Head Office PT. Solid Gold Berjangka

Jl. KH. Mansyur Kav. 126, Jakarta Pusat 10220 Telp : 021-29675088 (Hunting), Fax : 021-29675089

PT. Solid Gold Berjangka Lampung

Jl. Ahmad Yani No. 55, Tanjung Karang - Bandar Lampung 35117 Telp : 0721-255038, Fax : 0721-255027

PT. Solid Gold Berjangka Palembang

Jl. Sumpah Pemuda Blok 1 No. 7 C-E, Lorok Pakjo, Palembang 30137 Tel : 0711-363300 Fax : 0711-363613

PT. Solid Gold Berjangka Makassar

Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 108 A-B, Makassar 90124 Telp : 0411-851010, Fax : 0411-851090

PT. Solid Gold Berjangka Semarang

Gedung Menara SUARA MERDEKA Lt. 3. Jl. Pandanaran No. 30 Semarang 50134 Telp : 024-3583979, 3583980 Fax : 024-3583978

Tampilkan postingan dengan label manusia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manusia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Desember 2016

Mengapa Manusia Bereproduksi Lewat Hubungan Seks?


SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA - Secara garis besar ada dua cara mahluk hidup bisa bereproduksi memiliki keturunan yaitu lewat hubungan seksual atau secara aseksual. Manusia dalam hal ini termasuk spesies yang 'memilih' bereproduksi dengan cara seksual dan menurut peneliti ada alasan di balik hal tersebut.

Dr Stuart Auld dari Stirling University mengakatan pertanyaan mengapa seks ada adalah hal yang sejak dulu berusaha dijawab oleh para ahli biologi evolusi. Alasannya karena sebagai metode reproduksi seks lebih membutuhkan usaha, waktu, dan energi menjadikannya kurang efesien dibandingkan metode aseksual seperti membelah diri atau

Sementara itu dalam teori evolusi suatu spesies seharusnya berusaha untuk berkembang lebih beradaptasi termasuk di antaranya mudah memiliki banyak keturunan. Mengapa manusia dan sebagian besar mahluk lainnya bereproduksi lewat seks sementara beberapa mahluk seperti bintang laut, komodo, dan tumbuhan seperti pisang tidak?

Menurut Stuart jawabannya karena ada manfaat yang bisa diperoleh dari metode reproduksi secara seksual. Karena ada pewarisan informasi genetik dari dua orang tua, para keturunan jadi dapat lebih cepat berevolusi adaptasi dengan lingkungan.

Teori tersebut belakangan telah dibuktikan oleh Stuart dan timnya dengan melakukan eksperimen terhadap hewan kutu air (Cladocera) yang diketahui bisa bereproduksi secara seksual dan juga aseksual. Peneliti melihat bagaimana keturunan dari kutu yang melakukan hubungan seksual dibandingkan dengan keturunan dari kutu yang aseksual.

"Ketika anak hasil kloning dan anak hasil hubungan seksual dari ibu yang sama dibandingkan, kami menemukan bahwa anak dari hubungan seksual lebih jarang sakit dibandingkan anak kloning," ungkap Stuart.

Kebutuhan yang tidak ada batasnya untuk menghindari penyakit bisa menjelaskan mengapa seks sampai sekarang ada di alam meski biayanya besar," pungkasnya - SOLID GOLD BERJANGKA

Sumber : health.detik