjadi rute transit sekitar seperlima minyak dunia dan LNG, sehingga gangguan berlarut membuat pasar sensitif terhadap setiap sinyal eskalasi.

Dalam situasi ini, daya tarik emas sebagai aset lindung nilai terlihat berkurang. Selama konflik, pola yang berulang adalah investor melepas posisi emas untuk menutup kerugian di aset lain, sehingga arus likuidasi kerap menekan harga meski ketidakpastian geopolitik meningkat.

Sejumlah analis menilai pidato Trump lebih menekankan narasi “keberhasilan militer” ketimbang sinyal gencatan senjata. Setelah reli tajam yang sempat membawa emas menyentuh area US$4.800 intraday, pasar mulai memperhitungkan momentum yang berpotensi melambat jika selera risiko menyusut akibat kekhawatiran operasi AS dapat melebar, termasuk risiko operasi darat.

Pada perdagangan Kamis pagi di Singapura, harga spot emas turun 1,2% ke US$4.703,18 per ons. Perak melemah 2,8% ke US$72,98, sementara platinum dan palladium juga turun. Di sisi lain, Bloomberg Dollar Spot Index naik sekitar 0,2%, menegaskan penguatan dolar yang turut membebani harga emas.

Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Rabu, 01 April 2026

PT Solid Gold | Emas Naik! Apa yang Mendorong Kenaikan Ini?

PT Solid Gold | Emas Naik! Apa yang Mendorong Kenaikan Ini?

Harga Emas hari ini – Harga emas pada sesi Asia hari ini mencatatkan lonjakan signifikan, diperdagangkan di kisaran $4537 per ounce. Kenaikan ini terutama dipicu oleh ketidakpastian geopolitik yang terus meningkat, dengan ketegangan di Selat Hormuz dan kebijakan moneter yang dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar dolar AS. Situasi ini mendorong investor untuk beralih ke emas sebagai aset aman, menciptakan permintaan yang kuat di pasar

Namun, meskipun harga emas menunjukkan tren positif, tantangan tetap ada. Kebijakan moneter ketat di beberapa negara besar, seperti Amerika Serikat, dapat menekan permintaan terhadap logam mulia ini. Dengan ketegangan politik yang terus berkembang dan prospek ekonomi yang berubah-ubah, pasar emas tetap penuh ketidakpastian, membuat banyak pihak bertanya-tanya apakah harga ini akan bertahan atau justru berbalik arah.

PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Selasa, 31 Maret 2026

Solid Gold | Emas Masih Rapuh, Arah Pekan Ini Ditentukan Dolar dan Minyak

Solid Gold | Emas Masih Rapuh, Arah Pekan Ini Ditentukan Dolar dan Minyak

Harga Emas hari ini – Emas bergerak dalam tekanan tinggi dengan volatilitas yang masih sangat ekstrem. Secara umum, arah harga emas tidak semata ditentukan oleh fungsi safe haven, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh penguatan dolar AS, pergerakan imbal hasil obligasi, serta kekhawatiran bahwa lonjakan harga energi dapat membuat suku bunga tetap tinggi lebih lama. Di satu sisi, ketegangan geopolitik dan belum selesainya konflik sempat memicu minat beli kembali. Namun di sisi lain, narasi inflasi energi dan potensi kebijakan moneter yang lebih hawkish terus menahan ruang penguatan emas. Akibatnya, emas bergerak fluktuatif: sempat tertekan tajam, lalu pulih saat harga minyak mereda dan harapan diplomasi muncul, kemudian kembali melemah saat dolar menguat, sebelum akhirnya rebound kuat karena aksi bargain hunting dan kembalinya premi risiko geopolitik.

Sementara itu, harga minyak sepanjang periode ini tetap didominasi oleh premi geopolitik yang tinggi akibat konflik Iran dan gangguan di Selat Hormuz. Pasar menilai risiko pasokan bukan lagi sekadar sentimen jangka pendek, melainkan sudah mengarah ke gangguan yang lebih struktural karena lalu lintas tanker terganggu, biaya logistik meningkat, dan kepastian jalur pelayaran belum pulih. Harapan diplomasi memang sempat menekan harga, tetapi sentimen itu berulang kali tertahan oleh belum jelasnya posisi kedua pihak serta berlanjutnya serangan di kawasan. Akibatnya, minyak tetap sensitif terhadap setiap perkembangan politik dan militer, dengan ayunan harga yang tajam dalam waktu singkat.

Secara keseluruhan, pasar berada dalam kondisi sangat rapuh dan bergantung pada dua faktor utama: arah konflik Timur Tengah dan dampaknya terhadap harga energi. Untuk emas, konflik bisa menjadi penopang lewat permintaan safe haven, tetapi kenaikan minyak juga bisa menjadi beban jika memicu ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama. Untuk minyak, fokus utama tetap pada risiko pasokan, jalur pelayaran Hormuz, dan kemungkinan deeskalasi atau justru eskalasi lanjutan. Intinya, kedua aset sama-sama bergerak di bawah bayang-bayang geopolitik, inflasi energi, dan ketidakpastian kebijakan global.

