Head Office PT. Solid Gold Berjangka

Jl. KH. Mansyur Kav. 126, Jakarta Pusat 10220 Telp : 021-29675088 (Hunting), Fax : 021-29675089

PT. Solid Gold Berjangka Lampung

Jl. Ahmad Yani No. 55, Tanjung Karang - Bandar Lampung 35117 Telp : 0721-255038, Fax : 0721-255027

PT. Solid Gold Berjangka Palembang

Jl. Sumpah Pemuda Blok 1 No. 7 C-E, Lorok Pakjo, Palembang 30137 Tel : 0711-363300 Fax : 0711-363613

PT. Solid Gold Berjangka Makassar

Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 108 A-B, Makassar 90124 Telp : 0411-851010, Fax : 0411-851090

PT. Solid Gold Berjangka Semarang

Gedung Menara SUARA MERDEKA Lt. 3. Jl. Pandanaran No. 30 Semarang 50134 Telp : 024-3583979, 3583980 Fax : 024-3583978

Tampilkan postingan dengan label solid group. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label solid group. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 April 2026

Solid Gold Berjangka | Emas Turun usai Trump Kirim Sinyal Campuran soal Iran

Solid Gold Berjangka | Emas Turun usai Trump Kirim Sinyal Campuran soal Iran

Harga Emas hari ini – Harga emas melemah setelah pidato Presiden AS Donald Trump tidak memberi kejelasan mengenai penyelesaian perang di Timur Tengah. Logam mulia sempat menguat, tetapi kemudian berbalik turun ketika pasar menilai pesan Trump membuka peluang eskalasi sekaligus de-eskalasi.

Bullion turun hingga 2,3% setelah Trump menyatakan konflik yang telah berlangsung sekitar sebulan “mendekati selesai”, namun pada saat yang sama menegaskan AS akan menyerang Iran “sangat keras” dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Trump juga menyebut operasi militer hampir mencapai target, serta meminta sekutu yang bergantung pada pasokan minyak Timur Tengah ikut membantu mengatasi kondisi Selat Hormuz yang nyaris tertutup.

Pergerakan lintas aset berlangsung serempak: ekuitas melemah, dolar AS menguat, dan harga minyak melonjak di tengah kekhawatiran soal arus energi melalui Selat Hormuz. Sebelum perang, jalur strategis ini menjadi rute transit sekitar seperlima minyak dunia dan LNG, sehingga gangguan berlarut membuat pasar sensitif terhadap setiap sinyal eskalasi.

Dalam situasi ini, daya tarik emas sebagai aset lindung nilai terlihat berkurang. Selama konflik, pola yang berulang adalah investor melepas posisi emas untuk menutup kerugian di aset lain, sehingga arus likuidasi kerap menekan harga meski ketidakpastian geopolitik meningkat.

Sejumlah analis menilai pidato Trump lebih menekankan narasi “keberhasilan militer” ketimbang sinyal gencatan senjata. Setelah reli tajam yang sempat membawa emas menyentuh area US$4.800 intraday, pasar mulai memperhitungkan momentum yang berpotensi melambat jika selera risiko menyusut akibat kekhawatiran operasi AS dapat melebar, termasuk risiko operasi darat.

Pada perdagangan Kamis pagi di Singapura, harga spot emas turun 1,2% ke US$4.703,18 per ons. Perak melemah 2,8% ke US$72,98, sementara platinum dan palladium juga turun. Di sisi lain, Bloomberg Dollar Spot Index naik sekitar 0,2%, menegaskan penguatan dolar yang turut membebani harga emas.

Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Rabu, 01 April 2026

PT Solid Gold | Emas Naik! Apa yang Mendorong Kenaikan Ini?

PT Solid Gold | Emas Naik! Apa yang Mendorong Kenaikan Ini?

Harga Emas hari ini – Harga emas pada sesi Asia hari ini mencatatkan lonjakan signifikan, diperdagangkan di kisaran $4537 per ounce. Kenaikan ini terutama dipicu oleh ketidakpastian geopolitik yang terus meningkat, dengan ketegangan di Selat Hormuz dan kebijakan moneter yang dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar dolar AS. Situasi ini mendorong investor untuk beralih ke emas sebagai aset aman, menciptakan permintaan yang kuat di pasar

Namun, meskipun harga emas menunjukkan tren positif, tantangan tetap ada. Kebijakan moneter ketat di beberapa negara besar, seperti Amerika Serikat, dapat menekan permintaan terhadap logam mulia ini. Dengan ketegangan politik yang terus berkembang dan prospek ekonomi yang berubah-ubah, pasar emas tetap penuh ketidakpastian, membuat banyak pihak bertanya-tanya apakah harga ini akan bertahan atau justru berbalik arah.

PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Selasa, 31 Maret 2026

Solid Gold | Emas Masih Rapuh, Arah Pekan Ini Ditentukan Dolar dan Minyak

Solid Gold | Emas Masih Rapuh, Arah Pekan Ini Ditentukan Dolar dan Minyak

Harga Emas hari ini – Emas bergerak dalam tekanan tinggi dengan volatilitas yang masih sangat ekstrem. Secara umum, arah harga emas tidak semata ditentukan oleh fungsi safe haven, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh penguatan dolar AS, pergerakan imbal hasil obligasi, serta kekhawatiran bahwa lonjakan harga energi dapat membuat suku bunga tetap tinggi lebih lama. Di satu sisi, ketegangan geopolitik dan belum selesainya konflik sempat memicu minat beli kembali. Namun di sisi lain, narasi inflasi energi dan potensi kebijakan moneter yang lebih hawkish terus menahan ruang penguatan emas. Akibatnya, emas bergerak fluktuatif: sempat tertekan tajam, lalu pulih saat harga minyak mereda dan harapan diplomasi muncul, kemudian kembali melemah saat dolar menguat, sebelum akhirnya rebound kuat karena aksi bargain hunting dan kembalinya premi risiko geopolitik.

