Head Office PT. Solid Gold Berjangka

Jl. KH. Mansyur Kav. 126, Jakarta Pusat 10220 Telp : 021-29675088 (Hunting), Fax : 021-29675089

PT. Solid Gold Berjangka Lampung

Jl. Ahmad Yani No. 55, Tanjung Karang - Bandar Lampung 35117 Telp : 0721-255038, Fax : 0721-255027

PT. Solid Gold Berjangka Palembang

Jl. Sumpah Pemuda Blok 1 No. 7 C-E, Lorok Pakjo, Palembang 30137 Tel : 0711-363300 Fax : 0711-363613

PT. Solid Gold Berjangka Makassar

Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 108 A-B, Makassar 90124 Telp : 0411-851010, Fax : 0411-851090

PT. Solid Gold Berjangka Semarang

Gedung Menara SUARA MERDEKA Lt. 3. Jl. Pandanaran No. 30 Semarang 50134 Telp : 024-3583979, 3583980 Fax : 024-3583978

Jumat, 30 Januari 2026

PT Solid Gold Berjangka | Minyak Panas, Pasar Cemas: Hormuz Jadi Sorotan

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak cenderung stabil setelah lonjak lebih dari 3% pada Kamis, saat pelaku pasar menimbang ancaman terbaru Presiden AS Donald Trump terhadap Iran dan risiko eskalasi konflik di Timur Tengah.

West Texas Intermediate (WTI) bertahan di sekitar $66 per barel, melanjutkan reli tiga hari yang juga terbantu pelemahan dolar AS. Sementara Brent bertahan di atas $70, pertama kalinya sejak Juli, setelah premi risiko geopolitik kembali “disuntikkan” ke harga.

Pemicu utamanya datang dari peringatan Trump: jika Iran tidak mau mencapai kesepakatan nuklir, opsi serangan militer tetap ada. Nada keras ini membuat pasar kembali menghitung skenario terburuk, terutama jika situasi berubah jadi konfrontasi terbuka.

Fokus terbesar pasar ada di Selat Hormuz, jalur sempit yang memisahkan Iran dan Semenanjung Arab. Ini adalah rute vital tempat tanker minyak mentah dan LNG lalu-lalang setiap hari untuk memasok pasar global—sehingga sedikit gangguan saja bisa langsung memicu lonjakan harga.

Ketegangan makin terasa setelah Associated Press melaporkan Iran memperingatkan kapal-kapal di laut bahwa mereka akan menggelar latihan pada Minggu–Senin, termasuk penembakan langsung di Selat Hormuz, mengutip dua pejabat keamanan Pakistan. Pasar kini menunggu apakah latihan ini hanya “show of force” atau sinyal eskalasi berikutnya. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Kamis, 29 Januari 2026

Solid Gold Berjangka | Emas Tembus $5.500, Bursa Asia Campur Aduk Usai The Fed

 

Harga Emas hari ini - Harga emas melonjak lebih dari 3% dan mencetak rekor baru pada Kamis, setelah Federal Reserve AS mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75%. Emas spot melesat hingga menembus $5.500 per ons untuk pertama kalinya, mempertegas gelombang beli aset safe haven yang masih kencang.

Di Asia-Pasifik, pergerakan bursa tidak kompak. Australia (S&P/ASX 200) turun 0,69%. Jepang juga campur: Nikkei 225 naik 0,18% tetapi Topix turun 0,57%. Di Korea Selatan, sentimen lebih cerah—Kospi naik 1,09% dan Kosdaq melesat 2,69%.

Salah satu motor penggerak datang dari Samsung Electronics yang naik 1,6% setelah melaporkan lonjakan laba kuartal keempat lebih dari tiga kali lipat dan melampaui perkiraan. Pasar menilai permintaan server AI dan kondisi chip memori yang ketat ikut mendorong kinerja perusahaan. Sementara itu, kontrak berjangka Hang Seng berada di 27.565, lebih rendah dari penutupan indeks terakhir di 27.826,91.