Prediksi pekan ini.

Dalam satu pekan ke depan, skenario emas masih terbagi ke tiga arah utama. Skenario bullish moderat bisa terbuka jika mulai muncul tanda de-eskalasi konflik dan harga minyak ikut mereda, karena itu akan membantu meredakan kekhawatiran inflasi serta menurunkan tekanan dari ekspektasi suku bunga tinggi. Dalam kondisi ini, emas berpeluang rebound dengan area penting di 4.500–4.555; jika mampu ditembus dengan kuat, kenaikan bisa berlanjut ke kisaran 4.620–4.700. Sebaliknya, skenario bearish lanjutan tetap perlu diwaspadai jika dolar AS bertahan kuat, minyak terus naik, dan pasar makin yakin The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Dalam situasi ini, emas berisiko turun ke area support 4.450–4.430, lalu menguji 4.380, bahkan membuka peluang ke 4.300–4.200 jika tekanan jual membesar.

Namun untuk saat ini, skenario yang paling realistis masih sideways volatile, yaitu emas bergerak fluktuatif di rentang 4.430–4.555 sambil menunggu arah baru dari perkembangan geopolitik dan respons pasar terhadap inflasi energi. Artinya, emas masih berada di tengah tarik-menarik antara fungsi safe haven di satu sisi dan tekanan dari dolar, yield, serta harga minyak di sisi lain. Karena itu, kesimpulan sederhananya adalah bias emas masih netral ke bearish ringan selama belum mampu kembali stabil di atas 4.500–4.555. Jika harga berhasil menembus 4.555, peluang pemulihan akan membaik, tetapi jika turun di bawah 4.430, risiko pelemahan lanjutan akan kembali dominan.

BCO yang saat ini bergerak di sekitar 108 masih menunjukkan kecenderungan bullish dengan volatilitas tinggi untuk satu pekan ke depan. Secara teknikal, tren naik masih terjaga selama harga mampu bertahan di atas area 105–103, yang menjadi support penting jangka pendek. Selama area itu tidak ditembus, minyak masih punya peluang melanjutkan kenaikan ke 110, lalu 112–115, bahkan membuka ruang menuju 118–120 jika tensi geopolitik kembali meningkat. Namun, jika harga turun di bawah 103, risiko koreksi akan membesar dengan target pelemahan ke 100 hingga 97–95.

Dari sisi fundamental, harga minyak tetap ditopang oleh premi geopolitik yang tinggi akibat konflik Iran dan gangguan jalur energi utama, terutama di sekitar Selat Hormuz. Pasar masih melihat risiko pasokan global belum benar-benar mereda, sehingga harga minyak cenderung tetap kuat meski sesekali terkoreksi karena aksi ambil untung. Artinya, untuk seminggu ke depan, skenario yang paling realistis adalah minyak tetap bergerak kuat namun dengan ayunan yang tajam, di mana arah harga akan sangat bergantung pada perkembangan konflik, jalur diplomasi, dan kondisi pasokan energi global.

Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Selasa, 17 Maret 2026

Solid Gold | Dolar Perpanjang Pelemahan saat Brent Turun ke $100

 

Harga Emas hari ini - Dolar AS melemah dan harga minyak turun pada Senin (16/3), mencerminkan optimisme investor bahwa aktivitas pelayaran di Selat Hormuz akan meningkat seiring kembalinya minat terhadap asset berisiko (risk appetite) ke pasar. Kondisi ini memicu pergeseran dari mode defensif menuju risk-on, menekan dolar setelah reli kuat pada akhir pekan lalu.

Bloomberg Dollar Spot Index turun sekitar 0,7%—penurunan terbesar dalam hampir dua bulan—setelah sempat menyentuh level tertinggi tiga bulan pada Jumat. Valentin Marinov, Head of G-10 FX Research Credit Agricole, menilai rebound risk sentiment ini salah satunya dipicu seruan Presiden AS Donald Trump kepada NATO agar mendukung upaya AS membuka kembali Hormuz. Namun ia menambahkan respons sekutu masih “hangat-hangat kuku”, yang bisa menandakan opsi Trump untuk menahan lonjakan harga minyak semakin terbatas—terutama ketika reli energi mulai menekan elektabilitas Partai Republik menjelang pemilu paruh waktu.

Trump mengatakan ia “menuntut” negara-negara lain ikut berkontribusi dalam pertahanan Selat Hormuz. Sementara itu, Iran membantah klaim Trump bahwa Teheran ingin pembicaraan gencatan senjata, dan justru melancarkan serangan baru di kawasan Teluk Persia yang memaksa penghentian penerbangan di bandara utama Dubai—kembali mengingatkan pasar bahwa risiko geopolitik belum hilang meski risk-on mulai muncul.

