Head Office PT. Solid Gold Berjangka

Jl. KH. Mansyur Kav. 126, Jakarta Pusat 10220 Telp : 021-29675088 (Hunting), Fax : 021-29675089

PT. Solid Gold Berjangka Lampung

Jl. Ahmad Yani No. 55, Tanjung Karang - Bandar Lampung 35117 Telp : 0721-255038, Fax : 0721-255027

PT. Solid Gold Berjangka Palembang

Jl. Sumpah Pemuda Blok 1 No. 7 C-E, Lorok Pakjo, Palembang 30137 Tel : 0711-363300 Fax : 0711-363613

PT. Solid Gold Berjangka Makassar

Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 108 A-B, Makassar 90124 Telp : 0411-851010, Fax : 0411-851090

PT. Solid Gold Berjangka Semarang

Gedung Menara SUARA MERDEKA Lt. 3. Jl. Pandanaran No. 30 Semarang 50134 Telp : 024-3583979, 3583980 Fax : 024-3583978

Jumat, 29 Maret 2019

SOLID BERJANGKA | Bursa Amerika Tetap Naik

SOLID BERJANGKA - Saham di Bursa Amerika Tetap Naik Meskipun PDB Amerika Serikat Mengecewakan



SOLID BERJANGKA JAKARTA - Saham sektor keuangan dan konsumen memimpin sektor berkinerja terbaik di S&P 500, masing-masing naik 0,8 persen dan 0,6 persen. Saham PVH Corp mengungguli semua saham dan mengangkat indek dengan melonjak 14,8 persen karena laporan laba yang kuat. Kemudian saham J.P. Morgan Chase, Citigroup dan Bank of America semuanya naik lebih dari 1 persen, didorong oleh yield Treasury yang lebih tinggi.

Saham-saham layanan minyak menunjukkan pergerakan signifikan ke atas sekalipun harga minyak sedang turun sehingga mendorong Indeks Layanan Minyak Philadelphia naik 1,6 persen. Kekuatan yang cukup besar juga terlihat di antara saham tembakau, sebagaimana tercermin oleh kenaikan 1,4 persen NYSE Arca Tobacco Index.

Sedangkan sektor yang bergerak sebaliknya yaitu indeks NYSE Arca Gold Bugs yang turun 2,9 persen karena harga emas sedang anjlok cukup parah.  Kemudian saham-saham utilitas dan telekomunikasi juga mengalami pelemahan yang signifikan pada hari itu, NASDAQ Telecommunications Index anjlok 0,32 persen.

Sentimen negatif yang berusaha menjatuhkan saham di Wall Street yaitu rilis data ekonomi yang mixed, data PDB Q4-2018 yang dilaporkan pemerintah AS semalam naik 2,2 persen atau turun dari data periode kuartal sebelumnya yang 2,4 persen. Setelah itu ada data klaim pengangguran mingguan yang dilaporkan menurun ke 211K dari sebelujmnya di 216K.

Pergerakan yang fluktuatif kembali terjadi pada perdagangan saham bursa Amerika bahkan melebihi perdagangan sebelumnya, namun akhirnya indeks bursa ditutup dalam zona positif dengan penguatan yang moderat beberapa saat lalu (29/03). Saham naik karena pembicaraan perdagangan antara China dan AS dimulai kembali, tetapi kekhawatiran bahwa ekonomi mungkin akan melambat terus membayanginya.

Indeks Dow Jones  ditutup naik 91,87 poin atau 0,35 persen menjadi 25.717,46 yang banyak disupport kekuatan saham Nike dan J.P. Morgan Chase. Indeks S&P 500 naik 0,4 persen atau 10 poin menjadi 2.815,44, posisi ini merupakan kinerja terbaik di kuartal pertama sejak 1998 yang naik 12,3 persen. Indeks Nasdaq Composite naik 0,17 persen atau 12 poin ditutup pada 7.669,17.

Penutupan yang lebih tinggi di bursa Wall Street dari perdagangan sebelumnya terjadi ketika para pedagang bereaksi terhadap laporan tentang kemajuan dalam pembicaraan perdagangan yang sedang berlangsung antara AS dan China. Seorang pejabat senior pemerintah AS mengatakan kepada beberapa media bahwa AS dan negosiator China telah membuat kemajuan dalam rincian perjanjian tertulis untuk mengatasi masalah AS.
SOLID BERJANGKA

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

Kamis, 28 Maret 2019

PT SOLID GOLD BERJANGKA | Naik Karena Dorongan

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Harga Emas Naik Karena Dorongan Naik Masih Memiliki Kontrol Tehnikal Yang Kuat


PT SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA - Ada banyak data ekonomi yang lemah datang dari Cina kemarin, dengan keuntungan industri untuk dua bulan pertama tahun ini jatuh sebanyak 14 %, penurunan terbesar sejak tahun 2011. Turunnya harga pabrik dan turunnya penjualan dianggap sebagai penyebabnya. Selain itu tarif yang dikenakan Amerika Serikat terhadap barang-barang impor dari Cina juga dipersalahkan sebagai penyebabnya. Amerika Serikat dan Cina terus mengakan negosiasi perdagangan tingkat tinggi yang dimulai pada hari Kamis.

