Head Office PT. Solid Gold Berjangka

Jl. KH. Mansyur Kav. 126, Jakarta Pusat 10220 Telp : 021-29675088 (Hunting), Fax : 021-29675089

PT. Solid Gold Berjangka Lampung

Jl. Ahmad Yani No. 55, Tanjung Karang - Bandar Lampung 35117 Telp : 0721-255038, Fax : 0721-255027

PT. Solid Gold Berjangka Palembang

Jl. Sumpah Pemuda Blok 1 No. 7 C-E, Lorok Pakjo, Palembang 30137 Tel : 0711-363300 Fax : 0711-363613

PT. Solid Gold Berjangka Makassar

Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 108 A-B, Makassar 90124 Telp : 0411-851010, Fax : 0411-851090

PT. Solid Gold Berjangka Semarang

Gedung Menara SUARA MERDEKA Lt. 3. Jl. Pandanaran No. 30 Semarang 50134 Telp : 024-3583979, 3583980 Fax : 024-3583978

Senin, 02 Maret 2026

PT Solid | Premi Geopolitik Kembali Dominan, Minyak Menguat

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak menguat tajam pada hari Jumat (27/2) seiring pasar kembali memasang premi risiko geopolitik setelah pembicaraan nuklir AS–Iran diperpanjang tanpa terobosan. Kekhawatiran potensi gangguan pasokan di Timur Tengah—terutama risiko di jalur strategis seperti Selat Hormuz—membuat trader tetap waspada meski jalur diplomasi masih berjalan.

Pada update terbaru, Brent diperdagangkan di sekitar $73,14/barel (+3,24%), sementara WTI berada di $67,06/barel (+2,83%). Kenaikan ini mempertegas reli harian di tengah perubahan headline negosiasi, yang membuat harga bergerak cepat mengikuti persepsi risiko pasokan.

Dari sisi headline, pasar menilai putaran pembicaraan di Jenewa masih rapuh: sempat muncul laporan kebuntuan terkait isu pengayaan uranium, sebelum mediator Oman menyampaikan ada kemajuan dan menyebut pembahasan akan berlanjut pekan depan di Wina pada level teknis. Ketidakpastian inilah yang menjaga risk premium tetap “nempel” pada harga minyak.

Di sisi suplai, pelaku pasar juga menunggu rapat OPEC+ terkait kebijakan produksi April, dengan ekspektasi kenaikan output yang moderat. Namun, survei ekonom yang dikutip Reuters menunjukkan meski premi risiko bisa mengangkat harga dalam jangka pendek, kekhawatiran oversupply global berpotensi membatasi kenaikan lebih lanjut pada paruh berikutnya tahun ini. 

Sumber : Newsmaker.id