Di pasar obligasi, yield Treasury AS 10 tahun turun 6 bps ke sekitar 4,22%, setelah naik total 14 bps pekan lalu. Turunnya yield memperkuat pelemahan dolar dan membantu mata uang utama lain menguat.

Pada pasangan USD/JPY, dolar sempat turun hingga 0,5% ke sekitar 158,99 setelah menyentuh 159,75 pada Jumat—level tertinggi sejak Juli 2024. Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan otoritas siap merespons pergerakan pasar valuta dengan langkah tegas bila diperlukan. ING menilai area mendekati 160 sudah berada dalam “wilayah intervensi”, meski peluang intervensi terkoordinasi dengan Washington dinilai kecil.

Di Eropa, EUR/USD melonjak sekitar 0,9% ke 1,1518. Di Kanada, USD/CAD turun sekitar 0,3% ke 1,3675 setelah inflasi Kanada melambat lebih besar dari perkiraan pada Februari. GBP/USD turut menguat sekitar 0,8% ke 1,3333. - Solid Gold

Sumber : Newsmaker.id

Senin, 16 Maret 2026

PT Solid | Nominasi Warsh Tertahan, Konflik Politik Bayangi Kursi The Fed

 

Harga Emas hari ini - Nominasi Presiden Donald Trump terhadap Kevin Warsh untuk menjadi ketua Federal Reserve masih tertahan, di tengah benturan berlanjut antara Senator Partai Republik Thom Tillis dan Jaksa AS untuk Distrik Columbia Jeanine Pirro, ketika masa jabatan Jerome Powell sebagai ketua The Fed tinggal hitungan minggu. Reuters melaporkan Pirro tetap melanjutkan upaya banding atas putusan hakim yang membatalkan subpoena grand jury dalam penyelidikan kriminal terhadap Powell terkait renovasi gedung The Fed.

Hakim Distrik AS James Boasberg menyatakan tidak ada bukti substansial bahwa Powell melakukan pelanggaran, dan menilai penyelidikan itu tampak sebagai dalih untuk menekan bank sentral agar menurunkan suku bunga atau mendorong Powell mundur. Putusan itu justru memperkuat tudingan campur tangan politik terhadap independensi The Fed, isu yang kini menjadi pusat tarik-menarik di Washington.

Secara praktis, keputusan Pirro untuk terus mengajukan banding ikut menahan proses Warsh. Tillis, yang duduk di komite Senat yang akan menilai nominasi tersebut, menegaskan tidak akan mendukung kemajuan kandidat The Fed mana pun selama penyelidikan terhadap Powell belum ditutup. Sikap ini membuat nasib Warsh kini sangat bergantung pada cepat atau lambatnya proses banding berjalan.

Masa jabatan Powell sebagai ketua The Fed berakhir pada 15 Mei, tetapi masa jabatannya sebagai gubernur masih berlanjut. Itu berarti jika Senat belum mengonfirmasi Warsh sebelum rapat FOMC 16–17 Juni, Powell tetap dapat memimpin pertemuan penetapan suku bunga—sebuah ironi politik yang berpotensi menggagalkan tujuan lama Trump untuk segera mengganti pucuk pimpinan bank sentral.

Kasus ini menambah tekanan pada isu independensi Federal Reserve, di saat Trump terus mendorong perubahan arah kebijakan moneter dan komposisi pimpinan bank sentral. Dengan banding masih berjalan dan resistensi di Senat belum surut, proses pergantian ketua The Fed kini bukan hanya soal nominasi, tetapi juga soal seberapa jauh tekanan politik dapat menembus pagar kelembagaan bank sentral AS. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Kamis, 12 Maret 2026

Solid Gold Berjangka | Data Inflasi Redam Pemangkasan, Emas Tertahan di Tengah Perang Iran

 

Harga Emas hari ini - Harga emas bergerak melemah setelah rilis inflasi bulanan AS mengurangi peluang Federal Reserve memangkas suku bunga, di saat perang di Timur Tengah masih berlarut-larut. Bullion bertahan di sekitar $5.160 per ons pada perdagangan awal setelah turun tipis pada sesi sebelumnya.

Meski inflasi inti AS terpantau relatif jinak pada awal tahun sebelum konflik pecah pasar kini lebih fokus pada risiko inflasi ke depan. Kekhawatiran “berwawasan ke depan” meningkat seiring dengan mengalirnya energi dan menjalankan rantai pasok, sehingga kemungkinan The Fed menurunkan biaya pinjaman yang dinilai semakin kecil. Di Eropa, Uni Eropa juga mengurangi tingkat inflasi yang berpotensi menembus 3% tahun ini.

