Head Office PT. Solid Gold Berjangka

Jl. KH. Mansyur Kav. 126, Jakarta Pusat 10220 Telp : 021-29675088 (Hunting), Fax : 021-29675089

PT. Solid Gold Berjangka Lampung

Jl. Ahmad Yani No. 55, Tanjung Karang - Bandar Lampung 35117 Telp : 0721-255038, Fax : 0721-255027

PT. Solid Gold Berjangka Palembang

Jl. Sumpah Pemuda Blok 1 No. 7 C-E, Lorok Pakjo, Palembang 30137 Tel : 0711-363300 Fax : 0711-363613

PT. Solid Gold Berjangka Makassar

Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 108 A-B, Makassar 90124 Telp : 0411-851010, Fax : 0411-851090

PT. Solid Gold Berjangka Semarang

Gedung Menara SUARA MERDEKA Lt. 3. Jl. Pandanaran No. 30 Semarang 50134 Telp : 024-3583979, 3583980 Fax : 024-3583978

Selasa, 27 Januari 2026

Solid Gold | Pound Menyentuh 1,37, Dolar Masih Tertekan

 

Harga Emas hari ini - GBP/USD naik tipis di awal pekan dan sempat mengetes area 1,37 untuk pertama kalinya sejak September. Dolar AS masih berada dalam posisi defensif karena sentimen pasar cenderung “jual dolar”, sehingga pound tetap ditopang.

Pasar juga masih menilai ancaman tarif baru dari pemerintahan Trump sebagai “gertak dulu” yang sering berakhir melunak. Kali ini, isu tarif kembali muncul setelah AS mengancam tambahan bea masuk ke beberapa negara Eropa bila tidak mengikuti keinginan Washington terkait Greenland. Ketidakpastian ini membuat investor berhati-hati, tetapi justru menekan greenback.

Fokus terbesar minggu ini ada di The Fed. Suku bunga diperkirakan tetap, namun investor akan mengamati nada pernyataan bank sentral: apakah memberi sinyal pemangkasan suku bunga lebih cepat atau tidak. Pasar juga menunggu kabar soal calon pengganti Jerome Powell (masa jabatan berakhir Mei), karena sosok baru bisa memengaruhi arah kebijakan—dan jika lebih dovish, peluang pemangkasan suku bunga bisa makin besar. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id 

Senin, 26 Januari 2026

PT Solid | Emas Lewat $5.000, Ada Apa dengan Dunia?

 

Harga Emas hari ini - Harga emas kembali bikin heboh. Pada hari Senin(26/1), emas melonjak ke rekor tertinggi di atas $5.000 per ons. Kenaikan ini terjadi karena investor ramai-ramai mencari aset aman di tengah situasi global yang makin penuh ketidakpastian.

Emas spot naik hampir 1% ke level $5.029 per ons, sementara kontrak berjangka emas AS juga menyentuh angka yang sama. Analis independen Ross Norman bahkan memprediksi harga emas bisa mencapai $6.400 per ons tahun ini, dengan rata-rata di sekitar $5.375.

Kenaikan harga emas juga dipicu oleh ketegangan geopolitik. Hubungan Amerika Serikat dan NATO memanas terkait isu Greenland. Di sisi lain, perang Rusia-Ukraina belum menunjukkan tanda mereda, meski sudah ada pembicaraan damai yang dimediasi AS. Serangan udara Rusia bahkan membuat lebih dari satu juta warga Ukraina kehilangan listrik di tengah musim dingin ekstrem.

Situasi makin rumit setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif 100% pada Kanada jika tetap melanjutkan kerja sama dagang dengan China. Ancaman ini menambah kekhawatiran pasar akan perang dagang dan guncangan ekonomi global.

Sepanjang tahun 2025, harga emas sudah melonjak 64%. Kenaikan ini didorong oleh kebijakan moneter AS yang longgar, pembelian besar-besaran oleh bank sentral seperti China, serta arus dana besar ke ETF emas. Tak hanya emas, harga perak juga mencetak sejarah dengan menembus $100 per ons, menandakan investor benar-benar sedang berburu aset aman. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Jumat, 23 Januari 2026

PT Solid Gold Berjangka | Hang Seng Coba Bangkit

 

Harga Emas hari ini - Saham Hong Kong menguat tipis pada perdagangan Rabu pagi. Indeks naik sekitar 32 poin atau 0,1% ke level 26.518, mencoba memutus tren turun yang sudah terjadi empat sesi beruntun.

Kenaikan kecil ini mengikuti penguatan kontrak berjangka saham AS, meski Wall Street baru saja mencatat penurunan harian terdalam sejak 10 Oktober. Sentimen global kembali bergejolak setelah Presiden Donald Trump menghidupkan lagi ancaman tarif terhadap Eropa, memicu kekhawatiran volatilitas pasar.

Penguatan di Hong Kong dipimpin saham teknologi dan konsumer, sejalan dengan bursa China daratan yang juga cenderung lebih stabil. Dorongan datang setelah People's Bank of China mempertahankan suku bunga pinjaman acuannya tetap untuk bulan kedelapan berturut-turut, setelah Beijing menegaskan target pertumbuhan 5% pada 2025 berhasil dicapai.

Dari sisi korporasi, China Vanke mencuri perhatian setelah para pemegang obligasinya menyetujui rencana penundaan sebagian pembayaran obligasi yuan selama satu tahun, berdasarkan dokumen keterbukaan perusahaan. Kabar ini memberi napas sementara untuk sektor properti yang masih sensitif terhadap isu likuiditas.

