Harga Emas hari ini - Harga emas cenderung stabil setelah dolar AS melemah menyusul komentar Presiden AS Donald Trump yang mengisyaratkan perang Iran bisa segera berakhir. Bullion bertahan di sekitar US$5.135 per troy ounce, setelah turun 0,6% pada sesi sebelumnya.
Trump mengatakan kepada CBS News bahwa konflik tersebut “sangat lengkap, kurang lebih.” Setelah pernyataan itu, indeks dolar turun sekitar 0,2%, membalikkan penguatan yang sempat terjadi lebih awal. Di saat yang sama, harga minyak terkoreksi setelah sesi yang sangat volatil, meredakan sebagian tekanan inflasi yang sebelumnya membebani pasar.
Emas berada di bawah tekanan sejak konflik Timur Tengah pecah karena lonjakan harga energi memicu kekhawatiran inflasi. Kondisi itu mendorong pasar memperkirakan Federal Reserve dan bank sentral lain akan menahan suku bunga lebih lama, atau bahkan menaikkannya, yang biasanya menjadi hambatan bagi aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Meski demikian, emas masih mencatat kenaikan hampir seperlima sepanjang tahun ini. Permintaan aset aman tetap mendapat dukungan dari ketidakpastian perdagangan dan geopolitik global, sementara emas juga menjadi sumber likuiditas ketika pasar ekuitas global mengalami tekanan.
Pada 06.15 waktu Singapura, spot gold turun tipis 0,1% ke US$5.135,95 per ounce. Perak naik 0,1% ke US$86,99. Platinum melemah tipis, sementara palladium menguat. - Solid Gold
Sumber: Newsmaker.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar