Harga Emas hari ini - Harga perak bergerak stabil di sekitar US$76 per ons pada Jumat (13/2), namun masih mencatat penurunan untuk pekan ketiga berturut-turut. Tekanan terjadi setelah aksi jual besar pada hari Kamis, ketika volatilitas kembali meningkat dan mendorong pelemahan di sejumlah aset berisiko.
Penurunan pada Kamis tidak dipicu oleh katalis yang jelas, tetapi pelemahan yang terjadi secara bersamaan pada saham dan aset kripto mengindikasikan adanya likuidasi paksa lintas kelas aset. Kondisi ini diduga diperkuat oleh transaksi sistematis dan algoritmik yang cenderung mempercepat aksi penjualan saat pasar bergejolak.
Perhatian investor kini terdengar pada rilis data inflasi Amerika Serikat terbaru, yang berpotensi mempengaruhi ekspektasi ekspektasi suku bunga Federal Reserve. Data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan pada awal pekan menurunkan peluang penghematan suku bunga dalam waktu dekat. Pasar kini lebih banyak pemangkasan pertama terjadi pada Juli, bukan Juni, meski masih ada perkiraan total sekitar dua kali pemangkasan 25 basis poin hingga akhir tahun.
Di sisi lain, perak dan logam mulia lainnya berpotensi memperoleh dukungan dari kekhawatiran penurunan nilai mata uang (debasement). Dalam situasi tersebut, sebagian investor cenderung mengalihkan dana dari mata uang fiat dan obligasi pemerintah ke aset riil seperti logam mulia, yang dinilai lebih mampu menjaga nilai dalam jangka panjang. - PT Solid Gold Berjangka
Sumber: Newsmaker.id