Namun, ruang kenaikan tetap terbatas karena investor memilih berhati-hati menjelang rilis data inflasi Desember dan pembacaan kepercayaan bisnis kuartal pertama. Pada sesi awal, beberapa saham yang menonjol antara lain Wuxi Biologics, SMIC, Zijin Mining, dan China Hongqiao Group yang bergerak menguat. - PT Solid Gold Berjangka

Source : Newsmaker.id

Kamis, 22 Januari 2026

Solid Gold Berjangka | Tarif Trump Mengintai, Dolar Sulit Bangkit

 

Harga Emas hari ini - Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sentimen global tetap "berat" setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman tarif terkait sengketa Greenland, yang membuat pelaku pasar kembali masuk mode risk-off.

Trump menyatakan akan menerapkan tarif 10% mulai 1 Februari untuk barang dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, dan Inggris, serta mengancam eskalasi menjadi 25% per 1 Juni bila tidak ada kesepakatan soal Greenland. Dari Eropa, respons mulai dipanaskan: sejumlah laporan menyebut Uni Eropa menimbang paket balasan, termasuk opsi menghidupkan kembali rencana tarif terhadap impor AS senilai €93 miliar.

Di pasar valas utama, dolar melemah terhadap mata uang Eropa: EUR/USD bertahan di sekitar 1,1650 dan GBP/USD di area 1,3440 seiring euro dan sterling ikut diuntungkan dari meningkatnya premi risiko politik di kubu dolar. Sementara itu, USD/JPY bergerak di sekitar 158,00 tetap sensitif pada arus safe-haven di tengah tensi dagang dan AUD/USD pulih ke sekitar 0,6720 setelah dorongan dari data inflasi Australia yang lebih hangat dari perkiraan.

Untuk Kanada, USD/CAD berada di kisaran 1,3870 meski inflasi tahunan Kanada dilaporkan menguat—pasar menilai headline geopolitik dan risiko perang dagang masih lebih dominan dalam membentuk arah dolar di awal pekan. - Solid Gold Berjangka

Sumber : Newsmaker.id

Rabu, 21 Januari 2026

PT Solid Gold | Nikkei Tergelincir 1,3%, Toyota & Panasonic Menekan Bursa Jepang

 

Harga Emas hari ini - Saham Jepang dibuka melemah pada perdagangan Selasa, seiring pasar masih dibayangi ketidakpastian hubungan dagang AS – Eropa yang memanas akibat isu Greenland. Sentimen risk-off membuat investor lebih hati-hati, terutama pada sektor yang sensitif terhadap perdagangan global.

Indeks Nikkei Stock Average turun 1,3% ke 52.888,66, dengan tekanan terbesar datang dari saham otomotif dan elektronik. Dua sektor ini biasanya paling cepat terkena dampak ketika pasar mulai mengantisipasi gangguan ekspor dan rantai pasok.

Di papan saham, Toyota Motor turun 2,0%, sementara Panasonic Holdings melemah 2,8%. Pelemahan di saham-saham besar ini ikut menyeret pergerakan indeks secara keseluruhan karena bobotnya yang kuat di pasar Jepang.

Di pasar valuta, USD/JPY berada di 158,13, sedikit lebih tinggi dibanding level 157,88 pada penutupan bursa Tokyo sehari sebelumnya. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik 3 basis poin ke 2,300%, menandakan pasar juga memperhitungkan risiko dan kebijakan ke depan.

Investor kini memantau dua hal utama: perkembangan terbaru tensi Greenland yang bisa mempengaruhi perdagangan global, serta langkah Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk menopang ekonomi menjelang pemilu awal Februari. Arah kebijakan fiskal dan strategi stimulus akan jadi kunci, karena bisa mempengaruhi yen, obligasi, dan pergerakan saham Jepang dalam beberapa pekan ke depan. - PT Solid Gold

Source : Newsmaker.id

Senin, 19 Januari 2026

PT Solid | Greenland Memicu Ketegangan, Harga Minyak Terpuruk

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak sedikit melemah karena ketegangan atas Iran tampaknya mereda, sementara pasar global memasuki mode penghindaran risiko karena manuver Presiden AS Donald Trump terkait Greenland. Sentimen hati-hati menyebabkan investor mengurangi aset berisiko, termasuk minyak.

Brent turun di bawah $64 per barel, sementara WTI berkisar sekitar $59 per barel. Pergerakan tersebut tidak ekstrem, tetapi cukup untuk menunjukkan bahwa pasar sensitif terhadap berita utama geopolitik.

Dari perspektif Iran, tidak ada eskalasi besar akhir pekan lalu yang menyebabkan kepanikan pasar. Namun, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei mengatakan ribuan orang telah tewas dalam demonstrasi anti-pemerintah bulan ini—masih menjadi faktor risiko, tetapi belum menyebabkan gangguan pasokan yang nyata.

Sementara itu, perhatian pasar juga tertuju pada isu Greenland. Trump kembali mendorong langkah untuk "mengambil alih" Greenland dan secara singkat mengaitkannya dengan ancaman tarif pada beberapa negara Eropa. Hal ini semakin membebani sentimen pasar, terutama karena saham melemah dan emas serta perak mencapai rekor tertinggi (tanda keamanan investor).

Fundamental minyak telah sulit dalam beberapa kuartal terakhir karena kekhawatiran bahwa pasokan akan meningkat lebih cepat daripada permintaan. Beberapa pengamat—termasuk IEA—memperkirakan potensi kelebihan pasokan yang besar sekitar 3,8 juta barel per hari tahun ini, membatasi ruang untuk kenaikan harga.

