Harga Emas hari ini - Saham Asia melemah pada Jumat, memperpanjang aksi jual aset berisiko seiring konflik Timur Tengah yang berkepanjangan dan gelombang serangan terbaru dari Iran. Pelemahan ini menempatkan pasar regional di jalur penurunan mingguan terdalam dalam enam tahun, sementara harga minyak justru terkoreksi tipis di awal perdagangan.
Bursa Jepang dan Australia turun, menekan MSCI Asia Pacific Index sekitar 0,5%. Indeks tersebut telah merosot kira-kira 7% sejak perang dimulai, mencerminkan pergeseran cepat sentimen investor dari risiko ke aset defensif di tengah ketidakpastian durasi konflik.
Di pasar global, obligasi AS kembali tertekan dan dolar menguat pada sesi AS, menempatkan mata uang tersebut menuju pekan terbaik sejak 2024. Indeks saham AS juga turun pada Kamis, meski sempat memangkas penurunan dari level terendah intraday, menggarisbawahi rapuhnya kepercayaan pasar saat volatilitas meningkat.
Perhatian utama masih tertuju pada energi. West Texas Intermediate (WTI) turun hingga 2,5% mendekati $79 per barel pada Jumat, setelah pemerintah AS mempertimbangkan berbagai opsi untuk meredam lonjakan harga minyak dan bensin di tengah perang, menurut pernyataan pejabat terkait. Meski melemah di pembukaan, minyak masih menuju kenaikan mingguan terbesar sejak 2022, ditopang kekhawatiran gangguan pasokan.
Serangan AS–Israel terhadap Iran telah mengguncang pasar energi global dan mendorong minyak AS ke level tertinggi multi-tahun, terutama karena risiko hambatan pasokan melalui Selat Hormuz. Ketidakpastian ini mulai mengganggu arus ke pembeli utama, dengan China sebagai importir terbesar disebut berupaya menghemat konsumsi bahan bakar, yang pada gilirannya memperbesar risiko inflasi dan volatilitas pasar bila konflik berlanjut.
Fokus pasar berikutnya beralih ke rilis data tenaga kerja AS, terutama laporan payrolls, setelah data awal menunjukkan klaim pengangguran berada dekat level terendah dalam setahun di tengah rendahnya pemutusan hubungan kerja. Data payrolls diperkirakan menunjukkan laju perekrutan melambat dibanding bulan sebelumnya dengan tingkat pengangguran stabil, sementara pasar menimbang dua arah risiko: angka kuat berpotensi meredam spekulasi pelonggaran suku bunga, namun angka lemah dapat menaikkan ekspektasi pemangkasan dengan bayang-bayang risiko stagflasi jika guncangan energi bertahan. - PT Solid Gold Berjangka
Sumber: Newsmaker.id