Hal diluar pasar pada hari kemarin adalah indeks dollar Amerika Serikat yang mendekati stabil. Sementara itu minyak mentah Nymex melemah dan diperdagangkan disekitar $ 59.50 per barel.

Secara tehnikal, obyektif kenaikan emas selanjutnya adalah menembus “resistance” yang solid di $ 1,331.30 setelah melewati $ 1,320.00 dan kemudian $ 1,324.50. Sedangkan obyekif penurunan harga emas selanjutnya adalah menembus “support” yang solid di $ 1,280.80 setelah melewati $ 1,310.00 dan kemudian $ 1,306.50.

PT SOLID GOLD BERJANGKA

Harga emas naik sedikit pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat hari Rabu kemarin. Dorongan naik terus memiliki keuntungan tehnikal jangka pendek, menunjukkan tren harga emas yang “sideways” ke posisi yang lebih tinggi pada hari-hari yang akan datang. Selain itu juga ada sebagian permintaan “safe-haven” terhadap emas dan perak pada saat sekarang ini.

Emas berjangka bulan April terakhir naik $ 1.90 per ons pada $ 1,316.90. Perak Comex bulan Mei terakhir turun $ 0.024 pada $ 15.405 per ons.

Indeks saham Asia dan Eropa kebanyakan turun semalam. Indeks saham Amerika Serikat mengarah ke posisi yang lebih lemah pada saat pembukaan sesi New York dimulai. Ada semacam kenaikan keengganan terhadap resiko di pasar dunia pada pertenghan minggu ini, terutama disebabkan oleh kekuatiran atas melambatnya pertumbuhan ekonomi global. Hal ini adalah positip bagi pasar emas dan perak yang “safe-haven”.

Belakangan ini dipasar nampak penurunan imbal hasil obligasi pemerintah di negara-negara industry utama dunia. Imbal hasil treasury Amerika Serikat sebentar terbalik dengan surat berharga jangka pendek 3 bulan bergerak naik keatas imbal hasil 10 tahun.
PT SOLID GOLD BERJANGKA

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

Rabu, 27 Maret 2019

PT SOLID GOLD | Dollar Berhasil Kuat

PT SOLID GOLD - Dollar Berhasil Kuat Melawan Buruknya Rilis Data Ekonomi 


PT SOLID GOLD JAKARTA - Indeks turun menjadi 124,1 pada Maret setelah melonjak menjadi 131,4 pada Februari. Untuk pergerakan selanjutnya analyst memperkirakan secara teknikal indeks akan berada di posisi support 96.54-96.32. Namun jika bergerak positif kembali akan naik ke kisaran resisten di 96.85-97.30. 

Mengakhiri perdagangan forex sesi Amerika beberapa saat lalu hari posisi dollar Amerika Serikat akhirnya berhasil menguat terhadap semua rival utamanya meskipun mendapat serangan kuat dari buruknya rilis data ekonomi yang cukup major. Sebelum penutupan indeks dollar sempat mencapai puncak tinggi dalam 1-1/2 pekan. 

Indeks dolar yang menunjukkan posisi kekuatan dollar Amerika Serikat terhadap rival-rival utamanya di pasar forex ditutup menguat 0,14 % ke posisi 96.81 setelah dibuka pada awal sesi Asia di posisi 96.53. Indeks sempat menyentuh posisi tinggi di 96.84 dan titik rendah di 96.45. Kekuatan dollar Amerika Serikat mendapat sumbangan dari kenaikan imbal hasil obligasi seperti obligasi tenor 10-tahun yieldnya naik dalam kisaran ketat 2,40 % dan 2,45 % setelah penurunan besar dimulai Jumat lalu. 

Demikian juga imbal hasil obligasi tenor 2-tahun meningkat pada kisaran 5 bp antara 2,25% dan 2,30%. 

Sedangkan tekanan datang dari rilis beberapa data ekonomi Amerika Serikat yang mengecewakan. Departemen Perdagangan merilis laporan yang menunjukkan mundurnya konstruksi perumahan baru pada bulan Februari, dengan indeks merosot 8,7 % ke tingkat tahunan 1,162 juta pada Februari setelah melonjak 11,7 % ke tingkat revisi 1,273 juta pada Januari. Selain itu izin bangunan juga turun 1,6 % ke tingkat tahunan 1,296 juta pada Februari setelah turun 0,7 % ke tingkat revisi 1,1317 juta pada Januari. Kemudian data yang paling kuat mempengaruhi sentimen yaitu laporan dari Conference Board menunjukkan penurunan tak terduga dalam kepercayaan konsumen di bulan Maret. 
PT SOLID GOLD 

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

Selasa, 26 Maret 2019

SOLID GOLD BERJANGKA | Minyak Masih Dilemahkan

SOLID GOLD BERJANGKA - Harga Minyak Mentah di Asia Masih Dilemahkan Kondisi Ekonomi Global 



SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA - Harga kedua tolak ukur harga minyak mentah tersebut telah merosot lebih dari 3 % sejak pekan lalu yang berhasil mencapai posisi harga tertinggi tertinggi sejak bulan November 2018. Kekhawatiran tentang potensi resesi Amerika Serikat muncul kembali akhir pekan lalu setelah pernyataan bearish oleh Federal Reserve Amerika Serikat, dengan yield treasury 10-tahun tergelincir di bawah tingkat tiga bulan untuk pertama kalinya sejak 2007.

Menambah kekhawatiran penurunan ekonomi global juga datang dari kinerja manufaktur Jerman, ekonomi terbesar Eropa, kontraksi untuk bulan ketiga berturut-turut. Keuntungan bagi perdagangan minyak mentah selama ini datang dari pengurangan produksi minyak mentah negara Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu tidak terafiliasi seperti Rusia yang telah berjanji untuk menahan sekitar 1,2 juta barel per hari (bpd) pasokan minyak tahun ini. Untuk pergerakan harga minyak mentah WTI selanjutnya secara teknikal, Diperkirakan pergerakan harga minyak akan berada pada posisi resisten di 59.70 – 60.85.

Namun jika terjadi pergerakan negatif akan turun menuju posisi support kuatnya di 57.96 – 57.14. Harga minyak mentah pada perdagangan komoditas akhir sesi Asia kemarin turun hampir 1 % dengan kekhawatiran resesi ekonomi global yang membayangi gangguan pasokan global dari pengurangan produksi OPEC dan dampak sanksi Amerika Serikat terhadap Iran dan Venezuela.

Harga minyak mentah berjangka acuan internasional atau minyak Brent berada di $ 66,52 per barel atau turun 37 sen, atau 0,55 % dari penutupan perdagangan sebelumnya. Demikian juga dengan harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat berada di $ 58,56 per barel atau turun 51 sen, atau 0,86 % dari penutupan perdagangan sebelumnya.
SOLID GOLD BERJANGKA 

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :


Senin, 25 Maret 2019

SOLID GOLD | Harga Minyak Turun Dari Tertinggi

SOLID GOLD - Harga Minyak Turun Dari Tertinggi di 2019, Namun Raih Kenaikan Mingguan Ketiga Berturut


SOLID GOLD JAKARTA - Perusahaan-perusahaan energi Amerika Serikat minggu lalu mengurangi jumlah kilang minyak yang beroperasi selama empat minggu berturut-turut, dengan pengeboran melambat ke level terendah dalam hampir setahun, menurut perusahaan jasa energi Baker Hughes. Data baru akan dirilis pada hari Jumat.

Namun, harga minyak tahun ini telah ditopang oleh pemotongan pasokan oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutu seperti Rusia.

Di luar OPEC, harga minyak telah didorong oleh sanksi Amerika Serikat terhadap anggota OPEC Iran dan Venezuela.

Diperkirakan harga minyak mentah berpotensi lemah dengan kekhawatiran perlambatan ekonomi. Harga minyak diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $ 59,00 - $ 58,50, dan jika harga naik akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 60,00 - $ 60,50.

Harga minyak jatuh dari tertinggi 2019 pada hari Jumat minggu lalu, namun secara mingguan naik tiga minggu berturut-turut karena pemotongan pasokan yang dipimpin OPEC dan sanksi Amerika Serikat terhadap Iran dan Venezuela.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat berada di $ 59,52 per barel, turun 46 sen atau 0,77 % WTI menandai puncak 2019 di sesi sebelumnya di $ 60,39.

Harga minyak mentah berjangka Brent berada di $ 67,19 per barel, turun 67 sen atau 0,99 %. Brent mencapai tertinggi empat bulan $ 68,69 pada hari Kamis. Brent telah naik hampir di bawah sepertiga sejak awal Januari, ketika OPEC mulai memangkas produksi.

Kedua kontrak berada di jalur untuk kenaikan minggu ketiga berturut-turut.

Pertumbuhan ekonomi melambat di Asia, Eropa, dan Amerika Utara, yang berpotensi mengurangi konsumsi bahan bakar. Kekuatiran ekonomi juga muncul dengan tidak adanya terobosan yang muncul dalam kebuntuan perdagangan antara Washington dan Beijing, setidaknya sebelum pertemuan yang dijadwalkan pada 28-29 Maret.