Namun, tidak semuanya mudah. ​​Masih ada kantong-kantong kekurangan di pasar fisik, salah satu contohnya adalah pasokan dari Kazakhstan, yang terganggu oleh masalah di wilayah Laut Hitam. Hal ini telah memperlebar selisih harga Brent—sebuah tanda bahwa beberapa pelaku pasar masih melihat kekurangan dalam jangka pendek.

5 Poin Utama:

- Harga minyak melemah karena ketegangan atas Iran mereda dan pasar global kembali ke mode penghindaran risiko.

- Brent turun di bawah $64, WTI sekitar $59 per barel.

- Risiko Iran tetap ada, tetapi belum ada eskalasi yang menyebabkan gangguan pasokan besar.

- Masalah Greenland dan ancaman tarif terhadap Eropa semakin memperburuk sentimen pasar.

- IEA memperkirakan kelebihan pasokan sebesar 3,8 juta barel per hari, meskipun terdapat area pasokan yang ketat (misalnya, Kazakhstan/Laut Hitam). PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Kamis, 15 Januari 2026

Solid Gold Berjangka | Nikkei Mendadak Turun! Apa yang Lagi Ditakutin Pasar Jepang?

 

Harga Emas hari ini - Saham Jepang dibuka melemah di awal perdagangan, setelah sempat mencetak rekor tertinggi pada awal pekan. Indeks Nikkei turun sekitar 0,7% ke area 53.976,72, menandakan pasar mulai “ngerem” setelah reli cepat.

Tekanan terbesar datang dari sektor elektronik dan teknologi. Sejumlah big caps ikut menyeret indeks, dengan Tokyo Electron turun 3,0% dan SoftBank Group turun 2,9%—dua nama yang biasanya jadi barometer sentimen risk-on di Tokyo.

Di sisi mata uang, USD/JPY melemah ke sekitar 158,50, turun dari 159,31 pada penutupan bursa Tokyo hari Rabu. Pergerakan yen ini bikin pasar makin sensitif, karena kurs bisa cepat memengaruhi saham eksportir dan ekspektasi kebijakan pemerintah.

Fokus investor sekarang tertuju ke satu isu: wacana pemilu cepat di Jepang. Detail rencana pemilu dan arahnya dianggap bisa mengubah ekspektasi pasar soal stimulus, arah fiskal, sampai sikap terhadap pelemahan yen.

Karena itu, pelaku pasar juga menunggu komentar pejabat pemerintah terkait melemahnya yen. Kalau muncul sinyal keras soal intervensi atau kebijakan.- Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Rabu, 14 Januari 2026

PT Solid Gold | Nikkei Pecahkan Rekor! Yen Melemah, Pasar Asia Tahan Napas

 

Harga Emas hari ini - Indeks Nikkei 225 Jepang mencatat rekor baru pada hari Rabu(14/1), terdorong oleh spekulasi bahwa Perdana Menteri Sanae Takaichi bisa mengumumkan pemilihan umum sela, kemungkinan pada bulan Februari. Kenaikan ini membuat Nikkei melampaui angka 54.000 untuk pertama kalinya, sementara Topix juga mencetak rekor baru, naik 0,6%. Sejak Selasa, Nikkei sudah naik lebih dari 3%, menandai momentum yang kuat bagi pasar saham Jepang.

Sementara itu, yen Jepang melemah melewati level 159 terhadap dolar AS, mencapai titik terendah sejak Juli 2024. Penurunan ini membuat otoritas Jepang harus turun tangan untuk menahan pelemahan mata uangnya. Kondisi ini menambah ketidakpastian bagi para pelaku pasar yang memantau pergerakan mata uang dan saham secara bersamaan.

Di pasar Asia lainnya, pergerakan cukup bervariasi. Kospi Korea Selatan berada di garis datar, sementara Kosdaq untuk saham berkapitalisasi kecil turun 0,37%. Indeks S&P/ASX 200 Australia datar, dan Hang Seng Hong Kong (HSI) berjangka menunjukkan pembukaan lebih kuat dibandingkan penutupan sebelumnya, memberi sinyal hati-hati namun optimis di kawasan Asia.

Sementara itu, Wall Street semalam mencatat koreksi karena investor bereaksi terhadap serangkaian proposal Presiden AS Donald Trump. S&P 500 turun 0,19%, Dow Jones turun 0,8%, dan Nasdaq turun 0,1%, dipicu aksi jual saham JPMorgan meski hasil laporan keuangan lebih baik dari perkiraan. Hal ini membuat pasar global menahan napas menunggu perkembangan politik dan ekonomi lebih lanjut. - PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Senin, 12 Januari 2026

PT Solid | Klaim Pengangguran Naik, Pasar Siaga Jelang NFP

 

Harga Emas hari ini - Menurut laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS (DOL) yang dirilis pada hari Kamis, jumlah warga AS yang mengajukan permohonan baru untuk asuransi pengangguran naik menjadi 208 ribu untuk pekan yang berakhir pada 3 Januari. Angka terbaru ini lebih rendah dari perkiraan awal (210 ribu) dan lebih tinggi dari angka pekan sebelumnya yaitu 200 ribu (direvisi dari 199 ribu).

Selain itu, rata-rata pergerakan 4 minggu menurun sebesar 7,25 ribu, sehingga menjadi 211,75 ribu dari rata-rata revisi pekan sebelumnya.

Laporan tersebut menunjukkan tingkat pengangguran yang diasuransikan yang disesuaikan secara musiman sebesar 1,2%, dengan Klaim Pengangguran Berkelanjutan meningkat sebesar 56 ribu menjadi 1,914 juta untuk pekan yang berakhir pada 27 Desember. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Kamis, 08 Januari 2026

Solid Gold Berjangka | Saham AS Ditutup Beragam pada Hari Rabu

 

Harga Emas hari ini - Saham AS beragam pada hari Rabu karena investor mempertimbangkan data ekonomi yang tidak merata dibandingkan dengan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve, dengan S&P 500 turun 0,2% dan Dow Jones merosot 0,8% dari rekor tertinggi baru-baru ini, sementara Nasdaq 100 naik 0,1%.