Sementara itu, harga minyak sepanjang periode ini tetap didominasi oleh premi geopolitik yang tinggi akibat konflik Iran dan gangguan di Selat Hormuz. Pasar menilai risiko pasokan bukan lagi sekadar sentimen jangka pendek, melainkan sudah mengarah ke gangguan yang lebih struktural karena lalu lintas tanker terganggu, biaya logistik meningkat, dan kepastian jalur pelayaran belum pulih. Harapan diplomasi memang sempat menekan harga, tetapi sentimen itu berulang kali tertahan oleh belum jelasnya posisi kedua pihak serta berlanjutnya serangan di kawasan. Akibatnya, minyak tetap sensitif terhadap setiap perkembangan politik dan militer, dengan ayunan harga yang tajam dalam waktu singkat.

Secara keseluruhan, pasar berada dalam kondisi sangat rapuh dan bergantung pada dua faktor utama: arah konflik Timur Tengah dan dampaknya terhadap harga energi. Untuk emas, konflik bisa menjadi penopang lewat permintaan safe haven, tetapi kenaikan minyak juga bisa menjadi beban jika memicu ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama. Untuk minyak, fokus utama tetap pada risiko pasokan, jalur pelayaran Hormuz, dan kemungkinan deeskalasi atau justru eskalasi lanjutan. Intinya, kedua aset sama-sama bergerak di bawah bayang-bayang geopolitik, inflasi energi, dan ketidakpastian kebijakan global.

Prediksi pekan ini.

Dalam satu pekan ke depan, skenario emas masih terbagi ke tiga arah utama. Skenario bullish moderat bisa terbuka jika mulai muncul tanda de-eskalasi konflik dan harga minyak ikut mereda, karena itu akan membantu meredakan kekhawatiran inflasi serta menurunkan tekanan dari ekspektasi suku bunga tinggi. Dalam kondisi ini, emas berpeluang rebound dengan area penting di 4.500–4.555; jika mampu ditembus dengan kuat, kenaikan bisa berlanjut ke kisaran 4.620–4.700. Sebaliknya, skenario bearish lanjutan tetap perlu diwaspadai jika dolar AS bertahan kuat, minyak terus naik, dan pasar makin yakin The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Dalam situasi ini, emas berisiko turun ke area support 4.450–4.430, lalu menguji 4.380, bahkan membuka peluang ke 4.300–4.200 jika tekanan jual membesar.

Namun untuk saat ini, skenario yang paling realistis masih sideways volatile, yaitu emas bergerak fluktuatif di rentang 4.430–4.555 sambil menunggu arah baru dari perkembangan geopolitik dan respons pasar terhadap inflasi energi. Artinya, emas masih berada di tengah tarik-menarik antara fungsi safe haven di satu sisi dan tekanan dari dolar, yield, serta harga minyak di sisi lain. Karena itu, kesimpulan sederhananya adalah bias emas masih netral ke bearish ringan selama belum mampu kembali stabil di atas 4.500–4.555. Jika harga berhasil menembus 4.555, peluang pemulihan akan membaik, tetapi jika turun di bawah 4.430, risiko pelemahan lanjutan akan kembali dominan.

BCO yang saat ini bergerak di sekitar 108 masih menunjukkan kecenderungan bullish dengan volatilitas tinggi untuk satu pekan ke depan. Secara teknikal, tren naik masih terjaga selama harga mampu bertahan di atas area 105–103, yang menjadi support penting jangka pendek. Selama area itu tidak ditembus, minyak masih punya peluang melanjutkan kenaikan ke 110, lalu 112–115, bahkan membuka ruang menuju 118–120 jika tensi geopolitik kembali meningkat. Namun, jika harga turun di bawah 103, risiko koreksi akan membesar dengan target pelemahan ke 100 hingga 97–95.

Dari sisi fundamental, harga minyak tetap ditopang oleh premi geopolitik yang tinggi akibat konflik Iran dan gangguan jalur energi utama, terutama di sekitar Selat Hormuz. Pasar masih melihat risiko pasokan global belum benar-benar mereda, sehingga harga minyak cenderung tetap kuat meski sesekali terkoreksi karena aksi ambil untung. Artinya, untuk seminggu ke depan, skenario yang paling realistis adalah minyak tetap bergerak kuat namun dengan ayunan yang tajam, di mana arah harga akan sangat bergantung pada perkembangan konflik, jalur diplomasi, dan kondisi pasokan energi global.

Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Selasa, 10 Maret 2026

Solid Gold | Emas Stabil Pasca Trump Isyaratkan Perang Iran Mendekati Akhir

 

Harga Emas hari ini - Harga emas cenderung stabil setelah dolar AS melemah menyusul komentar Presiden AS Donald Trump yang mengisyaratkan perang Iran bisa segera berakhir. Bullion bertahan di sekitar US$5.135 per troy ounce, setelah turun 0,6% pada sesi sebelumnya.

Trump mengatakan kepada CBS News bahwa konflik tersebut “sangat lengkap, kurang lebih.” Setelah pernyataan itu, indeks dolar turun sekitar 0,2%, membalikkan penguatan yang sempat terjadi lebih awal. Di saat yang sama, harga minyak terkoreksi setelah sesi yang sangat volatil, meredakan sebagian tekanan inflasi yang sebelumnya membebani pasar.

Emas berada di bawah tekanan sejak konflik Timur Tengah pecah karena lonjakan harga energi memicu kekhawatiran inflasi. Kondisi itu mendorong pasar memperkirakan Federal Reserve dan bank sentral lain akan menahan suku bunga lebih lama, atau bahkan menaikkannya, yang biasanya menjadi hambatan bagi aset tanpa imbal hasil seperti emas.

Meski demikian, emas masih mencatat kenaikan hampir seperlima sepanjang tahun ini. Permintaan aset aman tetap mendapat dukungan dari ketidakpastian perdagangan dan geopolitik global, sementara emas juga menjadi sumber likuiditas ketika pasar ekuitas global mengalami tekanan.

Pada 06.15 waktu Singapura, spot gold turun tipis 0,1% ke US$5.135,95 per ounce. Perak naik 0,1% ke US$86,99. Platinum melemah tipis, sementara palladium menguat. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Jumat, 06 Februari 2026

PT Solid Gold Berjangka | Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

 

Harga Emas hari ini - Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran $4.707/oz (turun sekitar 1,4%) saat tekanan risk-off makin menyebar lintas aset.

Pemicu utamanya: Bitcoin jatuh tajam dan bikin sentimen pasar makin “tegang”. BTC terakhir tertekan ke sekitar $61.350 (turun ~15,7%), dengan volatilitas yang masih tinggi setelah pergerakan ekstrem dalam sehari.

Menurut analis pasar IG Chris Beauchamp, pelemahan kripto yang tadinya terlihat seperti “bear market” berubah jadi rout yang menular ke aset lain—termasuk komoditas. Intinya: ketika kripto panik, pasar sering ikut mengurangi risiko di mana-mana, bukan cuma di satu tempat.

Efek rambatnya terasa karena banyak pelaku pasar lagi “ngelock” posisi dan ngejar likuiditas. Saat arus keluar terjadi serentak (margin call, stop-loss, deleveraging), aset yang biasanya dianggap defensif seperti emas pun bisa ikut dijual sementara—bukan karena fundamental emas jelek, tapi karena pasar butuh cash cepat.

Di sisi makro, mood risk-off biasanya makin keras kalau dolar dan yield ikut menguat, karena itu bikin biaya peluang pegang emas (yang tidak ber-bunga) terasa lebih berat. Jadi, walaupun emas punya cerita safe-haven, dalam fase “panic selling” logikanya sering kebalik: yang penting likuid dulu.

Untuk jangka pendek, pasar emas jadi sensitif ke dua hal: apakah kripto masih lanjut jebol (memperpanjang efek domino), dan apakah dolar/yield lanjut menekan. Kalau tekanan mereda, emas bisa cepat balik rebound—tapi kalau panic berlanjut, emas masih rawan “diguncang” lagi.

Kesimpulannya: pelemahan emas pagi ini lebih terlihat sebagai spillover risk-off dari kripto dan sentimen global yang sedang rapuh, bukan perubahan fundamental besar pada emas itu sendiri—setidaknya untuk fase awal sesi Asia hari ini. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Kamis, 15 Januari 2026

Solid Gold Berjangka | Nikkei Mendadak Turun! Apa yang Lagi Ditakutin Pasar Jepang?

 

Harga Emas hari ini - Saham Jepang dibuka melemah di awal perdagangan, setelah sempat mencetak rekor tertinggi pada awal pekan. Indeks Nikkei turun sekitar 0,7% ke area 53.976,72, menandakan pasar mulai “ngerem” setelah reli cepat.

Tekanan terbesar datang dari sektor elektronik dan teknologi. Sejumlah big caps ikut menyeret indeks, dengan Tokyo Electron turun 3,0% dan SoftBank Group turun 2,9%—dua nama yang biasanya jadi barometer sentimen risk-on di Tokyo.

Di sisi mata uang, USD/JPY melemah ke sekitar 158,50, turun dari 159,31 pada penutupan bursa Tokyo hari Rabu. Pergerakan yen ini bikin pasar makin sensitif, karena kurs bisa cepat memengaruhi saham eksportir dan ekspektasi kebijakan pemerintah.

Fokus investor sekarang tertuju ke satu isu: wacana pemilu cepat di Jepang. Detail rencana pemilu dan arahnya dianggap bisa mengubah ekspektasi pasar soal stimulus, arah fiskal, sampai sikap terhadap pelemahan yen.

Karena itu, pelaku pasar juga menunggu komentar pejabat pemerintah terkait melemahnya yen. Kalau muncul sinyal keras soal intervensi atau kebijakan.- Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Senin, 12 Januari 2026

PT Solid | Klaim Pengangguran Naik, Pasar Siaga Jelang NFP

 

Harga Emas hari ini - Menurut laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS (DOL) yang dirilis pada hari Kamis, jumlah warga AS yang mengajukan permohonan baru untuk asuransi pengangguran naik menjadi 208 ribu untuk pekan yang berakhir pada 3 Januari. Angka terbaru ini lebih rendah dari perkiraan awal (210 ribu) dan lebih tinggi dari angka pekan sebelumnya yaitu 200 ribu (direvisi dari 199 ribu).

Selain itu, rata-rata pergerakan 4 minggu menurun sebesar 7,25 ribu, sehingga menjadi 211,75 ribu dari rata-rata revisi pekan sebelumnya.

Laporan tersebut menunjukkan tingkat pengangguran yang diasuransikan yang disesuaikan secara musiman sebesar 1,2%, dengan Klaim Pengangguran Berkelanjutan meningkat sebesar 56 ribu menjadi 1,914 juta untuk pekan yang berakhir pada 27 Desember. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Jumat, 19 Desember 2025

PT Solid Gold Berjangka | Minyak Tertekan Lagi, Pasar Dibayangi Banjir Pasokan

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak dunia bergerak melemah dan menuju penurunan mingguan untuk kedua kalinya. Kekhawatiran pasar terhadap kelebihan pasokan dinilai lebih besar dibandingkan potensi gangguan distribusi. Minyak West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan mendekati level US$56 per barel dan telah turun lebih dari 2% sepanjang pekan ini, sementara minyak Brent ditutup di bawah US$60 per barel pada perdagangan Kamis.