Investor juga menyorot Indonesia setelah IHSG anjlok lebih dari 8% pada Rabu, menyusul peringatan MSCI soal potensi penurunan peringkat Indonesia dari status pasar berkembang. Goldman Sachs disebut menurunkan peringkat Indonesia menjadi underweight, dengan alasan potensi lanjutan arus jual pasif dan efeknya yang bisa menjadi hambatan kinerja pasar.

Di Wall Street, S&P 500 sempat mencetak momen bersejarah dengan menyentuh 7.000 untuk pertama kali, namun kemudian berbalik turun setelah The Fed menahan bunga dan menilai pertumbuhan ekonomi tetap “solid”. S&P 500 berakhir nyaris datar di 6.978,03, Dow ditutup sedikit naik, dan Nasdaq menguat tipis. Yield obligasi AS naik setelah pernyataan The Fed menyinggung ekonomi yang masih kuat dan pengangguran yang mulai stabil, sementara Jerome Powell menilai sulit menyimpulkan kebijakan saat ini “terlalu ketat” dari data yang masuk.- Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Selasa, 27 Januari 2026

Solid Gold | Pound Menyentuh 1,37, Dolar Masih Tertekan

 

Harga Emas hari ini - GBP/USD naik tipis di awal pekan dan sempat mengetes area 1,37 untuk pertama kalinya sejak September. Dolar AS masih berada dalam posisi defensif karena sentimen pasar cenderung “jual dolar”, sehingga pound tetap ditopang.

Pasar juga masih menilai ancaman tarif baru dari pemerintahan Trump sebagai “gertak dulu” yang sering berakhir melunak. Kali ini, isu tarif kembali muncul setelah AS mengancam tambahan bea masuk ke beberapa negara Eropa bila tidak mengikuti keinginan Washington terkait Greenland. Ketidakpastian ini membuat investor berhati-hati, tetapi justru menekan greenback.

Fokus terbesar minggu ini ada di The Fed. Suku bunga diperkirakan tetap, namun investor akan mengamati nada pernyataan bank sentral: apakah memberi sinyal pemangkasan suku bunga lebih cepat atau tidak. Pasar juga menunggu kabar soal calon pengganti Jerome Powell (masa jabatan berakhir Mei), karena sosok baru bisa memengaruhi arah kebijakan—dan jika lebih dovish, peluang pemangkasan suku bunga bisa makin besar. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id 

Senin, 26 Januari 2026

PT Solid | Emas Lewat $5.000, Ada Apa dengan Dunia?

 

Harga Emas hari ini - Harga emas kembali bikin heboh. Pada hari Senin(26/1), emas melonjak ke rekor tertinggi di atas $5.000 per ons. Kenaikan ini terjadi karena investor ramai-ramai mencari aset aman di tengah situasi global yang makin penuh ketidakpastian.

Emas spot naik hampir 1% ke level $5.029 per ons, sementara kontrak berjangka emas AS juga menyentuh angka yang sama. Analis independen Ross Norman bahkan memprediksi harga emas bisa mencapai $6.400 per ons tahun ini, dengan rata-rata di sekitar $5.375.

Kenaikan harga emas juga dipicu oleh ketegangan geopolitik. Hubungan Amerika Serikat dan NATO memanas terkait isu Greenland. Di sisi lain, perang Rusia-Ukraina belum menunjukkan tanda mereda, meski sudah ada pembicaraan damai yang dimediasi AS. Serangan udara Rusia bahkan membuat lebih dari satu juta warga Ukraina kehilangan listrik di tengah musim dingin ekstrem.

Situasi makin rumit setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif 100% pada Kanada jika tetap melanjutkan kerja sama dagang dengan China. Ancaman ini menambah kekhawatiran pasar akan perang dagang dan guncangan ekonomi global.

Sepanjang tahun 2025, harga emas sudah melonjak 64%. Kenaikan ini didorong oleh kebijakan moneter AS yang longgar, pembelian besar-besaran oleh bank sentral seperti China, serta arus dana besar ke ETF emas. Tak hanya emas, harga perak juga mencetak sejarah dengan menembus $100 per ons, menandakan investor benar-benar sedang berburu aset aman. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Jumat, 23 Januari 2026

PT Solid Gold Berjangka | Hang Seng Coba Bangkit

 

Harga Emas hari ini - Saham Hong Kong menguat tipis pada perdagangan Rabu pagi. Indeks naik sekitar 32 poin atau 0,1% ke level 26.518, mencoba memutus tren turun yang sudah terjadi empat sesi beruntun.