JOLTS menunjukkan penurunan tajam dalam lowongan pekerjaan, menunjukkan pendinginan permintaan tenaga kerja, sementara ADP melaporkan pemulihan moderat dalam perekrutan swasta dan PMI Jasa ISM mengejutkan dengan kenaikan, memperkuat pandangan tentang ekonomi yang melambat namun tangguh.

Di tingkat saham, JPMorgan Chase dan Bank of America turun lebih dari 2%, menyeret Dow di tengah penurunan yang lebih luas di sektor perbankan, sementara NVIDIA (1%) dan Alphabet (2,5%) berkinerja lebih baik, mendukung kenaikan di Nasdaq yang didominasi teknologi.

Di sektor energi, Valero dan Marathon Petroleum mengalami kenaikan menyusul laporan tentang peningkatan aliran minyak mentah Venezuela yang dapat menguntungkan kilang-kilang di Pantai Teluk, sementara Chevron tertinggal di tengah penurunan harga minyak mentah. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Rabu, 24 Desember 2025

PT Solid Gold | Ketidakpastian Global Angkat Emas dan Perak ke Level Tertinggi

 

Harga Emas hari ini - Emas dan perak melonjak ke level tertinggi sepanjang masa baru karena meningkatnya ketegangan geopolitik dan prospek penurunan suku bunga AS lebih lanjut.

Harga perak spot naik hingga 3,6% dan diperdagangkan di atas $70 per ons untuk pertama kalinya. Emas mendekati $4.500 per ons, memperpanjang kenaikan setelah lonjakan satu hari terbesar dalam lebih dari sebulan. Para pedagang bertaruh bahwa Federal Reserve akan mengikuti tiga penurunan suku bunga berturut-turut dengan menurunkan biaya pinjaman lagi tahun depan, yang akan menjadi pendorong bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.

Daya tarik emas sebagai aset aman juga meningkat dalam seminggu terakhir karena meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya di Venezuela, di mana AS telah memblokade kapal tanker minyak saat meningkatkan tekanan pada pemerintah Presiden Nicolás Maduro.

"Gesekan geopolitik telah kembali masuk ke dalam narasi," kata Ahmad Assiri, seorang ahli strategi di Pepperstone Group, mengutip penyitaan kapal tanker minyak. "Perkembangan ini, meskipun tidak memicu pergerakan penghindaran risiko secara langsung, tidak diragukan lagi menambah permintaan emas sebagai aset lindung nilai yang wajib dimiliki."

Harga emas naik lebih dari dua pertiga tahun ini dan berada di jalur untuk kinerja tahunan terbaik sejak 1979. Reli ini didukung oleh pembelian yang tinggi oleh bank sentral dan arus masuk ke dalam dana yang diperdagangkan di bursa (ETF), dengan total kepemilikan dalam ETF yang didukung emas meningkat setiap bulan tahun ini kecuali Mei, menurut data Dewan Emas Dunia.

Langkah agresif Presiden AS Donald Trump untuk membentuk kembali perdagangan global — serta ancamannya terhadap independensi Fed — menambah bahan bakar pada kenaikan harga emas awal tahun ini. Investor juga sebagian didorong oleh apa yang disebut perdagangan pelemahan nilai — penarikan diri dari obligasi pemerintah dan mata uang yang digunakan untuk mendenominasikannya karena kekhawatiran nilainya akan terkikis dari waktu ke waktu karena tingkat utang yang membengkak.

Pembelian ETF dalam jumlah besar telah menjadi pendorong utama lonjakan harga. Kepemilikan di SPDR Gold Trust milik State Street Corp., ETF logam mulia terbesar, telah meningkat lebih dari seperlima tahun ini.

"Arus masuk ETF emas selama beberapa bulan terakhir sebagian besar didorong oleh investor ritel daripada investor institusional," kata Apoorva Javadekar, kepala ekonom di Muthoot Fincorp Ltd. Volatilitas harga akan tetap tinggi karena "arus ritel kurang stabil," katanya.

Harga emas batangan kembali pulih setelah mengalami penurunan dari puncak sebelumnya sebesar $4.381 per ons pada bulan Oktober, ketika reli tersebut dianggap terlalu panas, dan sekarang berada pada posisi untuk melanjutkan kenaikan ini hingga tahun depan. Goldman Sachs Group Inc. termasuk di antara beberapa bank yang memprediksi harga akan terus naik pada tahun 2026, mengeluarkan skenario dasar sebesar $4.900 per ons dengan risiko kenaikan lebih lanjut.

Kenaikan harga perak sekitar 140% tahun ini bahkan lebih spektakuler daripada emas, dengan kenaikan terbarunya didorong oleh arus masuk spekulatif dan dislokasi pasokan yang masih berlanjut di pusat-pusat perdagangan utama setelah short squeeze bersejarah pada bulan Oktober.

Pembeli di India menarik pengiriman logam mulia dalam jumlah besar, didorong oleh festival Hindu Diwali, sementara kepemilikan global ETF yang didukung perak terus melonjak. Gelombang permintaan tersebut bertabrakan dengan persediaan yang ketat di pasar acuan London, yang dilanda krisis pasokan.