Lompatan lebih dari 2 juta barel per hari di produksi minyak mentah Amerika Serikat sejak awal 2018 ke rekor 12,1 juta barel per hari telah menjadikan Amerika Serikat produsen terbesar dunia, di depan Rusia dan Arab Saudi.

Hal ini menghasilkan peningkatan ekspor, yang meningkat dua kali lipat dari tahun lalu menjadi lebih dari 3 juta barel per hari. Badan Energi Internasional memperkirakan bahwa Amerika Serikat akan menjadi pengekspor minyak mentah bersih pada 2021.

Kamis, 21 Maret 2019

PT Solid Gold Berjangka | Wall Street Menguat Dari Sektor Teknologi


PT SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA - Saham A.S. menguat pada hari Selasa, seiring kenaikan saham teknologi dan laporan laba Johnson & Johnson menyusul hasil yang kuat melawan kerugian di UnitedHealth dan Bank of America.

Johnson & Johnson naik 4,5% setelah konglomerat kesehatan itu mengalahkan perkiraan laba kuartalan dan menaikkan perkiraan pertumbuhan penjualannya untuk tahun ini.

Hasil lainnya juga datang setelah Goldman Sachs Group Inc dan Citigroup Inc pada hari Senin mengalami kekecewaan terhadap pendapatan kuartalan yang meleset.

Pada pukul 11:20 ET, Dow Jones Industrial Average naik 45,57 poin, atau 0,17%, ke level 26,430,34. S&P 500 naik 5,07 poin, atau 0,17%, ke level 2.910,65 dan Nasdaq Composite naik 32,15 poin, atau 0,40%, pada level 8,008.17.

Saham teknologi juga naik 0,57%, dan memberikan dorongan terbesar ke pasar terhadap kenaikan saham Apple Inc dan pembuat chip. Indeks chip Philadelphia naik 1,56% - PT SOLID GOLD BERJANGKA

Sumber : Reuters

Senin, 18 Maret 2019

Solid Gold | Dolar AS Datar, Investor Beralih Ke Saham


SOLID GOLD JAKARTA - Dolar AS datar seiring data China dan Eropa yang optimis meredam kekhawatiran investor terhadap ekonomi global dan investor berbondong-bondong ke ekuitas pasca laba optimis.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekumpulan enam mata uang utama, menguat 0,06% menjadi 96,618 pada pukul 11:17 pagi waktu timur AS (15:17 GMT).

Harga rumah di China naik pada laju tercepat sejak April 2017 pada bulan Maret, membantu meredakan kekhawatiran atas perlambatan ekonomi, sementara indeks sentimen ekonomi ZEW Jerman melonjak lebih dari yang diharapkan pada bulan April.

Laporan laba yang optimis juga menggeser fokus investor pada ekuitas AS pasca pendapatan yang lebih baik dari perkiraan dari Johnson & Johnson (NYSE: JNJ) dan lainnya.

Dolar turun terhadap safe-haven yen, dengan USD/JPY tergelincir 0,08% menjadi 111,98 - SOLID GOLD

Sumber : Investing

Jumat, 15 Maret 2019

Solid Berjangka | Sekjen PBB Serukan Gencatan Senjata di Libya


SOLID BERJANGKA JAKARTA - Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyerukan diakhirinya pertempuran yang pecah pekan lalu antara saingan politik Libya untuk menguasai ibukota, Tripoli.

"Masih ada waktu untuk menghentikannya. Masih ada waktu untuk gencatan senjata untuk menghentikan permusuhan dan menghindari yang terburuk, yang akan menjadi pertempuran berdarah dramatis bagi Tripoli," kata Guterres kepada wartawan Rabu malam setelah mengadakan pertemuan tertutup dengan Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara selama lebih dari dua jam.

"Masih ada waktu untuk mengakui bahwa tidak ada penyelesaian militer. Hanya solusi politik yang bisa diterapkan pada situasi seperti di Libya," katanya.

Guterres mengunjungi Libya minggu lalu. Hanya beberapa jam setelah ia meninggalkan negara itu, pasukan yang setia kepada Jenderal Khalifa Haftar mendesak maju dari posisi mereka di timur ke Tripoli, yang dikendalikan oleh Dewan Presiden dan Perdana Menteri Fayez al-Serraj yang didukung PBB. Guterres bertemu dengan kedua pemimpin itu selama misinya.

"Jelas seruan saya agar tidak terjadi serangan dan agar permusuhan dihentikan, tidak didengar," kata sekjen PBB itu. "Namun saya kira jika kita melihat situasi hari ini, jelas situasinya sangat berbahaya, dan kita benar-benar harus menghentikannya." - SOLID BERJANGKA

Soumber : VOA