Konflik AS–Israel vs Iran kini memasuki hari ke-13 dan terus mengganggu produksi minyak serta aktivitas pengilangan di Timur Tengah. Harga minyak naik untuk hari kedua karena pasar menilai risiko jangka panjang perang masih lebih dominan dibandingkan rilis cadangan darurat terbesar sepanjang sejarah oleh negara-negara maju. Presiden Donald Trump juga mengindikasikan AS dapat menggunakan Strategic Petroleum Reserve (SPR) untuk membantu menekan harga.

Bagi emas, prospek suku bunga yang lebih tinggi lebih lama menjadi hambatan karena emas batangan tidak memberikan hasil yang tidak seimbang. Di saat yang sama, emas juga sering dipakai sebagai sumber likuiditas ketika investor perlu memperkuat bagian lain dari portofolionya. Sejak perang pecah, kepemilikan emas di ETF cenderung menurun, meski pada Selasa sempat tercatat arus masuk setelah pekan lalu terjadi penurunan terbesar dalam lebih dari dua tahun.

Meskipun pergerakan belakangan berombak dan momentum kenaikan tertahan sejak perang dimulai pada 28 Februari, emas masih mencatat kenaikan yang kuat sepanjang tahun ini karena diperkirakan sebagai aset lindung nilai ketika geopolitik meningkat.

Pada pembaruan terakhir di Asia, emas spot turun tipis, sementara perak melemah dan platinum serta paladium ikut turun. Indeks dolar Bloomberg menguat tipis, menambah tekanan pada logam mulia. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmasker.id

Selasa, 10 Maret 2026

Solid Gold | Emas Stabil Pasca Trump Isyaratkan Perang Iran Mendekati Akhir

 

Harga Emas hari ini - Harga emas cenderung stabil setelah dolar AS melemah menyusul komentar Presiden AS Donald Trump yang mengisyaratkan perang Iran bisa segera berakhir. Bullion bertahan di sekitar US$5.135 per troy ounce, setelah turun 0,6% pada sesi sebelumnya.

Trump mengatakan kepada CBS News bahwa konflik tersebut “sangat lengkap, kurang lebih.” Setelah pernyataan itu, indeks dolar turun sekitar 0,2%, membalikkan penguatan yang sempat terjadi lebih awal. Di saat yang sama, harga minyak terkoreksi setelah sesi yang sangat volatil, meredakan sebagian tekanan inflasi yang sebelumnya membebani pasar.

Emas berada di bawah tekanan sejak konflik Timur Tengah pecah karena lonjakan harga energi memicu kekhawatiran inflasi. Kondisi itu mendorong pasar memperkirakan Federal Reserve dan bank sentral lain akan menahan suku bunga lebih lama, atau bahkan menaikkannya, yang biasanya menjadi hambatan bagi aset tanpa imbal hasil seperti emas.

Meski demikian, emas masih mencatat kenaikan hampir seperlima sepanjang tahun ini. Permintaan aset aman tetap mendapat dukungan dari ketidakpastian perdagangan dan geopolitik global, sementara emas juga menjadi sumber likuiditas ketika pasar ekuitas global mengalami tekanan.

Pada 06.15 waktu Singapura, spot gold turun tipis 0,1% ke US$5.135,95 per ounce. Perak naik 0,1% ke US$86,99. Platinum melemah tipis, sementara palladium menguat. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Senin, 09 Maret 2026

PT Solid Gold | Nikkei Anjlok 6% karena Saham Chip dan Keuangan Tertekan

 

Harga Emas hari ini - Indeks Saham Nikkei turun tajam sebesar 6,0% pada hari Senin, 9 Maret, menjadi 52.270,16. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran tentang kenaikan harga energi di tengah konflik Timur Tengah, serta tanda-tanda baru melemahnya pasar tenaga kerja AS, yang membebani sentimen risiko.

Saham sektor chip dan keuangan memimpin penurunan. Kioxia Holdings anjlok 10%, SoftBank Group turun 10%, sementara Mizuho Financial Group turun 7,4% di tengah aksi jual yang meluas.

Di pasar valuta asing, dolar AS berada di 158,39 yen, dibandingkan dengan 157,82 yen pada penutupan pasar saham Tokyo Jumat lalu. Pergerakan yen dan dolar menjadi fokus karena berpotensi memengaruhi prospek pendapatan emiten, terutama yang sensitif terhadap nilai tukar.

Investor kini memantau dengan cermat perkembangan di Iran, dinamika harga minyak, dan langkah-langkah kebijakan pemerintah Jepang untuk menanggapi kenaikan biaya energi. Arah pasar diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh apakah tekanan harga energi akan berlanjut dan bagaimana pemerintah menanggapi risiko inflasi dan daya beli domestik. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id