Gudang-gudang di London telah mengalami arus masuk yang signifikan sejak saat itu, tetapi sebagian besar perak yang tersedia di dunia tetap berada di New York karena para pedagang menunggu hasil penyelidikan Departemen Perdagangan AS tentang apakah impor mineral penting mengancam keamanan nasional, yang dapat menyebabkan tarif atau pembatasan perdagangan pada logam tersebut.

Sementara itu di Tiongkok, perak yang disimpan di gudang yang terhubung dengan Bursa Berjangka Shanghai bulan lalu mencapai level terendah sejak 2015.

Selain perannya sebagai aset keuangan, perak terintegrasi dalam rantai pasokan global — mulai dari elektronik dan panel surya hingga pelapis untuk perangkat medis. Permintaan global untuk logam ini telah melampaui produksi dari tambang selama lima tahun berturut-turut, menurut Silver Institute, sebuah asosiasi industri.

Indeks kekuatan relatif emas menunjukkan bahwa logam tersebut telah dibeli begitu banyak sehingga mungkin akan mengalami jeda atau penurunan, dengan angka di atas 80 pada hari Selasa. Perak, yang saat ini mendekati 80, telah berada pada level tinggi selama sekitar dua minggu. Angka di atas 70 biasanya menandakan kondisi jenuh beli. Volatilitas tersirat 3 bulan dari iShares Silver Trust, ETF perak terbesar di dunia, mencapai level tertinggi sejak awal 2021. Namun, salah satu ukuran bullishness — rasio volatilitas call 3 bulan terhadap put — turun ke level terendah sejak pertengahan Oktober.

Hal ini tidak membuat investor gentar: "Alih-alih penjual turun tangan secara agresif, baik emas maupun perak terus menarik minat beli saat harga sedang naik," kata Assiri dari Pepperstone. "Perilaku ini menunjukkan bahwa $4.500 dan $70 tidak lagi dianggap sebagai batas atas yang kaku, melainkan sebagai titik acuan dalam tren yang sedang berlangsung, sehingga kedua logam tersebut tetap didukung dengan kuat untuk saat ini dan selama liburan."

Harga emas spot naik 1,1% menjadi $4.491,63 per ons pada pukul 15.02 di New York. Perak naik 3,2% menjadi $71,25 per ons. Platinum dan paladium sama-sama naik. - PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Selasa, 23 Desember 2025

Solid Gold | Pasokan Global Terancam, Harga Minyak Kembali Menguat

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak naik pada hari Senin(22/12) setelah Penjaga Pantai AS berupaya mencegat sebuah kapal tanker minyak di perairan internasional dekat Venezuela sehari sebelumnya, dan Ukraina merusak dua kapal dan sebuah dermaga di Rusia, meningkatkan risiko gangguan pasokan minyak.

Harga minyak mentah Brent naik $1,60, atau 2,7%, menjadi $62,07 per barel, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate AS naik $1,49, atau 2,6%, menjadi $58,01 per barel.

Penjaga Pantai AS berupaya mencegat sebuah kapal tanker minyak pada hari Minggu yang menurut pejabat AS merupakan bagian dari upaya penghindaran sanksi ilegal Venezuela, operasi ketiga bulan ini. Pengejaran tersebut menyusul pengumuman Presiden AS Donald Trump pekan lalu tentang blokade kapal tanker minyak yang dikenai sanksi yang masuk dan keluar Venezuela.

Para pelaku pasar melihat risiko gangguan terhadap ekspor minyak Venezuela karena embargo AS, setelah sebelumnya meremehkan risiko tersebut, kata analis UBS Giovanni Staunovo.

Minyak mentah Venezuela menyumbang 1% dari pasokan global, dan sebagian besar dibeli oleh China. Beijing mengatakan pada hari Senin bahwa penyitaan kapal negara lain oleh AS merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, setelah AS mencegat kapal tanker minyak yang menuju China di lepas pantai Venezuela pada hari Sabtu.

LAUT HITAM KUNCI EKSPOR ENERGI RUSIA

Harga minyak juga naik menyusul laporan serangan drone Ukraina terhadap kapal-kapal Rusia di pelabuhan Laut Hitam, kata perusahaan penasihat perdagangan minyak Ritterbusch and Associates dalam sebuah catatan.

Serangan drone Ukraina merusak dua kapal, dua dermaga, dan memicu kebakaran di sebuah desa di pantai Laut Hitam wilayah Krasnodar Rusia, kata otoritas regional pada hari Senin. Wilayah Laut Hitam sangat penting untuk ekspor energi Rusia.

"Kami memperkirakan konsolidasi lebih lanjut minggu ini di tengah penurunan volume liburan dan kebuntuan yang sedang berlangsung antara fundamental minyak yang memburuk dan kebutuhan untuk mempertahankan beberapa premi risiko geopolitik terkait Ukraina/Rusia dan Venezuela," kata Ritterbusch and Associates.

Utusan khusus AS Steve Witkoff mengatakan pada hari Minggu bahwa pembicaraan antara pejabat AS, Eropa, dan Ukraina di Florida selama tiga hari terakhir untuk mengakhiri perang Rusia di Ukraina telah berfokus pada penyelarasan posisi. Pertemuan-pertemuan tersebut dan pembicaraan terpisah dengan negosiator Rusia telah produktif, katanya.

Namun, ajudan kebijakan luar negeri utama Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan perubahan yang dilakukan oleh Eropa dan Ukraina terhadap proposal AS belum meningkatkan prospek perdamaian.- Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Senin, 22 Desember 2025

PT Solid | Saham Eropa Naik, Stoxx 600 Mencapai Rekor Baru

 

Harga Emas Hari iniSaham-saham Eropa ditutup lebih tinggi pada hari Jumat, dengan STOXX 50 naik 0,6% dan STOXX 600 naik 0,4% ke rekor baru, didorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga Fed lebih lanjut tahun depan dan memudarnya spekulasi bahwa ECB akan menaikkan biaya pinjaman pada tahun 2026.

