Head Office PT. Solid Gold Berjangka

Jl. KH. Mansyur Kav. 126, Jakarta Pusat 10220 Telp : 021-29675088 (Hunting), Fax : 021-29675089

PT. Solid Gold Berjangka Lampung

Jl. Ahmad Yani No. 55, Tanjung Karang - Bandar Lampung 35117 Telp : 0721-255038, Fax : 0721-255027

PT. Solid Gold Berjangka Palembang

Jl. Sumpah Pemuda Blok 1 No. 7 C-E, Lorok Pakjo, Palembang 30137 Tel : 0711-363300 Fax : 0711-363613

PT. Solid Gold Berjangka Makassar

Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 108 A-B, Makassar 90124 Telp : 0411-851010, Fax : 0411-851090

PT. Solid Gold Berjangka Semarang

Gedung Menara SUARA MERDEKA Lt. 3. Jl. Pandanaran No. 30 Semarang 50134 Telp : 024-3583979, 3583980 Fax : 024-3583978

Tampilkan postingan dengan label pt solid berjangka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pt solid berjangka. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Maret 2026

Solid Gold Berjangka | Data Inflasi Redam Pemangkasan, Emas Tertahan di Tengah Perang Iran

 

Harga Emas hari ini - Harga emas bergerak melemah setelah rilis inflasi bulanan AS mengurangi peluang Federal Reserve memangkas suku bunga, di saat perang di Timur Tengah masih berlarut-larut. Bullion bertahan di sekitar $5.160 per ons pada perdagangan awal setelah turun tipis pada sesi sebelumnya.

Meski inflasi inti AS terpantau relatif jinak pada awal tahun sebelum konflik pecah pasar kini lebih fokus pada risiko inflasi ke depan. Kekhawatiran “berwawasan ke depan” meningkat seiring dengan mengalirnya energi dan menjalankan rantai pasok, sehingga kemungkinan The Fed menurunkan biaya pinjaman yang dinilai semakin kecil. Di Eropa, Uni Eropa juga mengurangi tingkat inflasi yang berpotensi menembus 3% tahun ini.

Konflik AS–Israel vs Iran kini memasuki hari ke-13 dan terus mengganggu produksi minyak serta aktivitas pengilangan di Timur Tengah. Harga minyak naik untuk hari kedua karena pasar menilai risiko jangka panjang perang masih lebih dominan dibandingkan rilis cadangan darurat terbesar sepanjang sejarah oleh negara-negara maju. Presiden Donald Trump juga mengindikasikan AS dapat menggunakan Strategic Petroleum Reserve (SPR) untuk membantu menekan harga.

Bagi emas, prospek suku bunga yang lebih tinggi lebih lama menjadi hambatan karena emas batangan tidak memberikan hasil yang tidak seimbang. Di saat yang sama, emas juga sering dipakai sebagai sumber likuiditas ketika investor perlu memperkuat bagian lain dari portofolionya. Sejak perang pecah, kepemilikan emas di ETF cenderung menurun, meski pada Selasa sempat tercatat arus masuk setelah pekan lalu terjadi penurunan terbesar dalam lebih dari dua tahun.

Meskipun pergerakan belakangan berombak dan momentum kenaikan tertahan sejak perang dimulai pada 28 Februari, emas masih mencatat kenaikan yang kuat sepanjang tahun ini karena diperkirakan sebagai aset lindung nilai ketika geopolitik meningkat.

Pada pembaruan terakhir di Asia, emas spot turun tipis, sementara perak melemah dan platinum serta paladium ikut turun. Indeks dolar Bloomberg menguat tipis, menambah tekanan pada logam mulia. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmasker.id

Selasa, 10 Maret 2026

Solid Gold | Emas Stabil Pasca Trump Isyaratkan Perang Iran Mendekati Akhir

 

Harga Emas hari ini - Harga emas cenderung stabil setelah dolar AS melemah menyusul komentar Presiden AS Donald Trump yang mengisyaratkan perang Iran bisa segera berakhir. Bullion bertahan di sekitar US$5.135 per troy ounce, setelah turun 0,6% pada sesi sebelumnya.

Trump mengatakan kepada CBS News bahwa konflik tersebut “sangat lengkap, kurang lebih.” Setelah pernyataan itu, indeks dolar turun sekitar 0,2%, membalikkan penguatan yang sempat terjadi lebih awal. Di saat yang sama, harga minyak terkoreksi setelah sesi yang sangat volatil, meredakan sebagian tekanan inflasi yang sebelumnya membebani pasar.

Emas berada di bawah tekanan sejak konflik Timur Tengah pecah karena lonjakan harga energi memicu kekhawatiran inflasi. Kondisi itu mendorong pasar memperkirakan Federal Reserve dan bank sentral lain akan menahan suku bunga lebih lama, atau bahkan menaikkannya, yang biasanya menjadi hambatan bagi aset tanpa imbal hasil seperti emas.

Meski demikian, emas masih mencatat kenaikan hampir seperlima sepanjang tahun ini. Permintaan aset aman tetap mendapat dukungan dari ketidakpastian perdagangan dan geopolitik global, sementara emas juga menjadi sumber likuiditas ketika pasar ekuitas global mengalami tekanan.

Pada 06.15 waktu Singapura, spot gold turun tipis 0,1% ke US$5.135,95 per ounce. Perak naik 0,1% ke US$86,99. Platinum melemah tipis, sementara palladium menguat. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Senin, 09 Maret 2026

PT Solid Gold | Nikkei Anjlok 6% karena Saham Chip dan Keuangan Tertekan

 

Harga Emas hari ini - Indeks Saham Nikkei turun tajam sebesar 6,0% pada hari Senin, 9 Maret, menjadi 52.270,16. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran tentang kenaikan harga energi di tengah konflik Timur Tengah, serta tanda-tanda baru melemahnya pasar tenaga kerja AS, yang membebani sentimen risiko.

Saham sektor chip dan keuangan memimpin penurunan. Kioxia Holdings anjlok 10%, SoftBank Group turun 10%, sementara Mizuho Financial Group turun 7,4% di tengah aksi jual yang meluas.

Di pasar valuta asing, dolar AS berada di 158,39 yen, dibandingkan dengan 157,82 yen pada penutupan pasar saham Tokyo Jumat lalu. Pergerakan yen dan dolar menjadi fokus karena berpotensi memengaruhi prospek pendapatan emiten, terutama yang sensitif terhadap nilai tukar.

Investor kini memantau dengan cermat perkembangan di Iran, dinamika harga minyak, dan langkah-langkah kebijakan pemerintah Jepang untuk menanggapi kenaikan biaya energi. Arah pasar diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh apakah tekanan harga energi akan berlanjut dan bagaimana pemerintah menanggapi risiko inflasi dan daya beli domestik. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Jumat, 06 Maret 2026

PT Solid Gold Berjangka | Saham Asia Terseret Perang Iran!

 

Harga Emas hari ini - Saham Asia melemah pada Jumat, memperpanjang aksi jual aset berisiko seiring konflik Timur Tengah yang berkepanjangan dan gelombang serangan terbaru dari Iran. Pelemahan ini menempatkan pasar regional di jalur penurunan mingguan terdalam dalam enam tahun, sementara harga minyak justru terkoreksi tipis di awal perdagangan.

Bursa Jepang dan Australia turun, menekan MSCI Asia Pacific Index sekitar 0,5%. Indeks tersebut telah merosot kira-kira 7% sejak perang dimulai, mencerminkan pergeseran cepat sentimen investor dari risiko ke aset defensif di tengah ketidakpastian durasi konflik.

Di pasar global, obligasi AS kembali tertekan dan dolar menguat pada sesi AS, menempatkan mata uang tersebut menuju pekan terbaik sejak 2024. Indeks saham AS juga turun pada Kamis, meski sempat memangkas penurunan dari level terendah intraday, menggarisbawahi rapuhnya kepercayaan pasar saat volatilitas meningkat.

Perhatian utama masih tertuju pada energi. West Texas Intermediate (WTI) turun hingga 2,5% mendekati $79 per barel pada Jumat, setelah pemerintah AS mempertimbangkan berbagai opsi untuk meredam lonjakan harga minyak dan bensin di tengah perang, menurut pernyataan pejabat terkait. Meski melemah di pembukaan, minyak masih menuju kenaikan mingguan terbesar sejak 2022, ditopang kekhawatiran gangguan pasokan.

Serangan AS–Israel terhadap Iran telah mengguncang pasar energi global dan mendorong minyak AS ke level tertinggi multi-tahun, terutama karena risiko hambatan pasokan melalui Selat Hormuz. Ketidakpastian ini mulai mengganggu arus ke pembeli utama, dengan China sebagai importir terbesar disebut berupaya menghemat konsumsi bahan bakar, yang pada gilirannya memperbesar risiko inflasi dan volatilitas pasar bila konflik berlanjut.

Fokus pasar berikutnya beralih ke rilis data tenaga kerja AS, terutama laporan payrolls, setelah data awal menunjukkan klaim pengangguran berada dekat level terendah dalam setahun di tengah rendahnya pemutusan hubungan kerja. Data payrolls diperkirakan menunjukkan laju perekrutan melambat dibanding bulan sebelumnya dengan tingkat pengangguran stabil, sementara pasar menimbang dua arah risiko: angka kuat berpotensi meredam spekulasi pelonggaran suku bunga, namun angka lemah dapat menaikkan ekspektasi pemangkasan dengan bayang-bayang risiko stagflasi jika guncangan energi bertahan. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Senin, 02 Maret 2026

PT Solid | Premi Geopolitik Kembali Dominan, Minyak Menguat

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak menguat tajam pada hari Jumat (27/2) seiring pasar kembali memasang premi risiko geopolitik setelah pembicaraan nuklir AS–Iran diperpanjang tanpa terobosan. Kekhawatiran potensi gangguan pasokan di Timur Tengah—terutama risiko di jalur strategis seperti Selat Hormuz—membuat trader tetap waspada meski jalur diplomasi masih berjalan.

Pada update terbaru, Brent diperdagangkan di sekitar $73,14/barel (+3,24%), sementara WTI berada di $67,06/barel (+2,83%). Kenaikan ini mempertegas reli harian di tengah perubahan headline negosiasi, yang membuat harga bergerak cepat mengikuti persepsi risiko pasokan.

Dari sisi headline, pasar menilai putaran pembicaraan di Jenewa masih rapuh: sempat muncul laporan kebuntuan terkait isu pengayaan uranium, sebelum mediator Oman menyampaikan ada kemajuan dan menyebut pembahasan akan berlanjut pekan depan di Wina pada level teknis. Ketidakpastian inilah yang menjaga risk premium tetap “nempel” pada harga minyak.