Sejumlah pedagang minyak terbesar dunia menilai pasar akan berada dalam kondisi kelebihan pasokan pada awal tahun depan. Perusahaan perdagangan energi Trafigura bahkan memperkirakan harga Brent akan berada di kisaran US$50 per barel hingga pertengahan 2026, seiring pasokan global yang terus melimpah.

Sepanjang tahun ini, harga minyak telah turun sekitar 20%. Penurunan tersebut dipicu oleh keputusan OPEC+ yang mengembalikan pasokan ke pasar lebih cepat dari perkiraan, ditambah peningkatan produksi dari negara-negara produsen lainnya. Di sisi lain, pertumbuhan permintaan global dinilai masih lemah.

Meski begitu, risiko geopolitik sempat menahan penurunan harga lebih dalam. Ketegangan terkait pasokan dari Rusia dan Venezuela menjadi perhatian pasar. Terbaru, Inggris menjatuhkan sanksi terhadap tiga produsen minyak Rusia yang lebih kecil, di tengah upaya perdamaian antara Moskow dan Kyiv yang dimediasi Amerika Serikat namun masih sulit mencapai kesepakatan. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Rabu, 17 Desember 2025

PT Solid Gold | Saham-Saham Uni Eropa Tertekan oleh Sektor Pertahanan

 

Harga Emas hari ini - Saham-saham Eropa ditutup lebih rendah pada hari Selasa, dengan STOXX 50 turun 0,5% dan STOXX 600 yang lebih luas merosot 0,4%, karena optimisme seputar upaya perdamaian Rusia-Ukraina mendorong investor untuk menilai kembali prospek pengeluaran militer dan membebani saham-saham sektor pertahanan.

Saham-saham sektor pertahanan mengalami penurunan tajam, dipimpin oleh Rheinmetall (-4,6%), bersamaan dengan kerugian pada BAE Systems (-1,7%), Leonardo (-3,9%), dan Thales (-1,6%). Saham-saham teknologi besar juga menekan pasar, dengan ASML Holding turun 2,1% dan SAP turun 1,4%, karena sinyal pertumbuhan global yang lebih lemah meredam minat terhadap eksposur teknologi siklikal.

Sebaliknya, LVMH berkinerja lebih baik, naik 1,7% karena ketahanan relatif dalam permintaan barang mewah. Dari sisi makroekonomi, data PMI awal memperkuat gambaran ekonomi yang beragam, dengan aktivitas sektor swasta zona euro melambat karena momentum sektor jasa mendingin dan sektor manufaktur semakin melemah, sebagian besar didorong oleh memburuknya kondisi di Jerman, sementara sektor jasa Prancis melambat lebih tajam dari yang diperkirakan.- PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Jumat, 28 November 2025

PT Solid Gold Berjangka | Emas Terkoreksi, Pasar Menanti Sinyal Rate Cut AS

 

Harga Emas hari ini - Harga emas sedikit melemah pada hari Kamis(27/11), setelah mencapai level tertinggi hampir dua minggu pada sesi sebelumnya, sementara investor menilai kemungkinan pemangkasan suku bunga AS pada bulan Desember.

Harga emas spot turun 0,2% menjadi $4.157,29 per ons, pukul 16.01 GMT. Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun 0,2% menjadi $4.154,30 per ons.

"Kami masih memperkirakan konsolidasi yang dimulai dengan penurunan harga di bulan Oktober akan berlanjut karena dampak dari penurunan harga tersebut belum sepenuhnya mereda," kata analis Julius Baer, ​​Carsten Menke.

Harga emas batangan telah turun 5% sejak mencapai rekor tertinggi $4.381,21 pada 20 Oktober, tetapi secara umum diperdagangkan di atas level kunci $4.000 per ons. "Faktor-faktor yang kami lihat mendukung pasar emas sebagian besar tidak berubah, termasuk perlambatan pertumbuhan AS yang menyebabkan penurunan suku bunga dan pelemahan dolar AS, permintaan safe haven yang berkelanjutan, dan pembelian bank sentral yang terus kuat," tambah Menke.

Sinyal yang saling bertentangan dari Federal Reserve mengenai waktu dan besaran pemotongan suku bunga AS telah mempercepat aliran lindung nilai ke swaption dan derivatif yang terkait dengan suku bunga overnight.

Kevin Hassett, yang muncul sebagai kandidat terdepan untuk menggantikan Jerome Powell sebagai Ketua Fed, telah bersekutu dengan Presiden Donald Trump dalam mengadvokasi pemotongan suku bunga.

Komentar minggu ini dari Presiden Bank Federal Reserve San Francisco, Mary Daly, dan Gubernur Fed, Christopher Waller, juga memperkuat ekspektasi pemotongan suku bunga.

Para pedagang kini memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 85% bulan depan, dibandingkan dengan hanya 30% seminggu sebelumnya, menurut CME FedWatch.

Emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung berkinerja baik dalam kondisi suku bunga rendah.

Pasar AS tutup pada hari Kamis untuk liburan Thanksgiving dan akan beroperasi dengan jadwal yang lebih pendek pada hari Jumat.

Perak spot turun 0,3% menjadi $53,17 per ons, platinum naik 1% menjadi $1.604,72, dan paladium naik 0,5% menjadi $1.430,40. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Kamis, 27 November 2025

Solid Gold Berjangka | Harga Minyak Naik Di Tengah Penantian Pasokan

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak naik tipis pada hari Rabu(26/11) menjelang libur Thanksgiving AS, karena investor AS menilai prospek kelebihan pasokan dan perundingan mengenai kesepakatan damai Rusia-Ukraina.