Pembelian yang meluas mengangkat saham-saham unggulan, dengan ASML naik 1%, Novo Nordisk hampir 2%, dan HSBC serta AstraZeneca naik lebih dari 1%. Saham-saham siklikal dan defensif juga naik, termasuk Rolls-Royce di +2,7%, Prosus di +2,3%, Roche di +2,2%, Iberdrola dan Shell keduanya di +1,5%, dan Safran di +1,3%.

Sebaliknya, saham-saham pakaian olahraga berkinerja buruk, dengan Puma turun 1% dan Adidas merosot 3% setelah Nike melaporkan penurunan margin triwulanan lainnya, dengan alasan permintaan yang lemah di Tiongkok dan tarif yang lebih tinggi. Investor juga mencerna kesepakatan Uni Eropa untuk menerbitkan obligasi bersama guna mendanai pinjaman sebesar €90 miliar kepada Ukraina. Untuk minggu ini, STOXX 50 naik 1% dan STOXX 600 naik 1,6%. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Jumat, 19 Desember 2025

PT Solid Gold Berjangka | Minyak Tertekan Lagi, Pasar Dibayangi Banjir Pasokan

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak dunia bergerak melemah dan menuju penurunan mingguan untuk kedua kalinya. Kekhawatiran pasar terhadap kelebihan pasokan dinilai lebih besar dibandingkan potensi gangguan distribusi. Minyak West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan mendekati level US$56 per barel dan telah turun lebih dari 2% sepanjang pekan ini, sementara minyak Brent ditutup di bawah US$60 per barel pada perdagangan Kamis.

Sejumlah pedagang minyak terbesar dunia menilai pasar akan berada dalam kondisi kelebihan pasokan pada awal tahun depan. Perusahaan perdagangan energi Trafigura bahkan memperkirakan harga Brent akan berada di kisaran US$50 per barel hingga pertengahan 2026, seiring pasokan global yang terus melimpah.

Sepanjang tahun ini, harga minyak telah turun sekitar 20%. Penurunan tersebut dipicu oleh keputusan OPEC+ yang mengembalikan pasokan ke pasar lebih cepat dari perkiraan, ditambah peningkatan produksi dari negara-negara produsen lainnya. Di sisi lain, pertumbuhan permintaan global dinilai masih lemah.

Meski begitu, risiko geopolitik sempat menahan penurunan harga lebih dalam. Ketegangan terkait pasokan dari Rusia dan Venezuela menjadi perhatian pasar. Terbaru, Inggris menjatuhkan sanksi terhadap tiga produsen minyak Rusia yang lebih kecil, di tengah upaya perdamaian antara Moskow dan Kyiv yang dimediasi Amerika Serikat namun masih sulit mencapai kesepakatan. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Kamis, 18 Desember 2025

Solid Gold Berjangka | Anjloknya Saham Teknologi Menyeret Wall Street Turun

 

Harga Emas hari ini - Saham AS ditutup anjlok tajam pada hari Rabu, dengan S&P 500 turun 1,2% menandai sesi keempat berturut-turut mengalami kerugian. Nasdaq turun 1,8%, sementara Dow Jones berakhir 228 poin lebih rendah, juga memperpanjang penurunan beruntunnya menjadi empat sesi.

Sektor teknologi memimpin penurunan di tengah kekhawatiran yang terus-menerus tentang valuasi terkait AI. Oracle anjlok 5,4% setelah laporan bahwa mitra pusat data terbesarnya, Blue Owl, menolak untuk mendukung rencana perusahaan untuk membangun pusat data senilai $10 miliar. Nvidia turun 3,8%, Broadcom merosot 4,5%, dan AMD anjlok 5,3%.

Saham Amazon ditutup 0,6% lebih rendah, kehilangan keuntungan awal meskipun ada laporan bahwa perusahaan sedang dalam pembicaraan untuk berinvestasi sekitar $10 miliar di OpenAI. Sebaliknya, saham energi berkinerja lebih baik karena harga minyak naik setelah Presiden Trump memerintahkan blokade "total dan lengkap" terhadap kapal tanker minyak yang dikenai sanksi yang terkait dengan Venezuela.

Netflix turun 0,2%, memangkas kenaikan sebelumnya yang lebih dari 2,5%, menyusul laporan bahwa dewan direksi Warner Bros. kemungkinan akan mendukung tawaran pembelian dari Netflix. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Rabu, 17 Desember 2025

PT Solid Gold | Saham-Saham Uni Eropa Tertekan oleh Sektor Pertahanan

 

Harga Emas hari ini - Saham-saham Eropa ditutup lebih rendah pada hari Selasa, dengan STOXX 50 turun 0,5% dan STOXX 600 yang lebih luas merosot 0,4%, karena optimisme seputar upaya perdamaian Rusia-Ukraina mendorong investor untuk menilai kembali prospek pengeluaran militer dan membebani saham-saham sektor pertahanan.

Saham-saham sektor pertahanan mengalami penurunan tajam, dipimpin oleh Rheinmetall (-4,6%), bersamaan dengan kerugian pada BAE Systems (-1,7%), Leonardo (-3,9%), dan Thales (-1,6%). Saham-saham teknologi besar juga menekan pasar, dengan ASML Holding turun 2,1% dan SAP turun 1,4%, karena sinyal pertumbuhan global yang lebih lemah meredam minat terhadap eksposur teknologi siklikal.