Di sisi suplai, pelaku pasar juga menunggu rapat OPEC+ terkait kebijakan produksi April, dengan ekspektasi kenaikan output yang moderat. Namun, survei ekonom yang dikutip Reuters menunjukkan meski premi risiko bisa mengangkat harga dalam jangka pendek, kekhawatiran oversupply global berpotensi membatasi kenaikan lebih lanjut pada paruh berikutnya tahun ini. 

Sumber : Newsmaker.id

Kamis, 26 Februari 2026

Solid Gold Berjangka | Emas Stabil Sanksi Iran dan Isu Tarif AS Jadi Fokus

 

Harga Emas hari ini - Harga emas bergerak stabil pada perdagangan awal, ketika pelaku pasar menimbang ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta dampak kebijakan tarif AS terhadap perdagangan global. Emas bertahan di sekitar $5.170 per ons setelah mengakhiri sesi sebelumnya dengan kenaikan 0,4%, menandakan minat defensif masih terjaga di tengah volatilitas headline.

Sentimen safe haven mendapat dukungan setelah AS menjatuhkan sanksi terhadap lebih dari 30 entitas yang dituding mendukung penjualan minyak dan pasokan senjata Iran. Langkah ini meningkatkan tekanan terhadap Teheran menjelang putaran terbaru pembicaraan nuklir yang dijadwalkan berlangsung Kamis sore di Jenewa, sehingga risiko geopolitik tetap menjadi faktor utama yang dipantau pelaku pasar.

Di sisi kebijakan perdagangan, pemerintahan Presiden Donald Trump disebut terus mendorong langkah untuk mempertahankan agenda tarifnya. Ketidakpastian meningkat setelah Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menyatakan Trump akan menandatangani arahan untuk menaikkan tarif global menjadi 15% “jika sesuai”. Pernyataan ini memperkuat persepsi bahwa arah kebijakan tarif masih bisa berubah cepat, yang berpotensi menambah ketegangan dengan mitra dagang dan menjaga volatilitas pasar global.

Pada pukul 07.29 waktu Singapura, harga emas spot naik tipis 0,1% ke $5.170,75/oz. Perak relatif stabil di $89,16, sementara platinum dan paladium mencatat kenaikan. Di pasar mata uang, Bloomberg Dollar Spot Index menutup sesi sebelumnya turun 0,2%, turut membantu menopang harga logam mulia. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Selasa, 24 Februari 2026

Solid Gold | Bursa Asia Menguat, Wall Street Jatuh Tak Menular

 

Harga Emas hari ini - Pasar saham Asia-Pasifik menguat pada hari Selasa, bergerak berlawanan arah dari Wall Street yang melemah sehari sebelumnya. Investor di Asia menimbang dua isu besar yang masih membayangi global: ancaman tarif baru Presiden AS Donald Trump dan kekhawatiran bahwa kecerdasan buatan (AI) dapat mengganggu model bisnis perangkat lunak perusahaan.

Trump menulis di Truth Social bahwa negara mana pun yang ingin “bermain-main” dengan keputusan Mahkamah Agung akan “dihadapi dengan tarif yang jauh lebih tinggi.” Pernyataan ini setelah keputusan pengadilan yang membatalkan tarif berbasis IEEPA, sementara Trump kemudian menyatakan akan menerapkan tarif global 15% melalui Section 122 Trade Act 1974.

Di Asia, fokus juga fokus pada keputusan Loan Prime Rate (LPR) China, dengan LPR 1 tahun menjadi acuan pinjaman komersial baru dan LPR 5 tahun sebagai referensi kredit properti. Bursa China daratan dijadwalkan kembali dibuka setelah libur Tahun Baru Imlek, sementara futures Hang Seng berada di 26.869, lebih rendah dari penutupan sebelumnya di 27.081,91.

Pergerakan indeks utama Asia cenderung positif: Kospi Korea Selatan melanjutkan tren rekor dengan kenaikan 0,24%, dan Kosdaq naik 0,56%. Nikkei 225 Jepang naik 0,23% sementara Topix datar. ASX 200 Australia juga menguat tipis 0,12%.

Sementara itu di AS, tekanan masih kuat di sektor teknologi dan keamanan siber seiring dengan “gangguan AI” menjadi tema utama. Saham-saham software seperti Microsoft turun 3% dan CrowdStrike melemah hampir 10%, setelah Anthropic memperkenalkan alat keamanan baru berdasarkan Claude yang diklaim mampu menyerap kerentanan kode dan memberi solusi menambah kekhawatiran bahwa AI dapat menggantikan layanan keamanan tradisional. - Solid Gold

Sumber : Newsmaker.id

Kamis, 19 Februari 2026

Solid Gold Berjangka | Wall Street Ditutup Lebih Tinggi, Asia Naik Serentak

 

Harga Emas hari ini - Saham-saham Asia menguat sejak pembukaan perdagangan setelah rebound di sektor teknologi dan data ekonomi AS yang solid mendorong Wall Street lebih tinggi. Dolar AS juga mengurangi sebagian keuntungannya setelah sesi perdagangan Amerika.

Indeks MSCI Asia Pasifik naik untuk hari kedua, didukung oleh reli di saham Australia dan Jepang. Saham Korea Selatan bahkan menyentuh rekor tertinggi, sementara sentimen terbawa dari AS, di mana S&P 500 naik 0,6% dan Nasdaq 100 menguat 0,8%. Pasar di Tiongkok daratan, Hong Kong, dan Taiwan tetap tutup karena liburan Tahun Baru Imlek.

Kenaikan di New York menandakan bahwa kekhawatiran tentang "gangguan" di sektor AI mulai mereda, dan beberapa investor mulai mencari peluang pembelian setelah koreksi. Beberapa pelaku pasar menganggap aksi jual sebelumnya di saham perangkat lunak berlebihan dan lebih merupakan reaksi spontan.

Di pasar mata uang, dolar sedikit melemah terhadap sebagian besar mata uang utama G-10 dalam perdagangan Asia, setelah indikator dolar Bloomberg sempat naik 0,5% pada hari Rabu. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tetap relatif datar setelah turun pada sesi New York, ketika lelang obligasi AS 20 tahun senilai US$16 miliar mendapat permintaan yang lemah.

Pasar juga mengawasi agenda Asia pada hari Kamis, termasuk data tenaga kerja Australia dan keputusan suku bunga di Filipina dan Indonesia. Dari AS, sentimen didukung oleh data yang menunjukkan produksi industri mencatat peningkatan terbesar dalam hampir satu tahun, pesanan peralatan bisnis meningkat lebih dari yang diperkirakan, dan pembangunan perumahan mencapai level tertinggi dalam lima bulan.

Namun, risalah rapat Fed menunjukkan beberapa pejabat menginginkan pernyataan yang lebih agresif, membuka kemungkinan kenaikan suku bunga jika inflasi tetap tinggi. Harga kontrak berjangka Fed Funds menunjukkan bahwa pasar sedikit menurunkan ekspektasi terhadap penurunan suku bunga, tetapi masih memperkirakan dua penurunan sebesar 25 bps pada tahun 2026. Di pasar komoditas, harga minyak stabil setelah lonjakan harian terbesar sejak Oktober di tengah spekulasi tentang risiko Iran, sementara harga emas sedikit turun setelah melonjak 2% pada hari sebelumnya karena pasar menunggu arahan suku bunga dari The Fed. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Rabu, 18 Februari 2026

PT Solid Gold | AS–Iran Makin Dekat Kesepakatan, Minyak Tahan Turun

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak penahan pelemahan setelah Amerika Serikat dan Iran sama-sama menyampaikan nada yang lebih positif usai pembicaraan terkait program nuklir Teheran. Sentimen tersebut membuat premi risiko di pasar minyak menyusut, seiring pelaku pasar menilai peluang de-eskalasi meningkat.

Di pasar, West Texas Intermediate (WTI) bergerak nyaris tidak berubah di atas $62 per barel, setelah ditutup turun 0,9% pada Selasa usai libur panjang di AS. Sementara itu, Brent bertahan di atas $67, meski juga mencatat pelemahan pada penutupan perdagangan.

Dari sisi diplomasi, Iran menyatakan telah mencapai “kesepakatan umum” dengan Washington terkait kerangka persyaratan menuju potensi kesepakatan. Seorang pejabat AS juga menyebut negosiator Iran dijadwalkan kembali dalam dua pekan dengan membawa proposal baru, yang membuat pasar menahan diri menunggu detail.

Secara tahunan, harga minyak sempat didorong naik karena faktor geopolitik—termasuk ketegangan terkait Iran—lebih dominan dibandingkan peringatan bahwa pasar global berisiko mengalami surplus pasokan yang dapat menekan harga. Situasi di Iran, yang sempat mengguncang gelombang protes anti-pemerintah pada bulan Januari, juga memicu kekhawatiran gangguan produksi maupun jalur pasokan strategis.

Namun, sinyal kemajuan diplomasi hadir di tengah peningkatan ketegangan militer. Iran menyampaikan pada hari Selasa akan menutup sebagian Selat Hormuz selama beberapa jam untuk keperluan latihan militer, sementara AS dilaporkan mengirim kapal induk kedua ke kawasan. Di Asia, kontrak WTI Maret turun tipis 0,1% menjadi $62,25 per barel pada 07.30 waktu Singapura.

Pada penutupan sebelumnya, kontrak Brent April tercatat turun 1,8% menjadi $67,42 per barel pada hari Selasa. Ke depan, perhatian pasar diperkirakan akan terjadi pada kelanjutan perundingan dua pekan mendatang serta dinamika keamanan di Selat Hormuz, karena keduanya berpotensi mengubah kembali premi risiko dan arah harga minyak. - PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Jumat, 13 Februari 2026

PT Solid Gold Berjangka | Perak Terancam Turun Lagi, CPI Jadi Penentu

 

Harga Emas hari ini - Harga perak bergerak stabil di sekitar US$76 per ons pada Jumat (13/2), namun masih mencatat penurunan untuk pekan ketiga berturut-turut. Tekanan terjadi setelah aksi jual besar pada hari Kamis, ketika volatilitas kembali meningkat dan mendorong pelemahan di sejumlah aset berisiko.

Penurunan pada Kamis tidak dipicu oleh katalis yang jelas, tetapi pelemahan yang terjadi secara bersamaan pada saham dan aset kripto mengindikasikan adanya likuidasi paksa lintas kelas aset. Kondisi ini diduga diperkuat oleh transaksi sistematis dan algoritmik yang cenderung mempercepat aksi penjualan saat pasar bergejolak.