Harga minyak mentah Brent berjangka naik 42 sen, atau 0,67%, menjadi $62,9 per barel pada pukul 14.10 ET (19.10 GMT). Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 50 sen, atau 0,86%, menjadi $58,45.

Persediaan minyak mentah AS naik 2,8 juta barel menjadi 426,9 juta barel pekan lalu karena lonjakan impor, menurut Badan Informasi Energi (EIA) pada hari Rabu. Para analis memperkirakan kenaikan sebesar 55.000 barel.

"Kita jelas berada di jalur menuju kelebihan pasokan yang cukup sehat, tidak diragukan lagi, dan peningkatan produksi minyak mentah menunjukkan hal itu," kata John Kilduff, mitra di Again Capital. Impor minyak mentah bersih AS meningkat sebesar 1,05 juta barel per hari (bph), menurut EIA, menjadi 2,84 juta bph, tertinggi sejak awal September.

Perusahaan-perusahaan energi AS minggu ini memangkas jumlah rig minyak dan gas alam yang beroperasi untuk pertama kalinya dalam empat minggu, menurut perusahaan jasa energi Baker Hughes pada hari Rabu. OPEC+ kemungkinan akan mempertahankan tingkat produksi tidak berubah pada pertemuannya hari Minggu, tiga sumber OPEC+ mengatakan kepada Reuters pada hari Selasa.

Investor menunggu kejelasan lebih lanjut tentang negosiasi Rusia dan Ukraina. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan kepada para pemimpin Eropa pada hari Selasa bahwa ia siap untuk memajukan kerangka kerja yang didukung AS untuk mengakhiri perang dengan Rusia, yang mendorong harga minyak mentah Brent dan WTI turun ke level terendah dalam satu bulan.

"Intinya, masih belum ada perjanjian damai dan akan sulit untuk meyakinkan semua pihak agar mau berunding dan menandatanganinya," ujar Andrew Lipow, presiden Lipow Oil Associates. Presiden AS Donald Trump mengatakan ia telah memerintahkan perwakilannya untuk bertemu secara terpisah dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan pejabat Ukraina. Seorang pejabat Ukraina mengatakan Zelenskiy kemungkinan akan mengunjungi Amerika Serikat dalam beberapa hari ke depan untuk menyelesaikan kesepakatan.

"Jika tercapai, kesepakatan ini dapat dengan cepat mencabut sanksi Barat terhadap ekspor energi Rusia," yang berpotensi mendorong harga WTI ke sekitar $55, ujar analis pasar IG, Tony Sycamore, dalam sebuah catatan klien. "Untuk saat ini, pasar masih menunggu kejelasan lebih lanjut, tetapi risikonya tampaknya adalah harga yang lebih rendah kecuali perundingan gagal."

Inggris, Eropa, dan Amerika Serikat baru-baru ini telah memperketat sanksi terhadap Rusia, dan pembelian minyak Rusia oleh India diperkirakan akan mencapai titik terendah dalam tiga tahun pada bulan Desember. Konsorsium Pipa Kaspia (CPC), yang menangani sekitar 1,5% minyak dunia, mengatakan pihaknya melanjutkan pemuatan minyak semalam, setelah menangguhkan pemuatan setelah serangan pesawat tak berawak Ukraina awal minggu ini. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Jumat, 21 November 2025

PT Solid Gold Berjangka | Tarif Trump akan mengurangi defisit AS sebesar $1 triliun

 

Harga Emas hari ini - Kenaikan tarif impor dari negara asing yang dilakukan Presiden Donald Trump akan mengurangi defisit AS sebesar $3 triliun jika dipertahankan hingga tahun 2035, menurut perkiraan Kantor Anggaran Kongres (CBO) yang non-partisan pada hari Kamis, alih-alih $4 triliun yang diproyeksikan pada bulan Agustus.

CBO mendasarkan perkiraan terbarunya pada tarif yang diberlakukan Trump antara 6 Januari dan 15 November. CBO menyatakan bahwa defisit primer akan berkurang sebesar $2,5 triliun selama 11 tahun, sehingga biaya pinjaman pemerintah turun sekitar $500 miliar. Perkiraan bulan Agustus masing-masing adalah $3,3 triliun dan $700 miliar.

Revisi tersebut terutama didasarkan pada data baru, sementara sisanya berasal dari perubahan kebijakan tarif terbaru pemerintahan Trump.

Beberapa pengadilan federal telah memutuskan bahwa pemerintah telah melampaui kewenangannya dalam mengenakan tarif, karena Konstitusi AS memberikan wewenang kepada Kongres atas kebijakan perdagangan. Mahkamah Agung AS sedang meninjau keputusan-keputusan tersebut.

Trump membanggakan bahwa tarif tersebut telah menghasilkan keuntungan tak terduga bagi Departemen Keuangan AS, sementara para kritikus berpendapat bahwa biaya barang yang lebih tinggi dari luar negeri dibebankan kepada konsumen dalam bentuk harga yang lebih tinggi ketika barang tersebut mencapai rak-rak Amerika. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Kamis, 20 November 2025

Solid Gold Berjangka | Saham AS Ditutup Menguat Setelah Sesi Volatil

 

Harga Emas hari ini - Saham AS ditutup menguat pada sesi Rabu yang volatil, membalikkan sebagian aksi jual tajam dari empat sesi sebelumnya karena pasar mencerna rilis risalah rapat The Fed yang kontroversial dan menunggu laporan keuangan Nvidia setelah penutupan. S&P 500 naik 0,4% dan Nasdaq 100 naik 0,6% sementara Dow Jones naik 0,1%.