Sebaliknya, LVMH berkinerja lebih baik, naik 1,7% karena ketahanan relatif dalam permintaan barang mewah. Dari sisi makroekonomi, data PMI awal memperkuat gambaran ekonomi yang beragam, dengan aktivitas sektor swasta zona euro melambat karena momentum sektor jasa mendingin dan sektor manufaktur semakin melemah, sebagian besar didorong oleh memburuknya kondisi di Jerman, sementara sektor jasa Prancis melambat lebih tajam dari yang diperkirakan.- PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Selasa, 16 Desember 2025

Solid Gold | OPEC+ Nambah Produksi, Minyak Makin Keok?

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak masih bertahan di dekat level terendah sejak 2021, karena trader lagi menghitung dampak peluang gencatan senjata di Ukraina. Kalau perang mereda, jalan menuju pelonggaran pembatasan impor minyak Rusia bisa kebuka-padahal pasar global sekarang sudah kebanjiran pasokan.

West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di sekitar $57 per barel setelah ditutup di level terendah lebih dari empat tahun pada Senin. Brent juga melemah dan ditutup di bawah $61. Presiden AS Donald Trump bilang kesepakatan untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina "lebih dekat dari sebelumnya" setelah pembicaraan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan para pemimpin Eropa.

Di sisi lain, minyak diproyeksikan mencatat kerugian tahunan karena ekspektasi surplus global makin besar: OPEC+ mulai menghidupkan lagi produksi yang sempat ditahan, sementara produsen lain ikut memompa lebih banyak. Kalau perang benar-benar selesai, AS bisa saja melonggarkan sanksi untuk Rusia-yang berpotensi menambah pasokan lagi. Dari Berlin, pejabat keamanan utama Zelenskiy, Rustem Umerov, menyebut ada "kemajuan nyata" setelah diskusi hari kedua yang berlangsung sekitar lima jam, dengan delegasi AS dipimpin utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Senin, 15 Desember 2025

PT Solid | Fed Masih Abu-Abu, Geopolitik Memanas: Emas Tetap Jadi Incaran

 

Harga Emas hari ini - Emas (XAU/USD) naik sedikit pada hari Jumat karena para pedagang tampaknya mengambil keuntungan menjelang akhir pekan, namun tetap mempertahankan kenaikan lebih dari 0,51% setelah mencapai level tertinggi tujuh minggu di $4.353 karena para pedagang mencerna komentar dari para pejabat Federal Reserve (Fed).

Harga emas memangkas kenaikan menjelang akhir pekan, tetapi tetap didukung oleh ketidakpastian Fed dan data yang lemah.

Dokumen ekonomi AS relatif ringan, namun para pejabat Federal Reserve memberikan pernyataan yang berbeda. Dua dari tiga pejabat yang berbeda pendapat menyatakan kekhawatiran tentang inflasi yang tetap terlalu tinggi, khususnya di tengah periode data ekonomi yang langka, terutama Indeks Harga Konsumen (CPI), yang akan menunjukkan laju kenaikan harga.

Kamis lalu, laporan klaim pengangguran yang lebih lemah dari perkiraan membenarkan keputusan bank sentral karena jumlah warga Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran meningkat. Namun, seperti yang dinyatakan oleh Ketua Fed Jerome Powell, sebagian besar data dapat "terdistorsi" karena penutupan pemerintah AS.

Sementara itu, perundingan perdamaian Rusia-Ukraina tampaknya telah terhenti. Sekretaris pers Gedung Putih menyatakan bahwa Presiden AS Trump frustrasi dengan laju perundingan dan kecewa dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, yang belum menandatangani rencana perdamaian yang dibuat oleh AS.

Ringkasan pergerakan pasar harian: Emas menguat sementara Dolar AS tetap tertekan.

Harga emas sebagian besar mengabaikan komentar para pejabat Fed, yang sejauh ini menyiapkan panggung untuk suku bunga tahun depan. Jeffrey Schmid dari Federal Reserve Kansas City berbeda pendapat karena inflasi "terlalu tinggi" dan merasa bahwa kebijakan moneter harus tetap sedikit ketat. Ia menambahkan bahwa "Saat ini, saya melihat ekonomi yang menunjukkan momentum dan inflasi yang terlalu tinggi, menunjukkan bahwa kebijakan tidak terlalu ketat."

Anggota parlemen lain yang memilih untuk mempertahankan suku bunga adalah Presiden Federal Reserve Chicago, Austin Goolsbee, yang mengatakan bahwa lebih baik menunggu data lebih lanjut, terutama tentang inflasi dan pasar kerja. Meskipun demikian, ia mengatakan bahwa ia "tidak bersikap keras terhadap suku bunga untuk tahun depan," dan memproyeksikan pelonggaran sebesar 50 bps jika ekonomi berkembang seperti yang ia harapkan.

Presiden Federal Reserve Philadelphia, Anna Paulson, mengatakan ia tetap khawatir tentang kelemahan pasar kerja. Ia menambahkan, "Itu sebagian karena saya melihat peluang yang cukup baik bahwa inflasi akan turun seiring berjalannya tahun depan dengan berkurangnya dampak tarif, yang telah menjadi pendorong utama tekanan harga yang melampaui target tahun ini."

Presiden Federal Reserve Cleveland, Beth Hammack, tetap fokus pada inflasi yang tinggi dan mengatakan ia lebih memilih kebijakan moneter yang lebih ketat. Ia melihat suku bunga kebijakan saat ini berada pada level "sekitar netral", meskipun ia menambahkan bahwa ia lebih memilih sikap yang lebih ketat untuk memberikan tekanan lebih lanjut pada inflasi.