Kenaikan kecil ini mengikuti penguatan kontrak berjangka saham AS, meski Wall Street baru saja mencatat penurunan harian terdalam sejak 10 Oktober. Sentimen global kembali bergejolak setelah Presiden Donald Trump menghidupkan lagi ancaman tarif terhadap Eropa, memicu kekhawatiran volatilitas pasar.

Penguatan di Hong Kong dipimpin saham teknologi dan konsumer, sejalan dengan bursa China daratan yang juga cenderung lebih stabil. Dorongan datang setelah People's Bank of China mempertahankan suku bunga pinjaman acuannya tetap untuk bulan kedelapan berturut-turut, setelah Beijing menegaskan target pertumbuhan 5% pada 2025 berhasil dicapai.

Dari sisi korporasi, China Vanke mencuri perhatian setelah para pemegang obligasinya menyetujui rencana penundaan sebagian pembayaran obligasi yuan selama satu tahun, berdasarkan dokumen keterbukaan perusahaan. Kabar ini memberi napas sementara untuk sektor properti yang masih sensitif terhadap isu likuiditas.

Namun, ruang kenaikan tetap terbatas karena investor memilih berhati-hati menjelang rilis data inflasi Desember dan pembacaan kepercayaan bisnis kuartal pertama. Pada sesi awal, beberapa saham yang menonjol antara lain Wuxi Biologics, SMIC, Zijin Mining, dan China Hongqiao Group yang bergerak menguat. - PT Solid Gold Berjangka

Source : Newsmaker.id

Kamis, 22 Januari 2026

Solid Gold Berjangka | Tarif Trump Mengintai, Dolar Sulit Bangkit

 

Harga Emas hari ini - Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sentimen global tetap "berat" setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman tarif terkait sengketa Greenland, yang membuat pelaku pasar kembali masuk mode risk-off.

Trump menyatakan akan menerapkan tarif 10% mulai 1 Februari untuk barang dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, dan Inggris, serta mengancam eskalasi menjadi 25% per 1 Juni bila tidak ada kesepakatan soal Greenland. Dari Eropa, respons mulai dipanaskan: sejumlah laporan menyebut Uni Eropa menimbang paket balasan, termasuk opsi menghidupkan kembali rencana tarif terhadap impor AS senilai €93 miliar.

Di pasar valas utama, dolar melemah terhadap mata uang Eropa: EUR/USD bertahan di sekitar 1,1650 dan GBP/USD di area 1,3440 seiring euro dan sterling ikut diuntungkan dari meningkatnya premi risiko politik di kubu dolar. Sementara itu, USD/JPY bergerak di sekitar 158,00 tetap sensitif pada arus safe-haven di tengah tensi dagang dan AUD/USD pulih ke sekitar 0,6720 setelah dorongan dari data inflasi Australia yang lebih hangat dari perkiraan.

Untuk Kanada, USD/CAD berada di kisaran 1,3870 meski inflasi tahunan Kanada dilaporkan menguat—pasar menilai headline geopolitik dan risiko perang dagang masih lebih dominan dalam membentuk arah dolar di awal pekan. - Solid Gold Berjangka

Sumber : Newsmaker.id

Rabu, 21 Januari 2026

PT Solid Gold | Nikkei Tergelincir 1,3%, Toyota & Panasonic Menekan Bursa Jepang

 

Harga Emas hari ini - Saham Jepang dibuka melemah pada perdagangan Selasa, seiring pasar masih dibayangi ketidakpastian hubungan dagang AS – Eropa yang memanas akibat isu Greenland. Sentimen risk-off membuat investor lebih hati-hati, terutama pada sektor yang sensitif terhadap perdagangan global.