Nvidia naik 2,9% karena analis memperkirakan pertumbuhan pendapatan yang solid, meskipun moderat, dan akan fokus pada prospek layanan AI dan kapasitas komputasi pusat data. Hasil ritel beragam dengan Target turun 2,8% dan Lowe's serta TJX naik. Risalah rapat FOMC menunjukkan ketidaksepakatan di antara para pejabat mengenai apakah akan mempertahankan atau memangkas suku bunga pada pertemuan berikutnya.

Keputusan BLS untuk menunda laporan ketenagakerjaan hingga setelah pertemuan The Fed bulan Desember semakin memperkeruh prospek kebijakan dan meningkatkan kemungkinan pasar untuk mempertahankan suku bunga. Ketidakpastian tersebut membuat posisi pasar menjadi rapuh setelah lonjakan saham teknologi yang besar, menghasilkan fluktuasi intraday, kinerja sektor yang beragam, dan aliran dana safe haven ke emas. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Senin, 10 November 2025

PT Solid | Minyak mentah pulih di tengah harapan atas pertemuan AS-Hongaria

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak mentah pulih dari penurunan di siang hari pada hari Jumat di tengah harapan Hongaria dapat menggunakan minyak mentah Rusia karena Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban di Gedung Putih.

Harga minyak mentah Brent berjangka ditutup pada $63,63 per barel, naik 25 sen atau 0,39%. Minyak mentah West Texas Intermediate AS ditutup pada $59,75 per barel, naik 32 sen, atau 0,54%.

Kedua harga acuan minyak mentah tersebut diperkirakan akan mencatat penurunan mingguan sekitar 2% karena produsen global terkemuka meningkatkan produksi.

"Kami mengamati pertemuan Trump dengan Orban untuk melihat apakah akan ada kesepakatan yang meringankan sanksi terhadap Lukoil dan Rosneft," kata John Kilduff, mitra di Again Capital.

Hongaria telah mempertahankan ketergantungannya pada energi Rusia sejak awal konflik di Ukraina pada tahun 2022, yang memicu kritik dari beberapa sekutu Uni Eropa dan NATO.

Harga telah jatuh sebelumnya pada hari itu dengan Brent mencatat kerugian akibat dampak pengurangan penerbangan akibat kekurangan pengontrol lalu lintas udara, yang tidak dibayar akibat penutupan pemerintah AS.

"Fakta bahwa kami menutup penerbangan mengurangi banyak permintaan diesel," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group.

Badan Penerbangan Federal AS (FAA) memerintahkan maskapai penerbangan untuk mengurangi ribuan penerbangan karena kekurangan pengontrol lalu lintas udara.

Penurunan permintaan bahan bakar jet terjadi karena "pasar terus mempertimbangkan peningkatan surplus minyak dibandingkan kondisi makro yang beragam," kata analis SEB, Ole Hvalbye.

Iklan pihak ketiga. Bukan penawaran atau rekomendasi dari Investing.com. Lihat pengungkapan di sini atau hapus iklan.
Peningkatan persediaan AS yang tak terduga sebesar 5,2 juta barel memicu kembali kekhawatiran kelebihan pasokan minggu ini, kata analis IG Markets, Tony Sycamore.

Stok minyak mentah AS naik lebih tinggi dari perkiraan karena impor yang lebih tinggi dan berkurangnya aktivitas penyulingan, sementara persediaan bensin dan sulingan menurun, menurut Badan Informasi Energi (EIA) pada hari Rabu.

Laporan swasta juga menunjukkan melemahnya pasar tenaga kerja AS. Laporan ketenagakerjaan Departemen Tenaga Kerja AS tidak diterbitkan karena penutupan pemerintah.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC+, memutuskan pada hari Minggu untuk sedikit meningkatkan produksi pada bulan Desember. Namun, kelompok tersebut juga menunda peningkatan lebih lanjut untuk kuartal pertama tahun depan, karena khawatir akan kelebihan pasokan.

Pasar yang tercukupi pasokannya mendorong Arab Saudi, eksportir minyak terbesar dunia, untuk mengumumkan penurunan tajam harga minyak mentahnya bagi pembeli Asia pada bulan Desember.

Sementara itu, sanksi Eropa dan AS terhadap Rusia dan Iran mengganggu pasokan ke importir terbesar dunia, Tiongkok dan India, yang memberikan sedikit dukungan bagi pasar global.

Impor minyak mentah Tiongkok pada bulan Oktober naik 2,3% dari September dan naik 8,2% dari tahun sebelumnya menjadi 48,36 juta ton, data bea cukai menunjukkan, di tengah tingginya tingkat utilisasi di kilang-kilang minyak di negara pengimpor minyak terbesar dunia.

"Tiongkok terus mengimpor minyak mentah dalam jumlah besar pada bulan Oktober," kata analis UBS Giovanni Staunovo. "Langkah ini membuat barel-barel minyak mentah tersebut tidak dapat diimpor ke OECD, yang persediaannya masih rendah." - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Rabu, 05 November 2025

PT Solid Gold | USD/JPY melemah seiring penguatan Yen di tengah permintaan safe haven

 

Harga Emas hari ini - USD/JPY melemah pada hari Selasa ke kisaran 153,50 saat artikel ini ditulis, turun 0,40% hari ini, karena Yen Jepang (JPY) menarik aliran dana safe haven baru di tengah kembalinya sentimen penghindaran risiko global. Kekhawatiran akan potensi intervensi dari Kementerian Keuangan Jepang dan sentimen hawkish terbaru dari Gubernur Bank of Japan (BoJ) Kazuo Ueda semakin memperkuat JPY. Ueda mengisyaratkan pekan lalu bahwa kenaikan suku bunga dapat terjadi pada akhir tahun ini atau awal tahun depan, memperkuat ekspektasi akan perubahan kebijakan bertahap oleh BoJ.