Perhatian investor kini terdengar pada rilis data inflasi Amerika Serikat terbaru, yang berpotensi mempengaruhi ekspektasi ekspektasi suku bunga Federal Reserve. Data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan pada awal pekan menurunkan peluang penghematan suku bunga dalam waktu dekat. Pasar kini lebih banyak pemangkasan pertama terjadi pada Juli, bukan Juni, meski masih ada perkiraan total sekitar dua kali pemangkasan 25 basis poin hingga akhir tahun.

Di sisi lain, perak dan logam mulia lainnya berpotensi memperoleh dukungan dari kekhawatiran penurunan nilai mata uang (debasement). Dalam situasi tersebut, sebagian investor cenderung mengalihkan dana dari mata uang fiat dan obligasi pemerintah ke aset riil seperti logam mulia, yang dinilai lebih mampu menjaga nilai dalam jangka panjang. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Rabu, 11 Februari 2026

PT Solid Gold | Dow Rekor, Nasdaq Tergelincir, Konsumen “Loyo” Jadi Pemicu

 

Harga Emas hari ini - Dow Jones ditutup naik 0,2% dan kembali mencetak rekor tertinggi, sementara S&P 500 justru turun 0,2% dan Nasdaq melemah 0,5%. Pasar lagi seimbang antara data konsumsi yang melemah dan sorotan yang makin tajam soal seberapa besar belanja modal (capex) untuk AI bakal terus digenjot.

Pemicu utamanya datang dari penjualan ritel AS Desember yang flat, padahal pasar memperkirakan naik 0,4%. Sinyal ini dianggap menunjukkan tekanan yang makin terasa di kalangan konsumen menengah-bawah setelah periode liburan. Dampaknya, yield obligasi turun di sepanjang kurva, dan pelaku pasar masih mem-price-in lebih dari dua kali pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini.

Sektor ritel ikut kena imbas: saham retail melemah, dengan Costco turun 2,6% dan Walmart turun 1,8%. Sektor finansial juga tertahan setelah munculnya gelombang tool advisory berbasis AI yang memicu kekhawatiran persaingan makin ketat—mendorong LPL Financial anjlok 8,3% dan Charles Schwab turun 7,4%.

Saham teknologi bergerak campuran. Alphabet turun 1,8% meski minat pasar terhadap penerbitan obligasinya terbilang kuat. Sementara itu, saham chipmaker “ambil napas” setelah reli beberapa hari terakhir. Di sisi lain, Spotify jadi bintang malam itu: melesat 14,8% berkat laporan kinerja yang solid dan pertumbuhan jumlah pengguna. - PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Senin, 09 Februari 2026

PT Solid | Minyak Turun… Tapi Ada 1 Hal yang Bikin Pasar Belum Tenang

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak turun lagi seiring ketegangan di Timur Tengah mulai mereda. Saat peluang gangguan pasokan dinilai mengecil, pasar langsung melepas “premium” risiko yang sempat ngangkat harga dalam beberapa waktu terakhir.

Brent turun mendekati $67 per barel setelah minggu lalu sudah merosot hampir 4%, sementara WTI bertahan di sekitar $63. Penurunan ini muncul setelah Iran dan AS menggelar pembicaraan di Oman pada Jumat untuk meredakan konflik terkait program nuklir Iran. Teheran menyebut pertemuan itu sebagai “langkah maju”, dan Donald Trump bilang bakal ada pertemuan lanjutan awal pekan ini.

Meski begitu, cerita besarnya masih campur. Sepanjang awal 2026, harga minyak sebenarnya sempat terdorong naik walau pasar khawatir pasokan bakal melimpah. Faktor geopolitik dan beberapa gangguan aliran—termasuk dari Kazakhstan—jadi penahan harga. Tapi tanda-tanda kemajuan dialog AS–Iran minggu lalu bikin pasar menilai risiko aksi militer dalam waktu dekat jadi lebih kecil, sehingga harga ikut melemah.

Pelaku pasar juga menyorot arus pasokan ke India. Trump menyebut India setuju menghentikan impor minyak dari Rusia sebagai bagian dari kesepakatan dagang, tapi New Delhi belum memberi konfirmasi langsung dan menegaskan keamanan energi tetap prioritas utama. Pada perdagangan pagi di Asia, Brent turun sekitar 1% ke $67,35 per barel, sedangkan WTI turun sekitar 1% ke $62,92. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Jumat, 06 Februari 2026

PT Solid Gold Berjangka | Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

 

Harga Emas hari ini - Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran $4.707/oz (turun sekitar 1,4%) saat tekanan risk-off makin menyebar lintas aset.

Pemicu utamanya: Bitcoin jatuh tajam dan bikin sentimen pasar makin “tegang”. BTC terakhir tertekan ke sekitar $61.350 (turun ~15,7%), dengan volatilitas yang masih tinggi setelah pergerakan ekstrem dalam sehari.

Menurut analis pasar IG Chris Beauchamp, pelemahan kripto yang tadinya terlihat seperti “bear market” berubah jadi rout yang menular ke aset lain—termasuk komoditas. Intinya: ketika kripto panik, pasar sering ikut mengurangi risiko di mana-mana, bukan cuma di satu tempat.

Efek rambatnya terasa karena banyak pelaku pasar lagi “ngelock” posisi dan ngejar likuiditas. Saat arus keluar terjadi serentak (margin call, stop-loss, deleveraging), aset yang biasanya dianggap defensif seperti emas pun bisa ikut dijual sementara—bukan karena fundamental emas jelek, tapi karena pasar butuh cash cepat.