Klaim Pengangguran Awal AS untuk pekan yang berakhir pada 6 Desember naik menjadi 236 ribu, naik tajam dari angka revisi naik pekan sebelumnya sebesar 192 ribu, menurut Departemen Tenaga Kerja. Sebaliknya, Klaim Berkelanjutan untuk pekan yang berakhir pada 29 November turun menjadi 1,838 juta dari 1,937 juta, menunjukkan beberapa stabilisasi dalam pengangguran jangka panjang.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS meningkat, dengan suku bunga acuan 10 tahun naik empat basis poin menjadi 4,19%. Imbal hasil riil AS, yang berkorelasi terbalik dengan harga emas, turun hampir dua setengah basis poin menjadi 1,872%, yang merupakan dorongan positif bagi emas batangan. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Jumat, 12 Desember 2025

PT Solid Gold Berjangka | Trump Ingin Penurunan Suku Bunga Lebih Lanjut

 

Harga Emas hari ini - Presiden Donald Trump senang melihat Federal Reserve memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin minggu ini, tetapi ingin melihat penurunan lebih lanjut dalam biaya pinjaman, kata juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt kepada wartawan pada hari Kamis.

"Saya tahu ada penurunan seperempat poin minggu lalu, dan presiden senang melihat itu, tetapi dia berpikir lebih banyak yang harus dilakukan," kata Leavitt.

Bank sentral AS memangkas suku bunga pada hari Rabu, tetapi memberi sinyal bahwa biaya pinjaman kemungkinan tidak akan turun lebih jauh dalam waktu dekat karena menunggu kejelasan tentang arah pasar kerja, inflasi, dan ekonomi secara keseluruhan.

Trump telah berulang kali mengkritik Ketua Fed Jerome Powell karena tidak memangkas suku bunga lebih awal dan lebih agresif. Presiden sedang mewawancarai kandidat untuk menggantikan Powell, yang masa jabatannya sebagai kepala bank sentral berakhir pada bulan Mei.

Leavitt menolak untuk mengatakan apakah Trump dapat membuat keputusan tentang pengganti Powell sebelum Natal, atau memberikan detail apa pun tentang percakapannya dengan kandidat untuk pekerjaan itu. Trump pekan lalu mengatakan akan mengambil keputusan awal tahun depan.

Ketika ditanya apakah presiden mengharapkan calonnya untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut, Leavitt mengatakan kepada wartawan, "Saya pikir presiden telah cukup jelas tentang apa yang menurutnya harus dilakukan Fed, yaitu menurunkan suku bunga."

Trump mengatakan kepada wartawan pada hari Rabu bahwa ia akan bertemu dengan mantan Gubernur Fed Kevin Warsh pada hari itu juga. Ia juga telah mengidentifikasi penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett sebagai calon pemimpin potensial untuk bank sentral AS.

Menteri Keuangan Scott Bessent, yang memimpin upaya pencarian, sebelumnya mengatakan daftar pendek tersebut juga termasuk Gubernur Fed Christopher Waller dan Wakil Ketua Pengawasan Fed Michelle Bowman - keduanya adalah orang yang ditunjuk Trump dari masa jabatan pertama presiden - serta Rick Rieder dari BlackRock.

Senator Demokrat Elizabeth Warren, pemimpin Demokrat di Komite Perbankan Senat, yang harus menyetujui calon-calon pejabat Fed, pada hari Kamis menyebut para kandidat utama Trump untuk memimpin Fed sebagai "boneka," dan secara khusus menyebut Hassett sebagai seseorang yang tidak akan mampu menjaga independensi bank sentral.

Hassett, yang secara luas dianggap sebagai kandidat terdepan untuk menggantikan Powell, bekerja langsung untuk Trump sebagai direktur Dewan Ekonomi Nasional. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Kamis, 11 Desember 2025

Solid Gold Berjangka | Emas Melejit Setelah The Fed Lembutkan Nada Kebijakan

 

Harga Emas hari ini - Harga emas langsung terbang setelah Federal Reserve mengumumkan keputusan suku bunganya. Begitu hasil FOMC dirilis, emas yang sejak awal sesi bergerak hati-hati mendadak menguat tajam karena pasar membaca sinyal bahwa era suku bunga tinggi mulai mendekati akhir. Dalam beberapa menit setelah pengumuman, harga emas melonjak dan bergerak mantap di dekat level tertinggi hariannya seiring masuknya arus beli baru dari pelaku pasar.

Secara garis besar, The Fed memang memangkas suku bunga sesuai ekspektasi pasar, namun yang membuat emas meledak justru nada pernyataan Jerome Powell yang dianggap lebih dovish. Powell menekankan risiko perlambatan ekonomi dan membuka ruang bagi kemungkinan pelonggaran kebijakan yang lebih lanjut jika data mendukung. Pernyataan ini langsung menekan imbal hasil obligasi AS dan melemahkan Dolar AS, dua faktor utama yang biasanya menjadi bahan bakar penguatan harga emas.

Bagi investor, kombinasi suku bunga yang berpotensi lebih rendah, dolar yang melemah, dan ketidakpastian ekonomi global membuat emas kembali dilirik sebagai aset lindung nilai utama. Sejumlah analis menilai, jika ke depan The Fed konsisten mengirim sinyal pelonggaran dan data inflasi terus bergerak turun, tren kenaikan emas masih berpeluang berlanjut. Namun begitu, volatilitas tetap perlu diwaspadai karena setiap komentar baru dari pejabat The Fed dan rilis data ekonomi bisa memicu pergerakan tajam berikutnya. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id