Namun, penguatan Yen Jepang masih terbatas. Ketidakpastian mengenai waktu pasti kenaikan suku bunga BoJ berikutnya masih berlanjut, terutama karena Perdana Menteri baru Jepang, Sanae Takaichi, diperkirakan akan menerapkan kebijakan fiskal ekspansif. Sikap seperti itu dapat mendorong bank sentral untuk bertindak hati-hati guna menghindari terhambatnya pertumbuhan ekonomi. Di Amerika Serikat, investor tetap fokus pada prospek Federal Reserve (Fed). Komentar terbaru dari Ketua Fed Jerome Powell, yang menekankan perlunya mempertahankan sikap restriktif di tengah inflasi yang masih di atas 2%, mendukung Indeks Dolar AS (DXY), yang berada di kisaran 100,00 pada hari Selasa. Pasar sekarang memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Desember sekitar 70%, turun dari lebih dari 90% seminggu yang lalu, menurut perangkat CME FedWatch.

Dengan latar belakang ini, perhatian beralih ke Laporan Ketenagakerjaan ADP hari Rabu, yang akan memberikan gambaran awal tren perekrutan sektor swasta di Amerika Serikat (AS). Dengan penutupan pemerintah AS yang berkepanjangan yang menunda statistik ketenagakerjaan resmi, para pedagang mengandalkan data penggajian swasta untuk menilai kembali ekspektasi kebijakan moneter dan arah USD/JPY selanjutnya. - PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Selasa, 28 Oktober 2025

Solid Gold | Wall Street Dibuka di Rekor Tertinggi Ditengah Kesepakatan Dagang AS–Tiongkok

 

Harga Emas hari ini - Wall Street dibuka di level rekor baru pada hari Senin, didorong oleh harapan tercapainya gencatan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Optimisme ini mendorong investor lebih berani mengambil risiko di tengah pekan yang padat: laporan kinerja (earnings) dari raksasa teknologi dan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve.

Pada pukul 09.30 pagi waktu New York, indeks Dow Jones Industrial Average naik 315,67 poin, atau 0,67%, ke 47.530,09. Indeks S&P 500 menguat 63,83 poin, atau 0,92%, ke 6.856,09. Sementara itu, Nasdaq Composite melonjak 335,24 poin, atau 1,45%, ke 23.544,00. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Jumat, 24 Oktober 2025

PT Solid Gold Berjangka | Minyak Melonjak 5% Usai Sanksi AS ke Rosneft & Lukoil

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak melonjak sekitar 5% ke level tertinggi dalam dua minggu pada hari Kamis(23/10) setelah AS menjatuhkan sanksi kepada pemasok utama Rusia Rosneft (ROSN.MM), dan Lukoil (LKOH.MM), terkait perang Moskow di Ukraina, yang mendorong perusahaan energi di Tiongkok dan India untuk mempertimbangkan pengurangan impor Rusia.

Harga minyak berjangka Brent naik $3,40, atau 5,4%, menjadi $65,99 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik $3,29, atau 5,6%, menjadi $61,79. Persentase kenaikan harian tersebut merupakan yang terbesar untuk kedua kontrak minyak mentah sejak pertengahan Juni dan penutupan tertinggi sejak 8 Oktober.

"Pengumuman sanksi AS terhadap Rosneft dan Lukoil merupakan eskalasi besar dalam penargetan sektor energi Rusia dan bisa menjadi kejutan yang cukup besar untuk membalikkan pasar minyak global menjadi defisit tahun depan," kata David Oxley, kepala ekonom iklim dan komoditas di Capital Economics.

Rusia adalah produsen minyak mentah terbesar kedua di dunia pada tahun 2024 setelah AS, menurut data energi AS. Selain melonjaknya harga minyak mentah, harga minyak diesel berjangka AS melonjak hampir 7%, mendorong selisih crack diesel ke level tertinggi sejak Februari 2024. Selisih crack mengukur margin keuntungan penyulingan.

Sanksi AS berarti kilang-kilang di Tiongkok dan India, pembeli utama minyak Rusia, perlu mencari pemasok alternatif untuk menghindari pengecualian dari sistem perbankan Barat, kata analis Saxo Bank, Ole Hansen. Beberapa sumber perdagangan mengatakan kepada Reuters bahwa perusahaan minyak negara Tiongkok telah menangguhkan pembelian minyak Rusia yang diangkut melalui laut dari kedua perusahaan yang kini dikenai sanksi AS, yang semakin meningkatkan harga.

Menteri perminyakan Kuwait mengatakan bahwa Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan siap untuk mengimbangi kekurangan apa pun di pasar dengan mengurangi pemangkasan produksi. Namun, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan akan membutuhkan waktu bagi pasar global untuk menggantikan minyak Rusia.

"Ini, tentu saja, merupakan upaya untuk menekan Rusia," tambah Putin. "Tetapi tidak ada negara yang menghargai diri sendiri dan tidak ada rakyat yang menghargai diri sendiri yang akan memutuskan apa pun di bawah tekanan. AS mengatakan siap untuk mengambil tindakan lebih lanjut dan mendesak Moskow untuk segera menyetujui gencatan senjata di Ukraina.

"Berbagai sanksi AS dan Uni Eropa sejauh ini pada dasarnya tidak berpengaruh pada kemampuan Rusia untuk mengekspor minyak, jadi kami ragu bahwa putaran sanksi terbaru ini akan mengubah keadaan." Meski begitu, Kremlin mungkin perlu menggunakan metode yang lebih rumit untuk mengirimkan minyaknya secara diam-diam, sehingga meningkatkan biaya," ujar Pavel Molchanov, analis strategi investasi di Raymond James. Molchanov mencatat bahwa bank investasi AS akan "terus memantau masalah ini" karena ekspor Rusia menyumbang sekitar 7% dari pasokan minyak global. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Senin, 20 Oktober 2025

PT Solid | Perdagangan Perak Anjlok Setelah Rekor Tertinggi

 

Harga Emas hari ini - Harga logam mulia berada di bawah tekanan pada hari Jumat, dengan perak anjlok lebih dari 5%, penurunan terbesar dalam enam bulan, setelah mencatat rekor tertinggi dalam beberapa minggu terakhir. Penurunan ini menyusul rebound imbal hasil Treasury, didukung oleh meredanya kekhawatiran terhadap bank-bank regional dan aktivitas pinjaman mereka -- sebuah pergeseran yang meredam permintaan aset safe haven, seperti yang telah dicatat oleh rekan saya Tatiana Darie sebelumnya.