Di sisi makro, mood risk-off biasanya makin keras kalau dolar dan yield ikut menguat, karena itu bikin biaya peluang pegang emas (yang tidak ber-bunga) terasa lebih berat. Jadi, walaupun emas punya cerita safe-haven, dalam fase “panic selling” logikanya sering kebalik: yang penting likuid dulu.

Untuk jangka pendek, pasar emas jadi sensitif ke dua hal: apakah kripto masih lanjut jebol (memperpanjang efek domino), dan apakah dolar/yield lanjut menekan. Kalau tekanan mereda, emas bisa cepat balik rebound—tapi kalau panic berlanjut, emas masih rawan “diguncang” lagi.

Kesimpulannya: pelemahan emas pagi ini lebih terlihat sebagai spillover risk-off dari kripto dan sentimen global yang sedang rapuh, bukan perubahan fundamental besar pada emas itu sendiri—setidaknya untuk fase awal sesi Asia hari ini. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Rabu, 04 Februari 2026

PT Solid Gold | Minyak Menguat Lagi, Ada Sinyal “Panas” dari Iran?

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak naik untuk hari kedua berturut-turut setelah ketegangan AS–Iran kembali muncul. Pemicunya: AS dilaporkan menembak jatuh drone Iran di dekat kapal induk Amerika di Laut Arab—kejadian yang langsung bikin pasar waspada.

Kontrak West Texas Intermediate bergerak naik mendekati $64 per barel, setelah melonjak 1,7% pada Selasa. Sementara Brent Crude ditutup di atas $67, menandakan sentimen pasar mulai condong ke skenario risiko.

Meski sempat bikin pasar “kaget”, tensi itu belum sepenuhnya berubah jadi eskalasi besar. Donald Trump menegaskan diplomasi masih berjalan, dan pihak White House—melalui juru bicara Karoline Leavitt—mengonfirmasi pembicaraan AS–Iran masih dijadwalkan berlangsung Jumat.

Dari sisi fundamental, pasar juga mendapat “bahan bakar” lain: persediaan minyak mentah AS turun tajam. American Petroleum Institute melaporkan stok minyak AS turun 11,1 juta barel pekan lalu—jika dikonfirmasi data resmi, ini bisa jadi penurunan terbesar sejak Juni.

Kekhawatiran konflik di Middle East—wilayah yang menyumbang sekitar sepertiga pasokan minyak dunia—ikut mengangkat harga sejak bulan lalu, meski di saat yang sama ada tanda-tanda pasokan global mulai berlebih. Minyak juga terseret arus volatilitas komoditas yang sempat menekan emas dan perak, sebelum keduanya rebound di sesi Selasa.

Pada pagi hari di Singapore, WTI untuk pengiriman Maret naik 0,9% ke $63,80 per barel (pukul 07:22). Brent untuk penyelesaian April ditutup naik 1,6% di $67,33 per barel—dan pasar sekarang menunggu: ini cuma “kaget sesaat”, atau awal babak baru?. - PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Selasa, 03 Februari 2026

Solid Gold | Emas Rebound Usai Reli “Patah” Dua Hari

 

Harga Emas hari ini - Emas naik lagi dan memangkas sebagian kerugian, setelah reli besar yang sebelumnya pecah secara tiba-tiba dan membuat harga jatuh tajam dalam waktu singkat. Perak ikut menguat, menandakan pasar mulai “tenang” setelah beberapa sesi terakhir penuh guncangan.

Pada perdagangan terbaru, spot emas sempat naik hingga sekitar 2,9% mendekati $4.800/ons, sementara perak melonjak hingga sekitar 5% dan sempat menembus $83. Rebound ini terjadi setelah emas sempat turun hampir 5% pada sesi sebelumnya dan mencatat penurunan tajam dalam dua hari terakhir.

Sebelumnya, logam mulia sempat terbang ke rekor bulan lalu karena investor memburu aset aman: kekhawatiran geopolitik, isu “pelemahan nilai mata uang”, dan kekhawatiran soal independensi bank sentral ikut jadi bensin reli. Namun, reli yang terlalu cepat juga membuat posisi pasar “kepenuhan” (ramai), jadi saat dolar AS menguat—aksi ambil untung dan likuidasi posisi semakin memperparah koreksi.

Salah satu kunci arah berikutnya adalah: apakah investor Tiongkok memilih “buy the dip”. Laporan menyebutkan ramainya pembeli mengunjungi bursa emas terbesar di Shenzhen untuk membeli perhiasan dan batangan menjelang libur Tahun Baru Imlek. Pasar domestik China juga akan libur lebih dari seminggu mulai 16 Februari.

Dari sisi proyeksi bank, sebagian masih optimistis. Deutsche Bank AG misalnya tetap mempertahankan pandangan bahwa emas berpotensi menuju $6.000/ons pada tahun 2026. JP Morgan juga memproyeksikan emas bisa naik ke $6.300/ons pada akhir 2026, dengan alasan dukungan permintaan investor dan bank sentral masih kuat meskipun volatilitas meningkat.

Sementara itu, dolar AS sedikit melemah setelah sempat menguat, yang biasanya memberi nafas bagi komoditas berdenominasi USD. Di Asia, harga emas dilaporkan berada di sekitar $4.778/ons pada pagi hari Singapura, sedangkan perak sekitar $82–83—dengan platinum dan paladium juga ikut naik.