Indeks Nikkei Stock Average turun 1,3% ke 52.888,66, dengan tekanan terbesar datang dari saham otomotif dan elektronik. Dua sektor ini biasanya paling cepat terkena dampak ketika pasar mulai mengantisipasi gangguan ekspor dan rantai pasok.

Di papan saham, Toyota Motor turun 2,0%, sementara Panasonic Holdings melemah 2,8%. Pelemahan di saham-saham besar ini ikut menyeret pergerakan indeks secara keseluruhan karena bobotnya yang kuat di pasar Jepang.

Di pasar valuta, USD/JPY berada di 158,13, sedikit lebih tinggi dibanding level 157,88 pada penutupan bursa Tokyo sehari sebelumnya. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik 3 basis poin ke 2,300%, menandakan pasar juga memperhitungkan risiko dan kebijakan ke depan.

Investor kini memantau dua hal utama: perkembangan terbaru tensi Greenland yang bisa mempengaruhi perdagangan global, serta langkah Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk menopang ekonomi menjelang pemilu awal Februari. Arah kebijakan fiskal dan strategi stimulus akan jadi kunci, karena bisa mempengaruhi yen, obligasi, dan pergerakan saham Jepang dalam beberapa pekan ke depan. - PT Solid Gold

Source : Newsmaker.id

Senin, 19 Januari 2026

PT Solid | Greenland Memicu Ketegangan, Harga Minyak Terpuruk

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak sedikit melemah karena ketegangan atas Iran tampaknya mereda, sementara pasar global memasuki mode penghindaran risiko karena manuver Presiden AS Donald Trump terkait Greenland. Sentimen hati-hati menyebabkan investor mengurangi aset berisiko, termasuk minyak.

Brent turun di bawah $64 per barel, sementara WTI berkisar sekitar $59 per barel. Pergerakan tersebut tidak ekstrem, tetapi cukup untuk menunjukkan bahwa pasar sensitif terhadap berita utama geopolitik.

Dari perspektif Iran, tidak ada eskalasi besar akhir pekan lalu yang menyebabkan kepanikan pasar. Namun, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei mengatakan ribuan orang telah tewas dalam demonstrasi anti-pemerintah bulan ini—masih menjadi faktor risiko, tetapi belum menyebabkan gangguan pasokan yang nyata.

Sementara itu, perhatian pasar juga tertuju pada isu Greenland. Trump kembali mendorong langkah untuk "mengambil alih" Greenland dan secara singkat mengaitkannya dengan ancaman tarif pada beberapa negara Eropa. Hal ini semakin membebani sentimen pasar, terutama karena saham melemah dan emas serta perak mencapai rekor tertinggi (tanda keamanan investor).

Fundamental minyak telah sulit dalam beberapa kuartal terakhir karena kekhawatiran bahwa pasokan akan meningkat lebih cepat daripada permintaan. Beberapa pengamat—termasuk IEA—memperkirakan potensi kelebihan pasokan yang besar sekitar 3,8 juta barel per hari tahun ini, membatasi ruang untuk kenaikan harga.

Namun, tidak semuanya mudah. ​​Masih ada kantong-kantong kekurangan di pasar fisik, salah satu contohnya adalah pasokan dari Kazakhstan, yang terganggu oleh masalah di wilayah Laut Hitam. Hal ini telah memperlebar selisih harga Brent—sebuah tanda bahwa beberapa pelaku pasar masih melihat kekurangan dalam jangka pendek.

5 Poin Utama:

- Harga minyak melemah karena ketegangan atas Iran mereda dan pasar global kembali ke mode penghindaran risiko.

- Brent turun di bawah $64, WTI sekitar $59 per barel.

- Risiko Iran tetap ada, tetapi belum ada eskalasi yang menyebabkan gangguan pasokan besar.

- Masalah Greenland dan ancaman tarif terhadap Eropa semakin memperburuk sentimen pasar.

- IEA memperkirakan kelebihan pasokan sebesar 3,8 juta barel per hari, meskipun terdapat area pasokan yang ketat (misalnya, Kazakhstan/Laut Hitam). PT Solid

Sumber: Newsmaker.id