Sebagian dari pelemahan ini mungkin juga mencerminkan aksi ambil untung setelah tahun yang luar biasa bagi kompleks logam mulia. Perak telah melonjak 77% year-to-date, sementara emas naik 60%, memberikan insentif yang cukup bagi para pedagang untuk mengunci keuntungan di tengah rentetan berita utama. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Selasa, 14 Oktober 2025

Solid Gold | Perang Dagang & Rate Cut Dorong Emas Naik

 

Harga Emas hari iniEmas menembus $4.100 per ons untuk pertama kalinya pada hari Senin(13/10), mencapai rekor tertinggi baru di tengah ketegangan perdagangan AS-Tiongkok yang kembali terjadi dan ekspektasi penurunan suku bunga AS, sementara perak juga naik ke level tertinggi sepanjang masa.

Emas spot naik 2,2% menjadi $4.106,48 per ons, per pukul 13:47 ET (1747 GMT), setelah mencapai rekor $4.116,77. Emas berjangka AS untuk bulan Desember ditutup 3,3% lebih tinggi di $4.133.

Emas telah naik 56% tahun ini dan mencapai level $4.000 untuk pertama kalinya minggu lalu, didorong oleh faktor-faktor termasuk ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, ekspektasi penurunan suku bunga AS, dan pembelian bank sentral yang kuat.

"Emas dapat dengan mudah melanjutkan momentum kenaikannya. Kita bisa melihat harga di atas $5.000 pada akhir tahun 2026," kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures. Pembelian yang stabil oleh bank sentral, arus masuk ETF yang kuat, ketegangan perdagangan AS-Tiongkok, dan prospek penurunan suku bunga AS memberikan dukungan struktural bagi pasar, tambah Streible.

Di sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump kembali memicu ketegangan perdagangan dengan Tiongkok pada hari Jumat, mengakhiri gencatan senjata yang tidak nyaman antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut.

Sementara itu, para pedagang memperkirakan probabilitas 97% penurunan suku bunga Federal Reserve sebesar 25 basis poin pada bulan Oktober dan peluang 100% pada bulan Desember. Emas, aset yang tidak memberikan imbal hasil, cenderung berkinerja baik di lingkungan suku bunga rendah.

Analis di Bank of America dan Societe Generale kini memperkirakan emas akan mencapai $5.000 pada tahun 2026, sementara Standard Chartered telah menaikkan proyeksinya menjadi rata-rata $4.488 tahun depan. "Reli ini menurut kami masih memiliki potensi, tetapi koreksi jangka pendek akan lebih sehat untuk tren naik jangka panjang," kata Suki Cooper, kepala riset komoditas global di Standard Chartered Bank.

Perak spot naik 3,1% menjadi $51,82, menyentuh rekor tertinggi $52,12 di awal sesi, didorong oleh faktor-faktor yang sama yang mendukung ketatnya pasar emas dan spot. Indikator teknis menunjukkan keduanya berada dalam kondisi jenuh beli, dengan indeks kekuatan relatif (RSI) di 80 untuk emas dan 83 untuk perak. Platinum naik 3,9% menjadi $1.648,25, dan paladium naik 5,2% menjadi $1.478,94. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Senin, 13 Oktober 2025

PT Solid | Emas melonjak karena ketegangan perdagangan AS-Tiongkok

 

Harga Emas hari ini - Harga emas naik selama sesi Amerika Utara pada hari Jumat di tengah eskalasi perang dagang antara AS dan Tiongkok. Hal ini, penutupan pemerintah AS, dan ekspektasi pelonggaran lebih lanjut oleh Federal Reserve (Fed) mempertahankan daya beli logam kuning. XAU/USD diperdagangkan pada $3.997, naik 0,60%, pada saat penulisan.

Harga emas batangan terdongkrak oleh meningkatnya ancaman tarif dan kebuntuan berkepanjangan di Washington yang memicu kembali penghindaran risiko.

Penghindaran risiko menjadi inti permasalahan setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan kemungkinan bea masuk baru terhadap Tiongkok, karena Tiongkok mengancam akan memberlakukan kontrol ekspor pada logam tanah jarang. Trump menambahkan bahwa tidak ada alasan untuk bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam dua minggu di Korea Selatan seperti yang direncanakan.

Pada hari Kamis, logam kuning mencatat kerugian sebesar 1,59% karena para pedagang membukukan keuntungan, seiring dengan gencatan senjata antara Israel dan Gaza.

Penutupan pemerintah AS telah berlangsung selama sepuluh hari berturut-turut dan peluang pembukaan kembali dalam waktu dekat masih sangat kecil.

Berdasarkan data, Universitas Michigan (UoM) mengungkapkan bahwa Sentimen Konsumen stabil di bulan Oktober, karena rumah tangga tampaknya mengabaikan penutupan sebagian pemerintah.

Pekan depan, data ekonomi AS diperkirakan akan merilis Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk bulan September. Namun demikian, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) mengungkapkan bahwa data tersebut akan diumumkan pada hari Jumat pukul 08.30 ET.- PT Solid

Sumber: Newsmaker.id