Intinya, pergerakan kali ini lebih mirip “bersih-bersih posisi” daripada perubahan total cerita fundamental. Arah selanjutnya kemungkinan ditentukan oleh tiga hal: kekuatan dolar, keputusan pelaku pasar (terutama Tiongkok) untuk membeli saat turun, dan apakah volatilitas mereda menjelang libur Imlek.

5 poin inti :

- Emas rebound hingga mendekati $4.800/ons, perak sempat menembus $83.

- Sebelumnya harga turun tajam karena reli “overcrowded” berputar + likuidasi posisi.

- Permintaan China (buy the dip) jadi penentu arah berikutnya; pasar China libur mulai 16 Feb.

- Bank besar masih bullish: Deutsche Bank $6.000, JP Morgan $6.300 (akhir 2026).

- Dolar yang melemah sedikit membantu pemulihan logam mulia, namun volatilitas masih tinggi. - Solid Gold

Sumber : Newsmaker.id

Senin, 02 Februari 2026

PT Solid | Setelah Naik 16%, Minyak Mendadak Terjun

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak jatuh tajam setelah mencatat kenaikan bulanan terbesar sejak 2022. Pasar yang sebelumnya “ngegas” karena ketegangan geopolitik, kini mendadak mengerem—karena trader mulai menilai risiko gangguan pasokan tidak jadi terjadi dalam waktu dekat.

Brent bergerak di kisaran $68/barel setelah naik sekitar 16% bulan lalu, sementara WTI bertahan di atas $63/barel. Arah turun ini terjadi saat pelaku pasar memantau langkah lanjutan Donald Trump terkait Timur Tengah, sekaligus perkembangan pembicaraan damai konflik Eropa Timur.

Dari sisi geopolitik, Trump meredakan tensi dengan mengecilkan ancaman perang regional yang disuarakan Ayatollah Ali Khamenei, dan kembali menegaskan harapannya agar kesepakatan masih bisa tercapai dengan Iran. Nada yang lebih “soft” ini bikin pasar melepas sebagian premi risiko yang sempat nempel di harga minyak.

Menurut Haris Khurshid dari Karobaar Capital LP, penurunan kali ini lebih mirip “reset positioning” ketimbang perubahan fundamental. Logikanya simpel: tanpa kejutan pasokan baru, minyak hanya mengembalikan premi risiko karena skenario gangguan yang sebelumnya dipricing pasar ternyata belum kejadian.

Sementara itu, fokus pasar juga mengarah ke proses diplomasi: pertemuan trilateral berikutnya antara AS, Russia, dan Ukraine dijadwalkan pada 4–5 Februari di Abu Dhabi, menurut Volodymyr Zelenskiy. Namun terobosan masih minim, dan perang yang mendekati tahun kelima tetap menjadi faktor besar karena sanksi terhadap perdagangan minyak Rusia belum benar-benar hilang dari radar.

Sebelumnya, minyak sempat reli berminggu-minggu karena eskalasi yang mendorong Iran dan AS “nyaris bentrok,” terutama setelah ancaman Trump pada Januari. Ketegangan itu membuat pasar kembali takut pasokan di kawasan penghasil sekitar sepertiga minyak dunia bisa terganggu—padahal di sisi lain dunia juga sedang menghadapi cerita berbeda: ancaman surplus pasokan global.

Di luar geopolitik, sentimen juga dipengaruhi langkah OPEC+ yang mempertahankan rencana produksi tetap pada Maret (bagian terakhir dari “freeze” tiga bulan), meski harga sempat naik kencang. Trader juga mencermati koreksi tajam logam mulia (emas dan perak) yang ikut memicu mode “recalibrate risk”. Pada pukul 08:07 waktu Singapore, Brent turun sekitar 2,4% ke $67,64, sementara WTI turun 2,6% ke $63,54—tanda pasar mulai buang premi risiko dan balik ke mode hitung-hitungan ulang. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Jumat, 30 Januari 2026

PT Solid Gold Berjangka | Minyak Panas, Pasar Cemas: Hormuz Jadi Sorotan

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak cenderung stabil setelah lonjak lebih dari 3% pada Kamis, saat pelaku pasar menimbang ancaman terbaru Presiden AS Donald Trump terhadap Iran dan risiko eskalasi konflik di Timur Tengah.

West Texas Intermediate (WTI) bertahan di sekitar $66 per barel, melanjutkan reli tiga hari yang juga terbantu pelemahan dolar AS. Sementara Brent bertahan di atas $70, pertama kalinya sejak Juli, setelah premi risiko geopolitik kembali “disuntikkan” ke harga.

Pemicu utamanya datang dari peringatan Trump: jika Iran tidak mau mencapai kesepakatan nuklir, opsi serangan militer tetap ada. Nada keras ini membuat pasar kembali menghitung skenario terburuk, terutama jika situasi berubah jadi konfrontasi terbuka.

Fokus terbesar pasar ada di Selat Hormuz, jalur sempit yang memisahkan Iran dan Semenanjung Arab. Ini adalah rute vital tempat tanker minyak mentah dan LNG lalu-lalang setiap hari untuk memasok pasar global—sehingga sedikit gangguan saja bisa langsung memicu lonjakan harga.

Ketegangan makin terasa setelah Associated Press melaporkan Iran memperingatkan kapal-kapal di laut bahwa mereka akan menggelar latihan pada Minggu–Senin, termasuk penembakan langsung di Selat Hormuz, mengutip dua pejabat keamanan Pakistan. Pasar kini menunggu apakah latihan ini hanya “show of force” atau sinyal eskalasi berikutnya. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Kamis, 29 Januari 2026

Solid Gold Berjangka | Emas Tembus $5.500, Bursa Asia Campur Aduk Usai The Fed

 

Harga Emas hari ini - Harga emas melonjak lebih dari 3% dan mencetak rekor baru pada Kamis, setelah Federal Reserve AS mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75%. Emas spot melesat hingga menembus $5.500 per ons untuk pertama kalinya, mempertegas gelombang beli aset safe haven yang masih kencang.

Di Asia-Pasifik, pergerakan bursa tidak kompak. Australia (S&P/ASX 200) turun 0,69%. Jepang juga campur: Nikkei 225 naik 0,18% tetapi Topix turun 0,57%. Di Korea Selatan, sentimen lebih cerah—Kospi naik 1,09% dan Kosdaq melesat 2,69%.

Salah satu motor penggerak datang dari Samsung Electronics yang naik 1,6% setelah melaporkan lonjakan laba kuartal keempat lebih dari tiga kali lipat dan melampaui perkiraan. Pasar menilai permintaan server AI dan kondisi chip memori yang ketat ikut mendorong kinerja perusahaan. Sementara itu, kontrak berjangka Hang Seng berada di 27.565, lebih rendah dari penutupan indeks terakhir di 27.826,91.

Investor juga menyorot Indonesia setelah IHSG anjlok lebih dari 8% pada Rabu, menyusul peringatan MSCI soal potensi penurunan peringkat Indonesia dari status pasar berkembang. Goldman Sachs disebut menurunkan peringkat Indonesia menjadi underweight, dengan alasan potensi lanjutan arus jual pasif dan efeknya yang bisa menjadi hambatan kinerja pasar.

Di Wall Street, S&P 500 sempat mencetak momen bersejarah dengan menyentuh 7.000 untuk pertama kali, namun kemudian berbalik turun setelah The Fed menahan bunga dan menilai pertumbuhan ekonomi tetap “solid”. S&P 500 berakhir nyaris datar di 6.978,03, Dow ditutup sedikit naik, dan Nasdaq menguat tipis. Yield obligasi AS naik setelah pernyataan The Fed menyinggung ekonomi yang masih kuat dan pengangguran yang mulai stabil, sementara Jerome Powell menilai sulit menyimpulkan kebijakan saat ini “terlalu ketat” dari data yang masuk.- Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Selasa, 27 Januari 2026

Solid Gold | Pound Menyentuh 1,37, Dolar Masih Tertekan

 

Harga Emas hari ini - GBP/USD naik tipis di awal pekan dan sempat mengetes area 1,37 untuk pertama kalinya sejak September. Dolar AS masih berada dalam posisi defensif karena sentimen pasar cenderung “jual dolar”, sehingga pound tetap ditopang.

Pasar juga masih menilai ancaman tarif baru dari pemerintahan Trump sebagai “gertak dulu” yang sering berakhir melunak. Kali ini, isu tarif kembali muncul setelah AS mengancam tambahan bea masuk ke beberapa negara Eropa bila tidak mengikuti keinginan Washington terkait Greenland. Ketidakpastian ini membuat investor berhati-hati, tetapi justru menekan greenback.

Fokus terbesar minggu ini ada di The Fed. Suku bunga diperkirakan tetap, namun investor akan mengamati nada pernyataan bank sentral: apakah memberi sinyal pemangkasan suku bunga lebih cepat atau tidak. Pasar juga menunggu kabar soal calon pengganti Jerome Powell (masa jabatan berakhir Mei), karena sosok baru bisa memengaruhi arah kebijakan—dan jika lebih dovish, peluang pemangkasan suku bunga bisa makin besar. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id 

Senin, 26 Januari 2026

PT Solid | Emas Lewat $5.000, Ada Apa dengan Dunia?

 

Harga Emas hari ini - Harga emas kembali bikin heboh. Pada hari Senin(26/1), emas melonjak ke rekor tertinggi di atas $5.000 per ons. Kenaikan ini terjadi karena investor ramai-ramai mencari aset aman di tengah situasi global yang makin penuh ketidakpastian.

Emas spot naik hampir 1% ke level $5.029 per ons, sementara kontrak berjangka emas AS juga menyentuh angka yang sama. Analis independen Ross Norman bahkan memprediksi harga emas bisa mencapai $6.400 per ons tahun ini, dengan rata-rata di sekitar $5.375.

Kenaikan harga emas juga dipicu oleh ketegangan geopolitik. Hubungan Amerika Serikat dan NATO memanas terkait isu Greenland. Di sisi lain, perang Rusia-Ukraina belum menunjukkan tanda mereda, meski sudah ada pembicaraan damai yang dimediasi AS. Serangan udara Rusia bahkan membuat lebih dari satu juta warga Ukraina kehilangan listrik di tengah musim dingin ekstrem.

Situasi makin rumit setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif 100% pada Kanada jika tetap melanjutkan kerja sama dagang dengan China. Ancaman ini menambah kekhawatiran pasar akan perang dagang dan guncangan ekonomi global.

Sepanjang tahun 2025, harga emas sudah melonjak 64%. Kenaikan ini didorong oleh kebijakan moneter AS yang longgar, pembelian besar-besaran oleh bank sentral seperti China, serta arus dana besar ke ETF emas. Tak hanya emas, harga perak juga mencetak sejarah dengan menembus $100 per ons, menandakan investor benar-benar sedang berburu aset aman. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id